Lugas dan Terpercaya
TwitterFacebookGoogle

PENGELOLA RUSUNAWA KAYU PUTIH BERTINDAK SEMENA-MENA dan TIDAK BERPERIKEMANUSIAN (JILID 2) RUSUNAWA DIKELOLA BERBAU NEPOTISME, AROGANSI dan PENUH KEJANGGALAN

Medan,Buser Indonesi / sanggahbuana

Ternyata pantauan kami dilapangan harus dilanjutkan dengan banyaknya fakta dan temuan-temuan di rusunawa Kayu Putih. Hal ini kami buktikan dengan beberapa fakta diantaranya , Surat keputusan terkait tarif sewa per unit yang bervariasi antara 230 ribu rupiah lantai 2, 220 ribu rupiah lantai 3, 210 ribu rupiah lantai 4 dan  175.500 untuk lantai 5.

Fakta yang lain yaitu terkait tarif dasar listrik, tarif air sumur bor, sampah dan sewa unit pemukiman dibebankan kepada warga secara keseluruhan rata-rata mencapai 400 ribuan per bulan  yang diberlakukan oleh pengelola. Apakah biaya ini sudah sesuai dengan keputusan Menteri perumahan terkait Tata cara pengelolaan Rusunawa.

Kedua Fakta tersebut diatas ditunjukkan kepada warga rusunawa berupa surat keputusan dimana surat keputusan tertera atau ditanda tangani oleh Plt Medan Bpk. Dzulmi Eldin pada tahun 2012. Padahal Plt Medan baru disahkan menjadi Plt tahun 2013, Kok Bisa?? Fakta ini kami dapatkan dari salah seorang warga Rusunawa Kayu Putih yang tak ingin disebutkan namanya dimana hal ini diungkapkan langsung oleh Saudari Nursiah Parinduri, ST sebagai kepala Pengelola Rusunawa Kayu Putih.

Pantauan kami di rusunawa bukan hanya terkait soal tarif tapi juga kami juga menemukan bahwa rusunawa dikelola secara nepotisme. Hal ini kami dapatkan dari rusunawa bahwa staf pengelola ternyata ada hubungan kekeluargaan dengan kepala Pengelola antara lain, saudari Yanti salah staf  adik kandung dari Nursiah Parinduri Kepala pengelola Rusunawa, saudari Meta dan saudara Yahya keponakan dari kepala pengelola Rusunawa, Saudara Joni yang merupakan tenaga harian lepas adalah saudara dari suami Nursiah Parinduri. Sehingga aroma nepotisme dan kekeluarga kental terlihat.

Bukan hanya disewakan ternyata rusunawa tersebut bisa dibooking atau dipesan kepada Kepala pengelola Rusunawa. Sesuai dengan temuan kami di Blok A lantai 2 rata-rata uni telah dipesan oleh pegawai Dinas Tarukim Medan, Apa maksud dibalik ini semua??

Kami temukan Di Blok B lantai 5 no 522 pengisian  jumlah penghuni yang melebihi ketentuan dan peraturan yang dibuat kepala pengelola dimana seharus diisi 4 orang perunit namun di lantai 5 tersebut diisi 6 orang penghuni. Sehingga timbul pertanyaan apakah peraturan ini dibuat untuk dilanggar.

Terkait Arogansi ternyata bukan hanya terjadi pada saudari Novi ternyata ada lagi warga yang bernama Sumira dimana ibu tersebut menyampaikan keluhannya kepada kami.

Ibu tersebut mengatakan bahwa saya berniat pindah dari rusunawa kayu putih padahal saya masih punya hak tinggal lebih kurang 1 bulan lagi. Kemudian sewaktu saya sampaikan niat tersebut ternyata pihak pengelola dengan gaya arogan dan berlagak bak penguasa mengatakan bahwa saya harus membayar uang listrik 1 bulan penuh padahal baru saya tempati 3 hari dan langsung meminta kunci hunian walaupun saya masih tinggal disitu. Arogansi yang lain ketika membeli air isi ulang saya dimarahi dan dimaki meta dan air harus dibuang karena dia tidak terima kami membeli dari luar. Sehingga apakah orang miskin harus dibuat seperti ini, ya nasib.

Masalah keamanan juga menjadi perhatian kami, hal ini dibuktikan dengan seringnya kehilangan bahkan sampai pengrusakan sepeda motor warga rusunawa yang mana ketika ditanyakan kepada pengelola, mereka mengatakan itu bukan urusan pengelola,kendaraan pribadi urus sendiri kata mereka. Hal ini menjadi momok yang menakutkan dan meresahkan warga rusunawa, warga merasa  was-was dengan kenadaraan miliknya yang terparkir tanpa ada pengamanan khusus dari pihak pengelola rusunawa.

Keseluruhan dari fakta-fakta tersebut coba kami konfirmasi kepada saudara Zulfan dimana beliau sebagai wakil kepala pengelola, tetapi beliau tidak mau berkomentar dan tidak bersedia. Selain itu Kepala Pengelola saudari Nursiah Parinduri dengan No. Hp. 082261765959 tetapi sampai sekarang hp tersebut tidak mau mengangkat.

Hal inilah membuat kami merasa warga rusunawa kayu putih telah terzolimi dan disakiti tak pantas pengelola melakukan hal tersebut.

Punya[ beziduhu zebua]

 

 

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *