Lugas dan Terpercaya
TwitterFacebookGoogle

Pedagang Pasar Blok G Tanah Abang Tagih Janji Jokowi

IMG_20141028_125952 IMG_20141028_125956

Surat Undangan (Foto Dok : BI/SBAdril)

Jakarta : Pedagang  pasar Tanah Abang Blok G Jakarta kini menangih Janji Jokowi yang pernah ia lontarkan saat melakukan blusukan dan peresmian penempatan pedagang kaki lima (PK 5) di pasar Tanah Abang.

Janjinyang di tagih tersebut adalah akan memberikan pinjaman modal melalui Koperasi pasar Kebon Jati Tanah Abang. Namun janji tersebut tak kunjung belum direliasasikan kepada mereka (pedagang/ Red).

Menurut keterangan sumber BI, menuturkan, bahwa semua persyaratan yang di wajibkan oleh Dinas Koperasi UMKM dan Perdagangan Provinsi DKI Jakarta melalui Unit Pengelola Dana Bergulir (UPDB) Pemberdayaan Ekonomi Masyarakat Kelurahan yang harus dipenuhi oleh para pedagang untuk memperoleh pinjaman sudah lengkap diajukan. Bahkan sudah dipanggil melalui surat undangan no : 9441-1.883 tertanggal 5 Desember 2014, yang ditandatangani oleh Kepala UPDP PEMK, Ernalis Yuliartini.

Pokok acara dari undangan tersebut adalah penandatangan Perjanjian kerjasama anatar unit Pengelola Dana Bergulir PEMK dengan Koperasi Jasa Keuangan PEMK dan Koperasi Masyarakat. Namun acara yang dilaksanakan di ruang aula Unit Pengelola Dana Bergulir PEMK pada Sabtu,9 Desember lalu tersebut dibatalkan oleh pihak UPDB.

Kepala Unit UPDB PEMK, Ernalis Yuliartini memberikan alasan pembatalan kepada undangan yang hadiri menyebutkan, bahwa data akan dianalisi kembali oleh UPDB PEMK, karena bantuan pinjaman tersebut hanya diperuntukkan kepada Koperasi Jasa Kelurahan (KJK), dan bukan untuk koperasi masyarakat.

Terkait soal adanya pembatalan pinjaman ini, pengurus Koperasi Pasar Kebon Jati Blok G mengajukan keberatan kepada pihak UPDB PEMK, karena pembatalan ini tidak disampaikan jauh hari sebelumnya, namun disampaikan oleh staf UPDB PEMK, melalui pesan singkat (SMS) pada Senin, (8/14), setelah dua jam menerima surat undangan. Dalam pesan tersebut disebutkan, mengenai soal ini lebih jelasnya agar menghubungi ibu Tati.

Saat dihubungi oleh pihak Koperasi Pasar Kebon Jati, Tati mengatakan, kalau pinjaman pihak Kopas Kebon Jati dibatalkan, bahkan memerintahkan untuk tidak menghadiri undangan tersebut. Namun pengurus Kopas tidak mengubris perintah tersebut, dan tetap menghadirinya.

Sumber BI mengungkapkan, jika memang benar adanya pembatalan pinjaman tersebut pihak UPDB PEMK harusnya disampaikan melalui surat, bukan melalui SMS “ kita diundang melalui surat resmi, jika ada pembatalan harus melalui surat resmi juga” ujar sumber BI.

“ Mengapa pihak UPDB PEMK membatalkan pinjaman tersebut, apakah pembatalan ini atas atas perintah dari Dinas Koperasi UMKM Provinsi DKI Jakarta, padahal harapan ini sudah setahun lamanya dinanti oleh para pedagang, namun kini dengan seenaknya dibatalkan tanpa ada kepastian yang jelas” tambah sumber BI lagi.

Jika benar adanya kabar tersebut, sudah sepantasnya pihak yang terkait dengan masalah ini dapat segera menyelesaikan permasalah yang tengah dihadapi pengurus Kopas yang nota bene memperjuangan para pedagang pasar yang menjadi angotanya. Jangan hanya pandai berjanji, namun ketika sudah berkuasa tidak pandai menepati janji, terlebih hanya dengan segelintir rakyat Indonesia yakni para pedagang pasar.

Adril/BI/SB

Dikhawatirkan Rawan Runtuh, Tinjau Pembangunan RKB SDN Lontar II Kec.Tirtayasa

Lontar-Serang : Pembangunan gedung Sekolah Dasar Negeri Lontar II Kecamatan Tirtayasa saat ini sedang di realisasi untuk pembangunan Ruang Kelas Baru (RKB), namun pembangunannya diduga tidak sesuai dengan rencana anggaran belanja (RAB).

Diketahui adanya dugaan penyimpangan dalam material yang telah ditentukan, informasi yang diperoleh dari sumber BI, menyebutkan, untuk pemakaian besi beton untuk tulangan pada umumnya, memakai ukuran 12 mili namun untuk pembangunan gedung Sekolah SDN Lontar II ini hanya memakai tulangan besi dengan ukuran bervariasi.

Untuk tulangan pengecoran penahan tembok bagian sudut dan setiap sudut bagian tengah memakai ukuran 12 mili, 10 mili dan 8 mili terlebih jelasnya lagi untuk bagian sudut kanan dan kiri bangunan bagian belakang dan bagian tengah disetiap titik ruangan memakai besi dengan pasangnya rancangannya tidak sama ukurannya, yang seharusnya setiap rancangan untuk tulangan besi memakai empat batang besi untuk satu rancangan dengan ukuran yang sama, yaitu 12 mili untuk semua ukuran dengan memakai gelang pengikat 8 mili.

Dalam pembuatan tulangan besi terlihat jelas adanya dugaan penyimpangan, besi yang digunakan dari empat batang besi untuk satu tulangan ukurannya tidak sama, dari empat batang besi ukurannya 12 mili yang dua batang lagi diduga memakai 8 mili dengan ukuran gelang pengikat 6 mili.

Lanjut sumber BI, dengan jarak jengkang sekitar 10 cm, jika  setiap titik dan setiap sudut untuk setiap tulangan besi dalam satu tulangan yang dua batang besinya memakai ukuran 8 mili, tinggal dikalikan saja. Dalam tiga lokasi RKB semua tulangan besi tersebut ada 2 tulangan, bahkan diketahui pula, ukuran tulangan besi untuk pondasi diduga memakai ukuran lebih kecil, yakni hanya 10 mili.

Terkait adanya dugaan ini, diharapkan pihak yang berwenang agar meninjau kembali pelaksanaan pembangunan RKB SDN Lontar II Kecamatan Tirtayasa ini, karena fisik bangunan tersebut dikhawatirkan rawan rubuh lantaran pengerjaannya tidak maksimal dilaksanakan

Medi/BI/SB

PNPM Di Desa Kemanisan Kec. Tirtayasa Diduga Menyimpang

Kemanisan-Banten : UPK Tirtayasa Selenggarakan PNPM MPD di desa Kecamatan Tirtayasa di duga tidak sesuai spek, telah terealisasi pembangunan Tanggul Penahan Tanah (TPT) dikabarkan panjangnya 460 x 1,1 m kanan kiri dengan total volume panjang 920 m yang menelan dana sebesar Rp 112.571.500.

Fisik yang telah terealisasi nampaknya kurang berkualitas, pemasangan batu kurang terisi adukan, selang beberapa hari TPT sudah banyak yang bongkar, menurut kabar warga kemanisan “benar pak saya lihat pasirnya tiga gerobak semennya cuma satu sak, ya wajar kalo sekarang banyak yang bongkar, setahu saya harusnyakan pake takaran pasir empat ember dan semen satu ember tapi kenapa ini hanya pake perkiraan saja” ujar warga kepada wartawan BI.

Kabarnya, ini karena kurangnya pembenahan dari pihak fasilitator teknik yang jarang ada di lokasi, Nasir seorang guru (PNS) yang bertugas kegiatan belajar mengajar (KBM) di SDN Lontar 2, yang juga selaku Tim Pelaksana Kegiatan (TPK) dengan jelas kurangnya pengawasan dari TPK karena punya kesibukan mengajar. Musa selaku bendahara juga kurang memberikan arahan pada para pekerjanya.

Kusni sebagai sekretaris yang sudah lama di bidang PNPM yang lebih tahu. Saprudin sebagai KPMD teknis yang lama menggeluti di bidang pembangunan, Abdullah selaku Kepala Desa Kemanisan sebagai penanggung jawab kegiatan. Sementara pembangunan belum selesai sempat tertunda berhari-hari, di kabarkan katanya Harian Ongkos Kerja (HOK) yang di tangan musa selaku bendahara sudah habis, terpaksa pekerjaan di tunda karena tidak ada dana untuk ongkos pekerja.

BI. UPK menerangkan itu urusan di lapangan, harusnya Harian Ongkos Kerja (HOK) itu cukup untuk mengongkosi pekerja sampai pembangunan selesai, jelasnya di sini selalu memberi arahan kepada mereka yang bertanggung jawab di lapangan.

Pantauan BI di lokasi kegiatan hari Jum’at, pekerjaan sedang dilanjutkan, kebetulan Nasir selaku TPK sedang moles TPT memakai sebuah wadah plastik yang sudah dimodifikasi sebagai alat untuk menciduk cairan semen dari dalam ember kemudian dikucurkan dan kemudian langsung di oles dengan  kuas.

Pada saat itu Nasir yang rangkap jabatan sebagai ketua TPK dan PNS saat itu mangkir tidak bertugas mengajar di sekolah, Saprudin selaku KPMD teknis yang sedang duduk dibawah pohon saat itu tengah mengawasi Nasir yang sedang memoles TPT, bersama para pekerja lainnya.

Saat dikonfirmasi mengenai temuan pengerjaan plesteran dan pembuatan ban-ban atau biasa disebut lis yang diduga tidak sesuai dengan rencana anggaran biaya (RAB), karena ban-banan itu lebarnya hanya 9 cm, yang seharusnya 10 cm dan ketebalan 2 cm, namun ketebalan tidak sesuai.

Saprudin selaku KPMD teknis membenarkan adanya penyimpangan RAB lantaran kekurangan semen, “Memang di RAB lebar ban-banan ini 10 cm dan tebalnya 2 cm, dan juga cara memolesnya seperti ini biar semennya mencukupi. Karena untuk melester dan memoles ini dari titik awal sampai akhir dengan volume panjang 460 kanan kiri itu memerlukan 40 sak semen, sementara ini supplier baru ngirim 25 sak dan kurang 15 sak lagi” ujar Saprudin.

Untuk volume panjang TPT 460 m, kanan kiri total panjang 920 m, dengan lebar 20 cm hanya untuk melester dan moles memerlukan semen 40 sak, dicecar dengan pertanyaan ini, Saprudin kenanya menjawab, “saya sudah lama dibidang bangunan, dan selama saya mengerjakan TPT seperti ini tidak ada yang menegur saya” bebernya singkat.

Medi/BI/SB

Ada Proyek Siluman Di Desa Pegandikan – Serang

Pegandikan-Banten : Pemasangan paving blok di desa Pegandikan menjadi bahan pertanyaan warga, pasalnya, lantaran tidak adanya transparansi dari pihak pengelola. berasal dari mana dan berapa besar anggarannya dan berapa meter yang akan di bangun.

Di lokasi kegiatan pemasangan paving blok tersebut, BI belum pernah menjumpai penanggung jawab pelaksana pengerjaan tersebut, “Saya aja yang kerja tidak tahu siapa pemborongnya” ujar buruh yang bekerja di lokasi pada BI saat di Tanya siapa pelaksananya.

Tidak jauh beda dengan buruh pekerja paving Blok, saat dikorfirmasi, Mafruhah, selaku Kepala Desa Pegandikan mengatakan hal yang sama, tidak mengetahui soal ini, “Saya aja selaku Kepala Desa di sini tidak tahu persis pada proyek ini, tapi sempat ada yang datang cuma ngasih tahu aja bahwa akan turun paving blok bantuan dari provinsi, cuma itu, jadi masalah anggaran dan volume panjangnya saya tidak tahu” ungkapnya.

Diduga proyek siluman, tidak adanya papan informasi yang dipasang, terlebih Kepala Desanya  tidak tahu tentang pembangunan diwilayahnya, dan harus mengetahui Juklak dan Juknis dari pihak pengelola atau pelaksana agar sang Kades bisa menjelaskan kepada warganya tentang proyek di desa mereka.

Salah seorang  warga yang enggan menyebutkan namanya, kepada BI mengungkapkan keherananya soal ketidaktauan kades terhadap pengerjaan yang ada, “tapi pak enggak mungkin kalau Kepala Desa tidak tahu, soalnya pengadaan tenaga kerjanya dapat bu Lurah, berarti bu Lurah tahu persis” ungkap warga.

Indikasi adanya dugaan permainan dalam kegiataan ini mulai terasa, bagaimana tidak, tenaga atau buruh yang bekerja untuk proyek tersebut direkrut oleh istri Kades, namun Kades mengaku tidak mengetahu soal adanya kegiatan pembangunan di Desa yang dia pimpin.

Medi/BI/SB

2014 Provost Satlantas Polresta Medan Berhasil Amankan Enam Penipu Berkedok Calo

CALODari kiri ke kanan : Aiptu Syahrizal (P3D), R. Simbolon (Korban), Wakasat Lantas AKP S. Siagian, Tersangka Roni als Oni, Aipda Maulana (P3D), Rudi Fachruddin (Korban) dan Kanit Reg.Ident. AKP Imam. (Foto Dok : WilJok)

Medan : Provost Satlantas Polresta Medan, Rabu, (24/11).  kembali menangkap seorang pria berinisial R alias Oni (32), tersangka  penipuan pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM) di Mako Satlantas Polresta Medan yang berkedok calo.

R alias Oni warga Jl. H.M Said Gg Hj. Sirat Kelurahan Sidorame Barat I, Kecamatan Medan Perjuangan ini sudah menjadi target panangkapan, pasalnya nama tersangka sudah berulang kali masuk dalam daftar buku laporan penipuan pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM) di Mako Satlantas Polresta Medan.Tersangka di tangkap tanpa perlawanan di seputaran Jl. H.M Said kemudian di boyong ke Mako Satlatas Medan, guna dimintai keterangan.

Hasil keterangan yang diperoleh dari tersangka, pihak Satlantas Polresta Medan pun memanggil para korban penipuan tersangka dan di pertemukan di kantor itu. Tersangka pun tidak dapat mengelak lagi, dan mengaku seluruh perbuatannya. tersangka pun langsung diserahkan ke Polsekta Medan Timur guna proses hukum lebih lanjut untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya.

Informasi yang diperleh BI, tercatat di buku laporan pengaduan korban penipuan yang dilakukan tersangka ada sebanyak lima orang, Kelima orang korban tersebut ditipu saat akan mengurus SIM Baru dan Perpanjangan. Para korban tersebut yakni : Muchlis, warga Jl. S.M Raja KM 11, mengurus SIM C Baru mengalami kerugian sebesar Rp. 550.000, Rudy Fachruddin, warga Jl Sepakat No. 19, pengurusan SIM A Baru mengalami kerugian sebesar Rp. 400.000, Almira Velda HRP, warga Jl. Prona No. 41, pengurusan SIM A Baru mengalami kerugian sebesar Rp. 450.000, Adrian Babtissay, warga Jl. Veteran No. 45-D, pengurusan SIM A dan C Baru mengalami kerugian sebesar Rp. 1000.000, dan Hairul Amri, warga Jl. Tombak No. 15, pengurusan SIM A dan C Perpanjangan.

Modus tersangka dalam Menjerat korban-korbannya, yakni dengan cara menghampiri korbannya ketika hendak memarkirkan kendaraannya yang berada tepat di luar gedung Satlantas Medan, dengan bujuk rayunya tersangka pun menawarkan jasa bisa membantu mempermudah proses pengurusan SIM yang akan korban ajukan di Kantor itu.

Kasatlantas Kompol Budi Hendrawan melalui  Waksatlantas AKP S. Siagian di damping Kanit Reg.Ident AKP Imam menjelaskan, ” Kita akan menindak lanjuti laporan Masyarakat yang merasa tertipu oleh para calo dan kita berikan tindakan tegas”. AKP Imam menambahkan, ”beberapa hari yang lalu tersangka sempat hampir tertangkap karena melakukan aksi yang sama namun berhasil lolos dari kejaran personel Satlantas, kami tidak pernah mentolerir para calo”, terangnya.

Diketahui, di tahun 2014 ini  Provost Satlantas Polresta Medan sudah berhasil mengamankan enam orang calo yang melakukan tindakan penipuan pengurusan SIM di seputaran kantor itu. Dan ke enam calo bermasalah tersebut telah di serahkan ke Polsek Medan Timur.

Wil/BI/SB