Lugas dan Terpercaya
TwitterFacebookGoogle

Penerbitan Surat Kematian Dan Ahli Waris Di Kel. Sidorame Barat I Medan, Mencekik Leher

Untitled

Staf Kelurahan Sidorame Barat I, berinisial Put saat melihat kelengkapan berkas-berkas pengurusan Surat Kematian dan Ahli Waris yang di ajukan Aprileta. (Foto Dok: BI/SB/Wil)

Medan : Kamis (20/11) sekitar pukul 09.30 pagi, Aprileta Tambunan bersama adiknya Haslan M. Tambunan warga Jl. Sejati Komp. Asrama Kowilhan Kelurahan Sidorame Barat I, mendatangi Kantor Kelurahan Sidorame  Barat I, Kecamatan Medan Perjuangan Kota Medan yang berada di Jl. Pelita II Gg. Pepaya, untuk keperluan pengurusan Surat Kematian dan Ahli Waris orang tuanya.

Namun betapa terkejutnya kedua kakak adik ini, ketika mendengar biaya untuk proses pengurusan penerbitan Surat Kematian dan Ahli Waris orang tuanya yang diajukan, dimintai oleh salah seorang oleh Staf Kelurahan Sidorame Barat I berinisial Put sebesarRp. 750 Ribu.

”Terkejut kali kami ketika mendengar dia (Put-Red) itu bilang, untuk biaya Pengurusan Surat Kematian dan Ahli Waris Rp.750 Ribu”, Ditambahkan juga, Staff Lurah Sidorame Barat I itu juga menjelaskan, kalau biaya pengurusan Surat-surat tersebut tidak untuk di kelurahan saja bahkan sampai ke Kecamatan Medan Perjuangan, ungkap Aprileta bernada kecewa kepada BI.

Biaya tersebut sangat mahal, bukan meringankan beban malah menambah beban pihak keluarga yang sedang berduka, jelas dari ibu tiga anak ini. Aprileta yang saat itu didamping koleganya seorang Jurnalis menjelaskan, biaya pengurusan itu bisa ”dinegosiasikan”. ”Menghadap saja ke Lurah, mungkin bisa kurang”, papar Aprileta menirukan ucapan Putri.

Kembali diungkap Aprileta, dari pukul 09.30 WIB hingga pukul 15.00 WIB mereka sudah berulang kali mendatangi Kantor lurah untuk bertemu dengan Lurah, namun Lurah Sidorame Barat I, Muhammad Iqbal tak kunjung masuk Kantor. ”Gimana mau selesai urusan ini, Lurahnya saja gak ada di tempat, sudah bolak-balik satu harian kami mendatangi Kantor ini, namun sampai sore ini Lurah gak ada”, bebernya bernada kesal.

Dikatakan Leta, Almarhum ayahnya (Asmadi Tambunan) tinggal di Asrama Kowilhan I Bukit Barisan yang berada di jalan Sejati Kelurahan Sidorame Barat I Kecamatan Medan Perjuangan meninggalkan seorang istri 9 anak dan 18 cucu.

Ketika Wartawan mempertanyakan keberadaan Lurah Sidorame Barat I, Staf Kelurahan mengatakan, kalau Lurah sedang berada di luar. Ketika diminta nomor selular yang bisa di hubungi, namun staff menolak dan enggan memberikannya.

Camat Medan Perjuangan, Rahmad Harahap ketika di konfirmasi wartawan via ponselnya mengenai kinerja Lurah Sidorame Barat I, serta keluhan masyarakat atas biaya Pengurusan Surat Kematian dan Ahli Waris, enggan berkomentar banyak, dan melalui Pesan singkat menjawab, ”Nanti saya konfirmasikan beliau pak, saya ingatkan beliau untuk lebih baik, terima kasih dan mohon maaf pak”.

Seharusnya Walikota Medan Dzulmi Eldin langsung memecat oknum Kepling, Lurah, maupun Camat yang sengaja mengutip uang dari orang yang berduka. Dan seharusnya diterbitkan peraturan daerah (Perda) sebagai payung hukum (biaya pengurusan administrasi warga -red).

Tetapi apakah Walikota tak mengetahui ini? Kayaknya pungli dalam bentuk lain kerap terjadi dan nyaris tak terdengar oleh lembaga Ombudsman, KIP, dan lembaga lain yang merupakan bentukan pemerintah. Sepertinya mereka mati suri atau kurang mampu mendeteksi bentuk pungli seperti ini.

“LSM atau pers juga harusnya lebih aktif menyuarakan penolakan atas pungli ini. Mari kita tunggu kepedulian penggiat antikorupsi dalam menyuarakan hal ini. Rakyat menunggu sampai tanggal 9 Desember 2014 sebagai hari Antikorupsi,” ujar M Joharis Lubis, kepada wartawan.

Terkait hal tersebut, sudah walikota medan Dzulmi Eldin di minta untuk dapat bertindak tegas terhadap oknum staff kelurahan, terlebih sang lurah yang diduga mencoba melakukan praktek pungli terhadap warganya,  jika benar adanya, perbuatan tersebut jelas telah melanggar pidana karena melakukan pengutipan liar.

J/W

Provost Ringkus Tersangka Penipuan Berkedok Calo SIM

AKP. S. Siagian : Tidak Ada Toleransi dan Tindak Tegas

calo sim - Copy

Medan : Wakasat Lantas AKP S. Siagian (Paling Kiri) dan Kanit Reg. Ident AKP Imam (Paling Kanan) didampingi  personel  Provost Aiptu M. Saleh beserta Aiptu Syahrizal mengapit tersangka penipuan berkedok calo SIM Mako Satlantas Polresta Medan. (Foto Dok : BI/Willy)

Medan : Penangkapan seorang tersangka penipuan yang diduga berkedok sebagai calo SIM berinisial MG Hrp  alias RORI (29) warga Jl. Siabu Rey Pendopo 3 Kel. Bandar Setia Kecamatan Percut Sei Tuan berawal dari laporan seorang warga Jl. Seroja Pesanggrahan Block C2 Tanjung Sari, Rosiana Marpaung (25). Pada Selasa (4/11) yang mengaku telah menjadi korban penipuan Pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM) sebesar 550 Ribu oleh pelaku.

Peristiwa penipuan terjadi, ketika korban hendak memarkirkan sepeda motornya di Jl Arief  Lubis tepatnya di depan kantor Satlantas Polresta Medan, begitu sepeda motor terparkir pelaku langsung mendatangi korban berpura-pura menawarkan jasa bisa membantu proses pengurusan SIM dengan mudah. Yakin dengan rayuan pelaku, korban pun memberikan uangnya kepada pelaku, Setelah menerima uang dari korban pelaku pun menghilang.

Merasa dirinya tertipu, korban langsung melaporkannya kepada Provost dan menerangkan kronologi kejadian serta memberikan ciri-ciri pelaku. Setelah mendapat laporan tersebut Provost Satlantas Polresta Medan melakukan penyelidikan berdasarkan keterangan korban.

Mendapati dan menanggapi laporan tersebut, Kasat Lantas Kompol Budi Hendrawan melalui Wakasat AKP. S. Siagian di teruskan kapada Kanit. Reg.Ident. AKP. Imam memberi perintah kepada Provost sebagai Pengamanan di Satlantas Polresta Medan untuk melakukan penangkapan terhadap pelaku. Tak berselang lama, pelaku berhasil diringkus tanpa perlawanan dilokasi yang tak jauh dari lokasi Kantor Satlantas.

Usai memberikan keterangan dan mengakui perbuatannya, tersangka diserahkan ke Polsek Medan Timur guna menjalani pemeriksaan dan menjalani proses hukum yg berlaku.

Hasil pemeriksaan sementara dari Wakasat Lantas AKP. S. Siagian menjelaskan, sudah tiga orang yang menjadi korban dan melaporkan kasus penipuan ini dengan modus yang sama. Diantaranya, dua korban yang masih ada hubungan famili bernama Lestriana Damanik (52) dan Niko Afelina (50) warga Medan Kota Jl. Saudara Gg Baru I No. 20. Mereka juga tertipu oleh pelaku sebesar 800 Ribu Rupiah untuk proses pengurusan Sim C Baru, tersangka mengakui perbuatannya saat dikonfrontier kepada para korbannya.

Pelaku kerap melakukan aksinya di kawasan kantor Satlantas Polres Medan, pengakuannya, uang yang didapat dia gunakan untuk keperluan pribadi. “Kita tidak akan memberikan toleransi dan akan kita berikan tindakan tegas sesuai hukum yg berlaku ”, imbuh AKP. S. Siagian.

Hal serupa juga disampaikan oleh Kanit Reg. Ident. AKP. Imam yang menegaskan,agar masyarakat yang ingin mengurus SIM agar terlebih dahulu bertanya kepada petugas, ” bagi masyarakat, bertanyalah tentang proses pengurusan penerbitan Surat Izin Mengemudi (SIM) kepada Petugas kami bukan kepada orang lain atau Calo”, untuk menghindari dari aksi penipuan, tegasnya mengakhiri wawancara kepada awak BI.

saqnggahbuananews/Buser Indonesia/ Willy 

SPSDKDP Belawan Tangkap Kapal Ikan Pukat Gerandong

DSCN5157

Medan Belawan : Stasiun Pengawasan Sumber Kelautan dan Perikanan (SPSDKDP) Belawan Medan Sumut, menangkap kapal ikan KM  Andi I dan Andi II GT.6 No. 034/PHBLW  pukat gerandong tarik 2 kapal dikawasan perairan Jaring Alus Kabupaten Langkat Kamis, (30/10) sekitar pukul 16.00 Wib.

Untuk pengusutan lebih lanjut, kapal ikan bersama kedua orang tekong dan 4 ABK-nya langsung diseret ke Pelabuhan Perikanan Gabion Belawan. Dari kedua kapal tersebut petugas  menyita ikan segar ratusan kilo puluhan ratusan ikan busuk.

Menurut kepala SPSDKPP Belawan, Basri, ikan jenis pukat gerandong atau kapal ikan tarik 2 kapal ini ditangkap petugas Patroli dikawasan Perairan Jaring Alus Langkat saat kapal yang telah dilarang oleh Pemerintah ini melakukan penangkapan ikan menggunakan jarring yang ditarik 2 kapal.

Masih kata Basri, kedua kapal ikan ini disita oleh Pemerintah bersama peralatannya sementara kedua tekong dan para ABK-nya masih dalam pemeriksaan secara mendalam untuk mengetahui siapa pemilik kapal tersebut karena telah menangkap ikan tanpa surat izin.

Kedua tekong kapal ikan ini dikenakan pasal berlapis karena menangkap ikan tampa izin dan merusak terumbu karang dengan ancaman Hukuman selama 8 tahun penjara dan dikenakan denda sebesar 2 Milyar rupiah. Selain ancaman hukuman tersebut, kedua kapal beserta peralatannya disita untuk Negara Republik Indonesia . Saat ini kedua kapal pukat gerandong ini disandarkan didermaga TPI Pelabuhan Perikanan Gabion Belawan yang dijaga sejumlah petugas.

Sanggahbuananews/ Buser Indonesia

Tuntut Perbaiki Jalan Dan Jembatan Pada Gubsu Dan Walikota Sopir. Masyarakat Blokir Jalan

DSCN5139(1)

Foto terlihat puluhan Bus [PT Morina dan waga saat memblokir jalan .

Medan Belawan : Puluhan unit Bus PT. Morina yang rutenya dari Belawan menuju ke Pulau Sicanang Belawan bersama sopir dan warga melakukan aksi memblokir Jalan dengan cara melintangkan kendaraannya , sedangkan para sopir dan warga berada didepannya Selasa Pagi, (28/10).

Akibat aksi tersebut, arus lalu lintas yang menuju ke pabrik PT. Cipta Prima menuju kantor PLN, kantor PGN dan ke rumah sakit Kusta menjadi terhenti total. Puluhan kendaraan pengangkut seperti kontiner, bus karyawan terpaksa memarkirkan kendaraannya disepanjang jalan itu. Para guru dan sejumlah murid yang akan melakukan aktivitas belajar mengajar di Pulau Sicanang Belawan terpaksa kembali pulang kerumah mereka masing-masing karena tidak adanya bus yang membawa atau mengangkut mereka.

Perwakilan sopir bus PT. Morina Belawan Darius Sianipar  dan masyarakat minta kepada Gubenur Pripinsi Sumatera Utara H. Gatot Pujo Nugroho dan Walikota Medan H. Zulmi Eldin segera memperbaiki Jalan yang rusak bersama jembatan Titi II yang bakalan rubuh tersebut , agar warga masyarakat yang bermuungkim di Pulau Sicanang sana hidupnya menjadi sejahtera.

Masih menurut Darius Sianipar, Jalan ini rusak sudah cukup lama akibat dilalui kendaraan besar mengangkut barang matrial seperti truk tryler mengangkut alat-alat berat  proyek dan Dump Truk yang mengangkut tanah timbun. Aksi pemblokiran jalan rusak oleh para sopir PT. Morina dan warga ini cukup lama berlangsung.  Lurah Belawan Sicanang, Aidil Yusra yang tiba di lokasi langsung berdialog dengan para sopir dan warga  minta agar mereka  membuka jalan agar mobil pengangkut bahan bahan kebutuhan pokok warga bisa masuk ke Pulau Sicanang Belawan berikut Bus pengangkut para  karyawan dan karyawati dan bus pengangkut warga  lainnya dapat masuk.

Permintaan Lurah Belawan Sicanang ini mendapat sambutan yang baik dari puluhan sopir dan sejumlah warga langsung membubarkan diri dan membuka pemblokiran jalan sehingga jalan menjadi normal walau jalannya terseok-seok akibat jalannyam penuh lobang ibarat kolam ikan.

Sanggahbuananews/ Buser Indonesia

Polsek Belawan Sita 1 Kg Sabu Dari Bandar Narkoba

DSCN5143

Medan Belawan : Patroli Reaksi Cepat (PRC) yang dipimpin langsung oleh Kapolsek Medan Belawan, AKP. Boy J. Situmorang, SH. Si, MH pada Rabu lalu berhasil menggerebek rumah milik HZ warga Jalan Mesjid Kelurahan Bagan Deli Kecamatan Medan Belawan. Dari dalam rumah petugas menemukan sabu sabu sebanyak 1,029 gram yang disimpan didalam lemari ‘didalam tas warna hitam.

Pada Selasa 29 0ktober 2014 Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Aswin Sipayung SH menggelar perkara tersebut bertempat di dalam ruangan Kapolsek Belawan. Sebenarnya kasus penangkapan Bandar sabu, seberat 1,029 gram ini akan dipaparkan pada Senin 27 Oktober 2014, namun karena ada permintaan dari Polres maka pemaparannya dibatalkan dan akan dilanjutkan karena kabarnya, Kapolres Pelabuhan Belawan wajahnya mau tampil dilayar TV.

Tersangka HZ mengakui terus terang atas perbuatannya menyimpan sabu sabu seberat 1,029 gram yang disimpan didalam lemari di dalam tas warna hitam miliknya yang baru dibawa pulang dari Medan berisi sabu-sabu. Tersangka mengakui barang tersebut memang sengaja dipesannya dari warga Aceh yang indentitasnya masih dirahasiakan oleh petugas yang baru saja pulang dari Malaysia.

Kapolsek Medan Belawan AKP. Boy J. Situmorang kepada para wartawan membenarkan penangkapan HZ, HZ memang sudah lama menjadi target oprasi Tim Patroli Reaksi Cepat yang dipimpinnya. Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Aswin Sipayung dalam paparannya mengatakan bahwa penangkapan sabu sabu seberat 1,029 gram ini merupakan tangkapan yang terbesar diwilayah Hukum Polres Pelabuhan Belawan.

Untuk itu Polres Pelabuhan Belawan akan memberikan tanda penghargaan yang setinggi tingginyanya karena telah berhasil menangkap Bandar sabu berikut mengamankan barang buktinya sabu seberat 1,029 gram .

Sanggahbuananews/ Buser Indonesia

 

 

 

 

Imigrasi Kelas II Belawan Tahan 12 WNA. Kantor Rudenim Belawan Tempat Yang Nyaman Bagi WNA ?

DSCN5149

Ke 12 orang warga Negara asing yang saat ini ditahan dikantor Imigrasi Belawan.(Foto Dok : Sanggahbuananewas/BI)

Medan Belawan : Kantor Rudenim Belawan menjadi tempat yang paling empuk bagi warga Negara asing yang pencari suaka , karena di kantor rudenim Belawan ini mereka merasa nyaman dan bisa bebas menggunakan alat-alat elektronik, mendapat jatah makanan yang enak-enak dan mendapatkan uang sebesar Rp 1.250.000 setiap orangnya dari UNHCR.

Pada Rabu 28 0ktober 2014 lalu, kantor imigrasi kelas II Belawan kembali menampung 12 orang warga Negara asing, diantaranya, 11 orang warga Negara Myanmar dan 1 orang warga Negara Srilangka. Datang ke kantor Imigrasi menumpang Bus MPU.

Kedatangan 12 orang warga Negara asing ke kantor Imigrasi untuk ke kantor Rudenim, namun mereka dikantor rudenim ditolak petugas dengan alasan mereka tidak ada memiliki surat pengantar dari kantor Imigrasi Kelas II Belawan, maka calonya langsung mengantarkan ke 12 orang negara asing kekantor imigrasi Kelas II Belawan.

Ke 11 orang warga Negara Myanmar ini ada yang membawa istri bersama anaknya yang masih kecil-kecil dan hanya membawa pakaian untuk ganti sehari-hari dan memiliki kartu dari UNHCR yang menerangkan bahwa mereka adalah pengungsi.Sementara seorang dari rombongan itu yang berkewarganegaraan Srilangka bernama A Parthepan (22) tidak memiliki indeditas diri.

Kini ke 12 orang warga Negara asing ini ditahan dikantor Imigrasi Kelas II Belawan untuk menjalani pemeriksaan kemudian akan diserahkan kekantor Rudenim Belawan. Kepala kantor Imigrasi Kelas II Belawan, Bagus di wakili Ujang Cahyadi membenarkan pihaknya saat ini sedang melakukan pemeriksaan ke 12 orang warga Negara asing tersebut . Usai diperiksa nanti ke 12 orang asing ini akan diserahkan kekantor Rudenim Belawan.

Sanggahbunanews/Buser Indonesia

 

 

 

 

 

Rakyat Berhak Cabut Mandat DPR

Untitled

Oleh : Taufik Bsc

Anggota Forpi Sleman

Ketua Dewan Pengurus LSM DIY

Ketua Dewan LSM Goverment Indonesia Watch

Kinerja lembaga Dewan Perwakilan Rakyat mendapat sorotan tajam dari berbagai elemen masyarakat. Alat kelengkapan di DPR-RI maupun DPRD masih tak kunjung dapat diselesaikan. Suara rakyat yang sudah diberikan ternyata diabaikan, dan tidak dihargai. Wajar saja bila rakyat begitu sangat kecewa kepada para anggota DPR-RI yang tidak segera menyelesaikan masalah di internalnya.

Pertanyaannya, kapan mereka mau berbuat untuk kepentingan Bangsa dan Negara ini, Kinerja para dewan masih terus berkutat pada persoalan internalnya, dan telah mengabaikan kepentingan rakyat banyak. dagelan yang dilakoni para anggota dewan yang seharusnya terhormat ini sungguh memalukan, dan sudah mencoreng citra Lembaga tinggi Negara, harus ditolak dan tidak bisa ditolerir.

Harusnya sebagai anggota dewan yang terhormat mereka malu, sudah menerima gaji dari Negara namun belum memberikan kontribusi apapun kepada bangsa dan negara. Walau ada kemajuan atas gejolak di internal dewan masih tetap mencederai. Namun tidak sedikit pula diantara mereka bersikap dan mengaku malu dan prihatin terhadap kondisi yang terjadi. Setidaknya, sikap tersebut patut di apresiasi.

Anggota DPR-RI periode 2014 – 2019 sudah di lantik, namun perseteruan antara Koalisi Merah Putih (KMP) dan Koalisi Indonesia Hebat (KIH) di DPR-RI masih terus berlanjut yang bisa berdampak buruk berjalannya roda pemerintahan. Dengan ego-nya mereka sibuk memikirkan kepentingannya, rebutan mendapat kursi pimpinan. Jika struktur belum terbentuk, maka tidak ada tugas legislatif yang jalankan.

Tingkah laku mereka mengingatkan kita kembali yang pernah dikatakan mantan presiden RI, Abdul Rahman Wahid “anggota DPR tidak lebih dari pada taman kanak-kanak” dan syair lagu Iwan Fals Surat Buat Wakil Rakyat, Wakil rakyat seharusnya merakyat, jangan tidur waktu sidang soal rakyat. Semua dagelan yang sudah mereka dibuat dan pertontonkan tanpa rasa malu kepada seluruh rakyat Indonesia dinilai sudah cukup menjadi indikator ketidakpantasan mereka sebagai wakil rakyat di Parlemen.

Mewadahi kekecewaan masyarakat dan memperkuat kontrol terhadap parlemen. Mengingat carutmarutnya kinerja dan prilaku sebagian anggota DPR yang tidak negarawan yang sudah mempertontonkan dagelannya kepada seluruh rakyat Indonesia, maka kehadiran dan peranserta Lembaga Swadaya Masyarakat sebagai Kontrol Sosial di negeri ini sangat dibutuhkan.

Aksi mencabut mandat DPRD adalah sebuah bentuk pernyataan sikap akumulasi dari kekecewaan rakyat terhadap wakilnya di DPR-RI. Bersama dengan berbagai elemen masyarakat dan empat lembaga dewan di DIY, DPRD DIY, DPRD kota Yogyakarta, DPRD DPRD Sleman dan DPRD GunungKidul yang kecewa terhadap DPR-RI, yang hingga kini masih terus bergelut pada pimpinan di alat kelengkapan DPR-RI. Aksi justru menjadi media untuk menjelaskan kepada rakyat Indonesia bahwa asas musyawarah dan mufakat sudah lenyap.

Rakyat berhak mencabut mandat DPR dan DPRD yang mereka berikan melalui hak suaranya pada saat pemilu legislatif dengan tengat waktu. Bila persoalan di internal DPR-RI tidak dapat diselesaikan, maka rakyat bersama dengan berbagai lembaga dan elemen masyarakat diseluruh Indonesia mendatangi gedung DPR-RI untuk mengambil alih alat-alat kelengkapan dewan yang saat ini tidak kunjung dapat mereka selesaikan.

Salam Redaksi.