Lugas dan Terpercaya
TwitterFacebookGoogle

PT PELINDO I MEDAN TIDAK BECUS MENGELOLA PELABUHAN BELAWAN .

Belawan , Buser Indonesia

PT Pelindo I Medan yang mengelola Pelabuhan Belawan tidak becus terutama dikolam Pelabuhan Belawan tepatnya didermaga 201 tempat tambatnya kapal asal Jakarta yang akan  membongkar muatan kapalnya seperti kapal KM Fitria Paramitra bermuatan semen 3 roda sebanyak 5500 ton ini  kandas didalam kolam Pelabuhan Belawan .

Akibat kandasnya kapal ini sebanyak 128 orang tenaga kerja bongkar muat (TKBM ) yang akan membongkar muat semenn 3 roda sebanyak 5500 ton ini merasa kecewa berat karena kapal yang sudah 2 bulan ditunggu tunggunya itu tidak jadi dikerjakan karena kapal pengangkut semen tersebut kandas .

Menurut salah seorang TKBM, Suparman , sekitar 6 bulan yang lalu, kolam dermaga 201 pernah dikeruk dengan dana milyaran rupiah tapi mengapa kolam ini masih dangkal tidak bisa kapal ukuran 2000 ton merapat ledermaga .

Masih kata Suparman , diduga pengerukan kolam Pelabuhan Belawan ini dikerjakan oleh Dinas Pengerukan PT Pelindo I Medan itu asal jadi saja kerena mengaharapkan keuntungan yang besar dan bukan lumpurnya yang dikeruk dan diangkat menggunakan tongkang , melainkan airnya saja yang ditimba .

Karena tidak biasa mengerjakan pembongkaran semen maka seratus orang lebih tenaga kerja ini merasa kecewa berat karena telah terlalu lama menunggu kapal tersebut . Sementera itu inpormasi lain yang diperoleh wartawan ada yang mengatakan bahwa kapal KM Fitria Paramitra ketika masuk kedalam kolam Pelabuhan Belawan di Pandu dinas Kepanduan Pelabuhan Belawan dan kapal tersebut masuknya dipaksakan dan menjadi kandas .

Kapal pengangkut  semen KM Fitria Paramitra ini masuk kedalam kolam Pelabuhan Belawan pada Kamis 13 Maret 2014 sekitar pukul 20.30 wib dari Jakarta , seharusnya kapal tersebut muatannya sudah dibongkar namun karena kapalnya kandas maka muatannya tidak jadi dibongkar  . Kapal ini akan membongkar muatan semennya sebanyak 5500 ton setelah air laut pasang besar nanti dan kapalnya dapat merapat kedermaga 201 Pelabuhan Belawan .

Belawan , 14 Maret 2014 .

Foto terlihat kapal KM Fitria Paramitra yang kandas didalam kolam Pelabuhan Belawan .

PIPA MILIK PT PERTMINA DIBOR , RATUSAN WARGA BAGAN DELI PANEN MINYAK ITAM .

Belawan, Sanggahbuana /Buser Indonesia .

 

 

 

 

 

 

 

 

Pipa untuk menyalurkan BBM / Minyak Hitam dari kapal ditengah laut dari Lampu I yang pipanya dipasang disepanjang Jalan Raya Pelabuhan Belawan Selasa 11 Meret 2014 di Bor OTK mengakibatkan puluhan ton BBM tersebut tumpah dan menggenangi kolam yang ada ditempat terebut . Warga yang mengetahui adanya BBM tumpah didalam kolam langsung berbondong bondang datang membawa berbagai macam tepat seperti Tong , ember plastik, Drum dan palstik warna putih ukuran 50 Kg untuk tempat BBM tersebut . Kemudian BBM yang telah diisi kedalam trum dan tong tersebut dibawa pergi menggun akan mobil Pic Up , betor dan sepeda motor yang telah dipersiapkan sebelumnya . Menurut keterangan warga setempat , Borjun ( 30) dia bersama suaminya sekitar pukul 07.00 melintas dari tempat tersebut mau pergi kepajak pagi Belawan . Ketika menuju ke kota Belawan ditengah Jalan Raya Pelabuhan Belawan ada tumpahan minyak dan setelah ditelusuri ternyata minya yang tumpah tersebut asalnya dari pareta milik PT Pertamina . Akhirnya Borjun tidak meneruskan perjalanannya kepajak Belawan melainkan dia bersama suaminya langsung pulang mengambil 5 drum plastik bersama timba . Setibanya ditempat kedua pasangan suami istri ini langsung menimba minyak tersebut dari dalam paret dan akhirnya mereka mendapat 5 drum BBM dlam tempo 30 menit . Kemudian BBM tersebut dibawanya pulang dan diketahui oleh tetangganya dan para tetangga yang tau adanya tumpahan BBM langsung beramai ramai mendatangi lokasi dan ikut menimba BBM milik PT Pertamina yang tidak dijaga tersebut . Dilokasi pipa yang bocor tersebut tidak terlihat adanya petugas dari PT Pertamina maupun [petugas dari aparat Kepolisian , padahal kejadian tersebut sekitar 50 meter dari kantor Polres Pelabuhan Belawan . Hingga siang sekitar pukul 11.30 wib petugas dari PT Pertamina dan petugas dari Kepolisian tidak yang datang kelokasi , sementara BBM yang jumlahnya pulhan ton tersebut sudah bersih ditimba warga menggunakan ember dan kain . Kejadian pengeboran pipa milik PT Pertamina ini sudah yang kesekian kalinya terjadi dan para pelakunya tidak ada yang ditangkap oleh PT Pertamina maupun petugas Polisi . Pengeboran pipa milik PT Pertamina ini diduga adanya kerja samanya antara petugas dan pencuri , karena setiap ada kapal ditengah laut yang menyalurkan BBMnya ke Tanki Timbun PT Pertamina dikawasan Medan Labuhan , pipa tersebut setiap 1 jam sekali sering dikontrol oleh petugas Securiti PT Pertamina . Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Aswin Sipayung SH MH ketika dikonpirmasi wartawan mengaku tidak tau ada pipa milik PT Pertamina yang dibor otk . Setelah menerima inpormasi ini dari wartawan maka Kapolres langsung memerintahkan anggota untuk mengecek kejadian pemboran pipa PT Pertamnia tersebut . Belawan , 11 Maret 2014 . Foto terlihat seratusan warga saat memanen BBM .

LAUTDUA KAPAL IKAN PUKAT GERANDONG DIBAKAR MASA DITENGAH .

Belawan, Sanggahbuana/Nser Imdonesia.

 

DSCN3549       DSCN3550

Satu set kapal ikan tarik 2 kapal ,Lamparan Dasar alias Pukat Gerandong yang telah dilarang beroprasi oleh Pemerintah RI , kapal yang telah dilarang oleh Menteri Perikanan untuk beroprasi ini ternyata ,masih banyak beroprasi menangkap ikan di perairan Jaring Alus Langkat  .

Seperti  yang terjadi  pada Senin  10 Maret 2014 sekitar pukul 14 .00 wib 2 kapal ikan yang berpangkalan di Sei Deli Belawan milik Ateh warga keturunan Cina dibakar masa nelayan Jaring Alus Langkat hingga rangka  , sementara 6 orang  ABKnya  berhasil menyelamatkan diri dengana cara menceburkan diri ke laut .

Menurut berbagai keterangan yang berhasil dihimpun wartawan ini dari Belawan , kapal ikan tarik 2 kapal tanpa nama dan nomor selar ini  dibakar massa Jaring Alus Langkat karena telah merusak rumpun rumpun  ikan yang dibuat oleh masyarakat yang pada umumnya nelayan .

Masyarakat nelayan Jaring Alus Langakat , selama ini memang sudah lama menahan amarahnya , tapi pada Senin 10 Maret 2014 sekitar pukul 14.00 wib  amarahnya tak terbendung lagi  danmembakarkapal ikan Tarik 2 kapal hingga  hingga hangus dan tinggal rangka  .

Kejadian pembakaran kapal ikan tarik 2 kapal diperairan Langkat ini oleh Wakil Ketua HNSI( Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia ) , Sumatera Utara Effendi Pohan mengatakan bahwa kapal yang berpangkalan dikawasan Seli itu dibakarmassa nelayan Jaring Alus Langkat ,akibatnya pemilik kapal menderita kerugian ratusan juta rupiah .

Saat ini kedua kapal yang tinggal rangka ini oleh pemiliknya telah ditarik dari lokasi terbakarnya dan disandarkan di Sungai Deli tepatnya di Kelurahan Kampung Kurnia Kecamatan Medan Belawan .

Terlihat  dilokasi bangkai kapal ada  sejumlah  aparat petugas  dari Polres Pelabuahan Belawan , Dit Polair Polda Sumatera Utara , TNI AL dan aparat terkait lainnya melihat kapal yang telah hangus dimakan api akibat diBom molotof masa nelayan Jaring Alus Langkat yang tidak menghendaki kapal ikan tarik 2 kapal ini beroprasi .

Untuk mengatasi bentrok 2 kubu nelayan Jaring Alus Langkat dengan nelayan dari kawasan Sei Deli Belawan , aparat petugas langsung berkordinasi untuk meredam kejadian pembakaran kapal asal nelayan Belawan ini tidak sampai meluas .

Sementara tekong kapal Syaipul ( 45) bersama 5 orang temannya kini sementara tinggal dirumah pemilik kapal lamparan Dasar , Ateh yang  rumahnya  di Bantaran Sei Deli Belawan  . Pemilik kapal ikan tarik 2 kapal yang telah dilarang  Pemerintah tersebut , saat dikonpirmasi wartawan tidak bersedia  memberikan penjelasan  .

Belawan , 10 Maret 2014 .

Foto terlihat kapal ikan tarik 2 kapal yang dibakar nelayan tersebut tinggal rangka  .

 

2,3 Juta Rumah Di Indonesia Tidak Layak Huni. Terbanyak Pulau Jawa

Untitled

Medan/BI

Menteri Sosial RI Salim Assegaf mengatakan sebanyak 2,3 juta rumah tidak layak huni di Indonesia. Di Sumater Utara, Mensos juga mengaku masih banyak rumah tidak layak huni, namun ia mengaku tidak mengetahui persis jumlahnya.

“Dari jutaan rumah tidak layak huni yang ada di Indonesia itu terbanyak beradadi kepulauan Jawa, yaitu di Provinsi Jawa Barat, Jawa Timur dan Jawa Tengah. Hal itu dikarenakan banyaknya penduduk disana,”kata Salim Assegaf  usai memberikan bantuan kepada sejumlah masyarakat  Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) di Kecamatan Medan Sunggal, Jumat silam, (24/1).

Mensos Salim Assegaf mengatakan pihaknya telah menggelontorkan dana rehab untuk rumah tidak layak huni  sebesar Rp.10 juta rupiah/rumah. “Namun anggaran yang ada di Kementrian hanya cukup untuk merehab 15 ribu hingga 20 ribu rumah pertahunnya,”ucap Sali.

Dimana dana Rp10 juta/rumah itu, kata Salim bukan dimaksudkan untuk membangun rumah namun merupakan sarana untk membangun semangat kesetiakawanan sosial agar tidak ada lagi rumah layak huni di Indonesia.”Kriteria rumah tidak layak huni itu adalah atap,lantai dan dinding serta kakus tidak layak,”terangnya.

Menteri Sosial RI Salim Assegaf mengunjugi sejumlah masyarakat  Penyandang Masalah Kesejahteraan Sosial (PMKS) disejumlah tempat dikawasan Medan Sunggal yaitu Jalan Swadaya gang Sadar, dan Jalan Pinang Baris Gang Wakaf. Selain mengunjugi masyarakat PMKS itu, Mensos juga memberikan bantuan berupa paket Sembako dan uang tunai Rp 10 Juta.

sb

Program Salah Kelola

Oleh : Agung Putro Suhendro 

Pemred

Rakyat indonesia saat ini butuh sosok pemimpin yang lebih berani tegas dan yang terpenting lagi dapat dipercaya. Rakyat sudah bosan dengan berbagai kebohongan publik, rakyat disuguhi berbagai tontonan tingkah laku para oknum elite dipemerintahan yang sudah sangat keterlauan menyakit hati rakyat.

Wajar jika rakyat kemudian melakuka kritikan terhadap para pejabat melihat dan menyikapi kondisi yang ada. akibatnya, kewibawaan pemerintahan semangkin tergerus. Ada yang menilai, kebohongan pemerintah kadang diperlihatkan dengan polesan angka-angka statistic, sehingga ada yang menilai masih meragukan kebenarannya.

Secara subsansial program pro rakyat masih belum menyentuh pada akar persoalan, masih ada terdapat pilih kasih terhadap rakyat yang berhak sebagai penerima pada sasaran program, sehingga tak jarang menjadi salah satu faktor indikator pemicu yang akhirnya terakumulasi dalam bentuk gerakan atau tindakan agresif yang mengarah ke arah aksi anarkis.

Pemerintah punya hitungan, rumusan dan pertimbangan dalam mengambil kebijakan yang katanya demi rakyat, namun kebijakan yang kabarnya demi mensejahterakan rakyatnya tersebut kadangkala menyeleweng, tak tepat sasaran. Dari sekian banyak program yang pelaksanaannya tak tepat sasaran adalah program bedah rumah. Program ini sepertinya dijadikan sarana ajang pencitraan, tebar pesona bagi mereka yang punya kepentingan. Mereka yang punya berbagai kepentingan pribadi sepertinya acuh tak acuh, bakan cenderung tidak peduli memanfaatkan program ini sebagai sarana pencitraan dirinya.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono secara resmi meluncurkan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) bidang kesehatan dan ketenagakerjaan serta program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Pemerintah, menurut Presiden, menjamin rakyat miskin mendapatkan perlindungan kesehatan.

Pemerintah mengalokasikan dana Rp 19,93 triliun pada APBN 2014 untuk  menanggung biaya asuransi untuk penduduk yang tidak mampu dan rentan yang jumlahnya sekitar 86,4 juta. Rakyat miskin, katanya, dapat berobat dan dirawat secara gratis di puskesmas-puskesmas serta rumah sakit.

Namun pelaksanaannya masih jauh dari yang diharapkan. Masih saja ada rakyat yang menjerit lantaran harus dibebani berbagai syarat dan ketentuan yang memberatkan merekam bahkan dari pihak rumah sakit sendiri. Ironisinya lagi, walau terdaftar sebagai anggota BPJS, pihak rumah sakit tetap membenahi syarat yang tergolong sangat memberatkan, meminta jaminan surat berharga, seperti Sertifikat, BPKB kenderaan atau surat lainnya yang bernilai uang.

Carut marutnya tata kelola pelaksanaan program pengentasan kemiskinan rakyat dilapangan termasuk bidang pendidikan. Tata kelola bidang pendidikan merupakan fakta atas buruknya kualitas penyelenggaraan pendidikan di negeri ini. Keadaan menimbulkan tanda tanya dan keheranan, bahkan melahirkan kekecewaan. Rakyat harus menelan pil pahit lantaran tata kelola yang tak becus.

Pemerintah sudah mengelontorkan dana untuk bidang ini, namun masih saja ada pihak sekolah yang tetap menarik berbagai pungutan. Sungguh keterlaluan, sangat memilukan dan memalukan. Pihak sekolah melakukan pungutan kepada orang tua murid, mulai dari dana partisipasi sampai-sampai dana untuk guru yang dimutasi, pensiun bahkan untuk pernikahan anak guru pun harus dibebani sang murid.

Citra buruk oknum-oknum aparatur pemerintah sepertinya menjadi hal yang biasa bagi pimpinannya, mereka bukan tidak tau, tetapi lebih cenderung tidak mau tau, tidak tertutup kemungkinan mereka ini menerima sejumlah setoran dari bawahannya untuk mengamini berbagai kebijakan yang melenceng, yang dibuat bawahannya.

Menjalankan sistem pendidikan dan kebijakan merupakan tanggung jawab mereka para pemimpin diwilayah kerjanya, termasuk para pemimpin negeri, di tingkat bawah, rakyat menuntut tanggung jawab mereka terhadap sistem kebijakan yang mereka kelola, peraturan yang memberatkan, tumpang tindih, bahkan cenderung tidak konsisten.

Pengentasan kemiskinan sepertinya hanya wacana yang cenderung di jadikan sebagai produk yang layak jual. Kuping, mata, telinga mereka sepertinya sudah tertutup oleh tahta. Kemiskinan yang diderita oleh penduduk Indonesia belumlah selesai, wajar saja jika masih banyak rakyat di negeri ini yang masih mengalami berbagai macam himpitan hidup, sampai-sampai ada yang menderita gizi buruk bahkan ancaman kelaparan.

Kebutuhan sandang, pangan, papan, sekaligus kebutuhan akan kesehatan, pendidikan, dan keamanan adalah hak semua orang, termasuk si miskin. Kebutuhan tersebut dikemas dengan berbagai program yang seharusnya dikelola dengan semestinya oleh mereka para pejabat, agar benar-benar tepat sasaran dan sesuai aturan yang ada. Kepedulian mereka para pejabat, pemimpin negeri kepada rakyatnya adalah amanah, dan amanah akan dimintai pertanggungjawaban.

Salam Redaksi

PETUGAS POLRES PELABUHAN BELAWAN TEMBAK PERAMPAS KOTAK SUARA BERSENJATA API .

Belawan,Buser Indonesia / Sanggahnuana

DSCN3481 DSCN3485 DSCN3488 DSCN3489

hendrik-rompas . 3 orang tersangka perampasan kotak suara pemilihan umum menggunakan kendaraan mobil Toyota Kijang BK 1471 OG dan bersenjata api  dikecamatan Labuhan Deli berhasil dibekuk petugas Polres Pelabuhan Belawan , salah seorang terpaksa ditembak karena berusaha melawan petugas ketika ditangkap pada Jumaat 21 Februari 2014 siang dikawasan Jalan Raya Labuhan Deli .

Untuk pengusutan ketiga tersangka langsung diboyong petugas ke Mako Polres Pelabuhan Belawan berikut menyita 1 unit mobil Toyota Kijang Avanza BK 1471 0G dan 1 pucuk sejata api jenis Pistol Col , sedangkan kota suara berhasil diamankan petugas kemudian diserahkan kekantor Camat Labuhan Deli .

Menurut berbagai keterangan yang berhasil dihimpun wartawan di Mako Polres Pelabuhan Belawan , ketiga tersangka perampasan kotak suara hasil pemilihan Umum di TPS 1 Kecamatan Labuhan Deli ini atas suruhan salah seorang calon Legislatif yang menilai Pemilihan di TPS tersebut tidak jujur dan merasa dicurangi .

Karena di TPS tersebut penghitungan kertas suaranya tidak jujur maka calon Legislatif ini menyuruh ketiga tersangka untuk merampas kotak suara yang  dibawa kekantor Camat Labuhan Deli untuk disimpan .

Aksi perampasan kotak suara hasil penghitungan sementara ini berjalan seru , kotak suara yang diantarkan kekantor Camat Labuhan Deli menggunakan becak bermesin ini dan  pengawalan ketat petugas Polres Pelabuhan Belawan setibanya ditempat sepi di langsung dipepet mobil Toyota Kijang warna gelap .

Setelah berhasil memepet kendaraan becak yang membawa kotak suara , dari dalam mobil Toyota Kijang ini turun 2 orang penumpangnya dan langsung merampas kotak suara . Setelah berhasil kedua orang tersebut langsung memasukkan kota suara tersebut kedalam mobil dan langsung kabur meninggalkan becak ditengah jalan .

2 orang pengantar kotak suara tersebut langsung melaporkan kejadian ini ke Polres Pelabuhan Belawan menggunakan hp , sekitar 1 jam kemudian petugas yang telah menerima inpormasi perampasan kotak suara ini langsung memburu para pelakunya yang telah diketahui ciri cirinya .

Sekitar 1 jam kemudian mobil para tersangka berhasil dibuntuti petugas dan langsung disergap , namun para pelaku perampasan kotak suara ini berusaha memacu kendaraanya hingga salaing kejar mengejar ditengah jalan yang terlihat sepi tersebut .

Akhirnya petugas berhasil memotong dan menyalip mobil yang dikendarai ketiga pelaku perampasan kotak suara itu . Petugas tampa membuang waktu langsung memerintahkan penumpang mobil tersebut segera turun dan mengangkat tangannya diatas kepala .

Sopir dan penumpang yang duduk didepan langsung turun dari dalam mobil dan tampa sempat melawan langsung diringkus petugas , namun salah penumpang yang duduk dibahagian bangku tengah tak mau turun maka petugas langsung memberikan peringatan tembakan keudara agar tersangka turun dari kendaraanya .

Tersangka langsung turun dari atas mobilnya dan lari sambil mencabut senjata api jenis Pistol dan mengarahkan kepetugas , tampa membuang waktu petugas langsung menembak tersangka dibahagian kaki kirinya dan akibatnya tersangka tersungkur ketanah .

Tersangka langsung dibekuk petugas kemudian dimasukkan kedalam mobil dan dibawa ke RS Bhayangkara di Medan , setelah projektil peluru dikeluarkan oleh dokter kemudian dibawa ke Mapolres Pelabuhan untuk menjalani pemeriksan .

Dimako Polres Pelabuhan Belawan ketiga tersangka mengaku bernama Jhohan Latuperisa (35), Dodi Sigantang (38) dan Jhon Rohi ketiganya asal Papua ini mengaku diperintah oleh salah satu Kandidat dari Partai INI untuk merampas kotak suara dengan bayaran Rp 5Milyar .  Adegan diatas adalah Simulasi Sispam Kota dalam menghadapi ancaman Kontijensi Pemilu 2014 diwilayah Hukum Polres Pelabuhan Belawan dalam rangka 0prasi Mantap Brata 2014 . Acara ini disaksikan oleh seluruh aparat terkait di wilayah Hukum Polres Pelabuhan Belawan .

Foto terlihat salah seorang pelaku perampasan kotak suara yang berhasil dilumpuhkan petugas dengan timah panas sedang dipapah .

CALON ANGGOTA DPR DAN GURU SMP ISLAMIYAH MENGANIAYA MURID DILAPORKAN KEPOLRES PELABUHAN BELAWAN .

Belawan,Buser Imdonesia/ Sanggahbuana

DSCN3521 DSCN3522

hendrik-rompas . Salah seorang calon anggota DPRD Medan dari Partai PKS dan menjadi Guru disebuah Yayasasan Perguruan Islam di Jalan Cileduk Lingkungan 24  Kelurahan Belawan II , Fachri Spd , dilaporkan orang tua korban penganiayaan ke Polres Pelabuhan Belawan februari 2014 lalu karena menganiaya anak muritnya sendiri hingga memar dibahagian wajahnya .

Menurut orang tua korban , Khamaruddin Sitorus (35 ) warga Lorong Papan Lingkungan 28 Kelurahan Belawan I Kecamatan Medan Belawan selaku orang tua korban Andika Pratama Sitorus  ( 12) mengatakan kepada wartawan Senin 03 Maret 2014 bahwa salah seorang calon anggota DPRD Kota Medan dari Prtai PKS , Fachri Spd  yang saat ini sebagai pengajar di SMP Yasyasan Islam Bidang Matematika di Belawan telah dilaporkan karena menganiaya anaknya hingga lembam lembam .

Aibat penganiayaan tersebut , korban Andika Pratama Sitorus ketika itu 2 hari tak makan karena sakit lehernya dicekik oleh terlapor yang pada saat  itu mengajarkan mata pelajaran Matematika kepada murit muritnya .

Menurut korban , kejadian itu berawal ketika korban dan temannya  berkelahi , oleh gurunya kejadian itu dipisah dengan cara korban ditampari wajah dan dagunya ditinju , sedangkan lawannya dibiarkan tidak mendapat hukumunan seperti dirinya .

Seketika itu korban yang merasa kesakitan dan wajahnya lembam lembam ini langsung pulang kerumahnya dan mengadukan kejadian yang baru dialami kepada kedua orang tuanya . Kedua orang tua korban saat menerima pengaduan  langsung mendatangi kerumah sekolah anaknya dan menemui guru yang mengajar dengan cara Coboy ini , namun sang guru saat ditemui kedua orang tua korban sudah pulang .

Masih menurut Khamaruddin Sitorus , 2 hari anaknya itu  tidak bisa makan dan tidak sekolah sementara Calon anggota DPRD dan guru yang telah menganiaya anaknya ini malahan melintas didepan rumahnya dan bukannya singgah minta maaf malahan langsung pergi mengendarai sepeda motornya .

Karena merasa disepelekan maka Khamaruddin Sitorus langsung melaporkan kejadian yang menimpa anaknya itu ke Polres Pelabuhan Belawan sesuai dengan nomor Laporan : LP /102/I/2014 SPKT I Tanggal 29 Jnuari 2014 yang diterima Aiptu Pol  Rumapea Kanit I SPK Terpadu .

Orang tua korban minta Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Aswin Sipayung SH MH agar menindak lanjuti  pengaduannya , bila Polres Pelabuhan Belawan tidak menindak lanjuti laporan orang tua korban maka  akan mengadu ke Kapoldasu dan Komnasham .

Saat ini menurut orang tua korban , anaknya telah dipindahkan kerumah sekolah lain karena anaknya tersebut tak mau bersekolah ditempat yang mengajar Coboy . Dia , korban troma melihat guru yang bengis ini .

Foto korban saat didampingi orang tuanya .

WAKA POLDA SUMATERA UTARA BUKA SEMINAR KEPOLISIAN PERAIRAN .

Belawan ,Sanggahbuana/ BS

DSCN3528     DSCN3532

hendrik-rompas . Wakil Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara Brigjen Pol Drs Busarudin SH, MH mewakili Kapolda Drs Syarief Gunawan , secara resmi membuka seminar sehari tentang Kepolisian Perairan bertempat di ruangan Aulla Wira Bahari Dit Polair Polda Simatera Utara di Belawan .

Seminar sehari dengan thema : Eksitensi Kepolisian Perairan Polda Sumatera Utara dalam Pelaksanaan Harkamtibmas dan Gakkum di wilayah Hukum Polda Sumatera Utara ioni dilaksanakan dalam rangka untuk menanggapi Draf Revisi Undang Undang Nomor 6 Tahun 1996 tentang Perairan pada Pasal 24 dan 25 tentang pembentukan Bakamla dalam bentuk naskah akademik .

Badan Keamanan Laut ( Bakamla ) yang semula dikenal dengan nama Badan Kordinasi Keamanan Laut (Bakorkamla ) , Dengan dikeluarkannya peraturan Presiden ( Perpres) No 39 Tahun 2013 tentang rencana kerja Pemerintah Tahun 2014 serta persetujuan Presiden Republik Indonesia tanggal 24 Desember 2013 tentang tentang Revitalisasi Bakorkamla menjadi Bakamla .

Acara seminar sehari ini diikuti oleh seluruh para pejabat Utama Kapoldasu , Pejabat Dit Polair Polda Sumatera Utara dan para intansi terkait diwilayah Sumatera Utara ini .

Meskipun Oprasional ada dibawah Bakamla Sumber Daya Manusia tetap dari 12 Stake Holder lain , seperti Bakamla masih membutuhkan alat utama sistem senjata ( Alutsista ) dari TNI AL , untuk soal kriminal di Laut  , pihak Kepolisian masih menjadi garda terdepan penegakan Hukumnya .

Mengingat betapa penting dan stragisnya tentang perairan Indonesia yang meliputi Laut Teritirial Indonesia , perairan ,Kepulauan dan perairan pedalaman dan ruang Udara diatasnya serta dasar Laut dan tanah dibawahnya termasuk sumber kekayaan alam yang terkandung didalamnya , harus mampu kita jaga dan kita amankan sebagaimana mestinya susuai  dengan per Undang Undang yang berlaku , kata Wakil Kepala Kepolisian Sumatera Utara ini ketika membacakan amanat Kapoldasu .

Mederatgor seminar sehari ini adalah AKBP Didik Miraharja SH,MH Bidkum Polda Simatera Utara sedangkan nara sumbernya  AKBP Bambang Rahayu Pakar Polisi Perairan dari Mabes  dan dari Universitas Sumatera Utara Arief SH, MH . Usai acara seminar sehari seluruh peserta diberikan sertipikat dari Dit Polair Polda Sumatera Utara yang ditanda tangani oleh Drs Ario Gatut Kristianto dan Tri Septiyadi Astono SH, MH .

PULUHAN TON BESI PAGAR MILIK PEMKO MEDAN RAIB DARI TEMPATNYA .

 

DSCN3525  DSCN3526

Belawan , hendrik-rompas . Seluruh pagar taman yang dibangun Pemko Medan beberapa tahun  lalu menggunakan besi di Kecamatan Medan Belawan kini telah raib dari tempatnya  , hilangnya  besi diduga ada kerja samanya antara pencuri dengan pihak petugas  .

Besi pagar yang hilang dari Taman Taman tersebut jumlahnya puluhan ton dari mulai kawasan Jalan R Sulian , Simpang Jalan Serma Hanafiah Belawan , di Jalan Tool Simpang Kampung Salam , di Jalan Raya Pelabuhan Belawan tepatnya didepan Pos Lalu Lintas Polres Pelabuhan Belawan dan didepan pabrik PT PHG menuju ke Pelabuhan Peti Kemas Gabion Belawan  .

Pelaku ketika mengambil besi besi ini dengan cara pondasi tempat ditanamnya besi dirusak dipukul menggunkan martel , kemudian besi besi ini diangkut menggunakan mobil Pic Up selanjutnya dibawa ke pembelinya  di Belawan .

Kini seluruh taman taman yang ada di Belawan tidak ada lagi pagar besinya karena telah raib dari tempatnya semula , Camata Medan Medan Belawan Drs Said Chaidir ketika dikonpirmasi wartawan baru baru ini tidak bersedia mmemberikan penjelasan atas raibnya besi pagar yang dibangun Pemko Medan tersebut .

Sementara itu Komandan Dan Ramil Belawan Kapten ( INF ) Mustakim , pihaknya merasa sedih melihat taman yang dipahari dengan besi untuk memperindah kota Belawan sudah raib dari tempatnya , karena sudah hilang mau dibilang apa , nanti dibangun kembali .

Harapan masyarakat Belawan , maunya Pemko Kota Medan itu membangun taman jangan asal bangun saja , segi keselamatan bangunannya juga harus diperhatikan . Pemko Medan membuat taman taman yang dipagar menggunkan pagar besi tersebut bertujuan sangat baik untuk memperindah kota Belawan tapi masyarakat Belawan nampaknya tidak sampai kesitu pemikirannya .

Belawan , 03 Maret 2014 .

Foto terlihat sejumlah taman yang dipagar dengan besi , yang besinya telah raib dari tempatnya .