Lugas dan Terpercaya
TwitterFacebookGoogle

Progres PAD Triwulan-II Thn. 2013, Kab. Blitar Lampaui Target

untitled

Kepala Inspektorat Achmad Lazim (Kiri), Asisten Ekobang Miftah (tengah) & H. Ismuni Kadin Pendapatan (kanan).

(Foto Dok : BI/Petrus)

Blitar/BI,

Pemerintah Kabupaten Blitar mengadakan Rapat Evaluasi Progres Penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) pada Triwulan II Periode 1 Januari s/d 30 Juni 2013, bertempat di gedung Korpri Pemkab Blitar (11/7/2013).

Rapat yang membahas dan mengevaluasi serta mencari solusi Proges penerimaan PAD Triwulan-II tahun 2013 tersebut dihadiri oleh 15 kepala SKPD selaku Pemungut PAD dan dihadiri juga oleh Asisten Ekobang Drs. H. Miftah, Msi, Kepala Inspektorat Achmad Lazim, SE, MM, serta kepala dinas Pendapatan H. Ismuni SE, MM.

Mengingat bahwa walaupun secara Global/Keseluruhan PAD yang disetorkan ke Kas Daerah oleh masing-masing SKPD selaku leading sektor pemungut PAD dalam Triwulan-II di tahun 2013 ini telah mencapai  58,93%, namun masih ada beberapa SKPD yang progres penerimaannya masih di bawah target yaitu 40%.

Hal ini tertuang secara rinci dalam rapat evaluasi tersebut yang sekaligus juga membahas kendala serta solusi dari masing-masing SKPD yang belum memenuhi target penerimaan PAD, sehingga diharapkan keterlambatan target dari masing-masing SKPD tersebut bisa di kejar di dua Triwulan berikutnya. Untuk diketahui bahwa Pemerintah Kabupaten Blitar di tahun 2013 ini menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebesar  Rp. 96,052,863,495,- target PAD tersebut mengalami kenaikan kurang lebih sebesar 10% jika dibandingkan dengan Tahun 2012 yang hanya sekitar Rp. 86 Milyar.

H.Ismuni SE, MM, Kepala Dinas Pendapatan Kabupaten Blitar ketika dikonfirmasi Buser Indonesia mengatakan pihaknya sangat optimis bahwa perolehan target PAD akan tercapai pada akhir Triwulan ke empat pada bulan Desember 2013 dan Insa Allah akan melebihi target yang telah ditetapkan oleh Bupati sesuai dengan SK Bupati Blitar No.188/192/409.012/KPTS/2013, Tentang Penetapan Target Pendapatan Asli Daerah Tahun 2013.

Lebih lanjut H. Ismuni menjelaskan bahwa sesuai dari Hasil rekapitulasi Penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) kabupaten Blitar pada Triwulan-II Periode 1 Januari s/d 30 Juni 2013 ini saja secara Keseluruhan PAD yang telah disetorkan ke Kas Daerah oleh masing-masing SKPD per tanggal 11 Juli 2013 sudah mencapai  58,93%, progres ini jelas telah melebihi Penetapan target PAD berdasarkan SK Bupati Blitar yaitu sebesar 40 % pada Tirwulan Kedua di tahun 2013 ini, ujarnya.

Secara rinci bahkan H. Ismuni menjelaskan kepada Buser Indonesia tentang SKPD mana saja yang belum mencapai target penerimaan sebesar 40% pada Triwulan kedua tahun ini, sesuai dari laporan penerimaan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang dibahas dalam rapat pada tanggal 11 Juli 2013 tersebut bahwa diantara 15 kepala SKPD selaku Pemungut PAD, masih ada beberapa SKPD yang pencapaiannya masih dibawah 40% seperti misalnya Dinas PU Bina Marga dan Pengairan yang baru mencapai 28,14%, Dinas PU Cipta Karya dan Tata Ruang baru mencapai 26,35%, Dinas Perikanan dan Kelautan baru mencapai 39,38%, Dinas Kesehatan bari baru mencapai 20,45%,

Selanjutnya, Dinas Kehutanan dan Perkebunan baru mencapai 36,74%, serta Dinas Porbudpar yang baru mencapai 37,01%. Tentang belum tecapainya Target sebesar 40% dalam Triwulan-II tahun 2013 sesuai dengan surat keputusan Bupati Blitar, dari ke enam SKPD tersebut dalam rapat Evaluasi juga sudah dibahas secara detail tentang apa saja yang menjadi kendala dilapangan dan upaya/solusi dalam mengatasi masalah tersebut bagi SKPD–SKPD yang belum mencapai target 40 %.

Namun demikian Kadispenda Kabupaten Blitar H.Ismuni tetap optimis dan menyampaikan harapannya kepada SKPD-SKPD yang belum mencapai target 40% supaya lebih ditingkatkan lagi dalam upaya memungut PAD sesuai dengan obyek yang telah ditentukan oleh Bupati, sehingga pada akhir tahun Triwulan ke empat bisa sesuai dengan target yang diharapkan. Dan untuk SKPD yang telah mencapai target pihaknya mengucapkan terimakasih dan tetap berupaya lebih optimal lagi dalam memungut Pendapatan Asli Daerah ungkapnya.

BI/PET

WARGA NEGARA MALAYSIA BAKAR KANTOR IMIGRASI BELAWAN .

Belawan Sanggahbuana, hendrik-rompas .

DSCN2211

Salah seorang warga Negara Malaysia yang sedang ditahan petugas Imigrasi Kelas II Belawan di Jalan Serma Hanafiah Belawan  hari Senin 15 Juli 2013 dini hari sekitar pukul 02.30 wib membakar ruangan tahanan tempatnya ditahan . Menurut keterangan tersangka bahwa pembakaran ruangan tahanan itu karena tersangka mau bunuh diri karena ketika tersangka melakukan bunuh diri pada hari Jumaat lalu gagal dan korban berhasil diselamatkan petugas  .

Menurut  keterangan  Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Belawan H Sunardi SH bahwa tersangka pada Hari Rabu tanggal 10 Juli 2013 sekitar pukul 13 .00 wib ditangkap warga Pasar 3 Medan Marelan karena dicurigai akan melakukan tindak kejahatan .

Setelah ditangkap warga ternyata ketika ditanyai , tersangka ini mengaku warga Negara Malaysia yang baru 1 bulan lalu menikah dengan  seorang wanita bernama Herni ( 24 ) warga Pasar 3 Medan Merelan yang kini menetap di Binjai .

Atas keterangan tersangka kepada warga , warga bukannya mempercayainya walau tersangka ada memiliki  Paspor yang telah Kadaluwarsa selama  2 tahun ( telah mati ) maka tersangka oleh warga yang menangkapnya langsung menyerahkannya kekantor Imigrasi Kelas II Belawan  .

Ketika warga Pasar 3 Medan Marelan menyerahkan warga Malaysia ini kekantor Imigrasi Kelas II Belawan tersangka ini dalam keadaan sehat sehat saja dan mengakui telah beristri dengan warga Medan Marelan .

Setelah tersangka ini usai diperiksa petugas Imigrasi kemudian langsung dimasukkan kedalam  ruangan tahanan dfan ketika itulah tersangka terlihat mulai stress , pada Jumaat tanggal 10 Juli 2013 siang tersangka ini mencoba bunuh diri dengan cara kepalanya diantukkan pintu yang berhererjak besi dan akibatnya kepalanya bocor .

Dan pada Senin pagi sekitar pukul 02.30 wib tersangka strsnya kembali kumat dan bermaksut mau bunuh diri lagi dengan cara membongkar lemari berisi berkas berkas lama dan membakarnya . Namun api yang membakar berkas diruangannya , tersangka tak tahan panas maka berteriak minta tolongaa kepada petugas jaga .

Petugas jaga kemudian mendobrak pintu ruangan tahanana dan berhasil mengeluarkan tersangka yang dalam keadaan sekarat , tersangka langsung dibawa petugas Imigrasi ke Rumah sakit TNI AL Belawan untuk menjalani perwatan luka lukanya .

Sermentara  itu Kadiv Ke Imigrasian Sumatera Utara Rostanof , SH, MA yang langsung datang kekantor imigrasi Kelas II Belawan ketika dikonpirmasi wartawan saat berbincang bincang dengan Ka Imigrasi Kelas II Belawan H Sunardi SH mengatakan masalah tersebut tersangka sudah diserahkan ke Polres Pelabuhan Belawan untuk mengusutnya .

Polisi Tak Mampu Menindak Aksi Premanisme

preman

D.Serdang/SB

Warga Desa Helvetia dan Manunggal, Kec. Labuhan Deli, Kab. Deli Serdang, Prov. Sumatera Utara, beberapa bulan terakhir ini resah, atas aksi ala premanisme, yang dilakoni sekelompok pemuda, yang mengatasnamakan organisasi kepemudaan.

Hal itu disampaikan beberapa kalangan masyarakat, Minggu (23/6) kepada wartawan, sehubungan keresahan yang dialami sejumlah korban, dari masyarakat setempat, yang dilakukan oleh FA cs, sehingga hal itu perlu mendapat penanganan serius oleh pihak Kepolisian.

Dikabarkan, kalangan masyarakat bahwa, ada sejumlah kasus tindakan kriminal, yang dialami sejumlah warga dua desa, baik penganian, penculikan, dan pemerasan, yang diduga dilakukan oleh kelompok FA cs, kemudian dilaporkan kepada Kepolisian setempat. Namun penanganan kasusnya tidak serius, sehingga para pelaku tidak mendapat tindakan yang berarti, sehingga para pelaku kembali bebas, melakukan hal yang jelas-jelas yelah melanggar hukum, tegas kalangan masyarakat setempat.

Menurut masyarakat lagi, seperti contoh kasus yang dialami, Bambang als Kiki, (20) warga pasar V Desa Helvetia, Kec. Labuhan Deli, Kab. Deli Serdang, pada Jum’at (14/6) lalu, para pelakunya sudah dilaporkan pihak korban kepada Kepolisian setempat perihal penculikan dan penganiayaan, yang diakukan oleh diduga para pelaku FA cs, namun sama halnya hingga saat ini, tidak mendapat penangnan serius pihak Kepolisian setempat.

Penganiayaan, juga dialami oleh Hadian, (48) warga Jalan Perjuangan, Dusun VI, Desa Manunggal, Kec. Labuhandeli, Kab. Deliserdang, yang diduga dilakukan FA cs, pada 14 Maret 2013 lalu. Sesuai surat laporan kepolisian No. STPL/6238/ IV/ 2013/ SU/ PEL-BEL/ Sek-Medan Labuhan, namun hingga saat ini, juga belum mendapat penanganan serius. Selain laporan resmi yang dialami kedua korban tersebut, juga dialami sejumlah korban, yang enggan untuk melaporkanya kepada pihak Kepolisian,

Agar hal serupa tidak dialami warga yang lainnya, diminta kepada jajaran petinggi Kepolisian untuk dapat turun tangan mengatasi berbagai bentuk premanisme yang menggangu dan menjadi momok bagi masyarakat.

Sejauh apa peran Kepolisian sebagai pelayan sekaligus sebagai pelindung masyarakat, harusnya dalam setiap penanganan berbagai tindak pelaku premanisme tidak menimbulkan keresahan, tetapi penanganan dilakukan secara professional, tidak hanya selogan-selogan, sehingga masyarakat yang membutuhan perlindungan hukum, tidak pesimis menilai pihak Kepolisian RI, tidak tegas dan terkesan takut kepada pelaku premanisme terlebih adanya oknum tertentu yang diduga memback up para pelaku.

Gus/BI/SB

Terkait Bansos Ternak. Usut Mantan Kadistanla Kota Medan

sapi

Medan, SB

Mantan pelaksana tugas (PLt) Kepala Dinas Pertanian dan Kelautan (Kadistanla) Kota Medan, Ir Emilia Lubis, diduga melakukan penyaluran “Fiktif”, atas bantuan ternak lembu, yang disalurkan kepada para kelompok ternak, di Kecamatan se-Kota Medan.

Informasi yang diperoleh dari beberapa sumber disebutkan, adanya dugaan bantuan fiktif tersebut, karena setiap kelompok ternak  yang diberikan bantuan, tidak sesuai aturan dari petunjuk teknis yang sudah digariskan  Pemerintah.

Kabar yang diterima, bantuan penerima Bansos Dinas Pertanian dan Kelautan Kota Medan penyaluran bansos terarah kepada Kelompok ternak yang itu-itu saja.

Hasil komfirmasi pada BW ketua Kelompok ternak yang menerima bantuan, yakni Kelompok Ternak Serba Jadi Kelurahan Tanah 600 Kecamatan Medan Marelan, menegaskan mereka mendapat bantuan sosial berupa Sapisebanyak  20 ekor, namun per-ekornya diminta Rp. 3.000.000 oleh Emilia, “dalam tiga tahun ini saya telah menerima bantuan 2 (dua) kali, yang menyerahkan Plt. dinas Pertanian dan kelautan dan penyuluh lapangan”. Ungkapnya. Temuan BI di kandang yang tak jauh dari rumah ketua kelompok terdapat 20 ekor dan di kandang pinggir sungai bedera ada  40 ekor.

Bulan Februari  2013, terakhir BW mendapat bantuan sapi dari Plt Kadistanla, namun saat dikonfirmasi keanggotaan, BW tidak dapat menunjukkan nama-nama anggota kelompok. Temuan bahwa Plt. Kadistanla memiliki sertifikat kepemilikan sapi yang berada di kandang BW sebanyak 40 ekor yang sebelumnya dikatakan BW adalah bantuan sosial Distanla. Sertifikat dikeluarkan oleh lurah Tanah 600, Herwan Hb. Adanya dugaan Bansos Sapi Fiktif  yang akan digelapkan oknum PLt .Kadis Pertanian dan Kelautan Kota Medan.

saat tim dari media SanggahbuanaNews.Com dan Surat Kabar Buser Indonesia melakukan komfirmasi Via HP pada Mantan Lurah Tanah 600, Herwan Hb, Lurah mengakui membuat surat keterangan kepemilikan Sapi atas nama ibu Ir. EL. Sinyalemen Adanya dugaan pengelapan Bansos sapi oleh Mantan PLt. Kadis Pertanian dan Kelautan Kota Medan kian jelas.

Temuan ini baru satu Kecamatan, bagaimana dengan kecamatan lainnya, seperti dikecamatan Medan Deli di Kelurahan Mabar Hilir, Kelompak Ternak Mawar yang menerima Bansos Sapi 20 ekor. Hasil komfirmasi pengurus kelompok tersebut menegaskan, bantuan yang diterima 20 ekor sapi dan baru membayar Rp.20.000.000,-  kepada PLt Kadis Pertanian dan Kelautan, “memang ada janji tidak tertulis untuk memberikan uang kepada ibu Plt Kadis Ir EL” ungkapnya.

Aroma tak sedap adanya dugaan praktek nakal yang dilakukan Ir. Emilia Lubis semangkin terasa saat wartawan mencoba beberapa kali menghubungi Ir. EL lewat ponselnya untuk di konfirmasi, namun tidak pernah mendapat jawaban. Terkait adanya dugaan proyek Pengadan bansos sapi “fiktif” ini, pihak yang berwenang agar segera mengusut dan memeriksa Ir. Emilia Lubis.

Agus/BI/SB

Pelantikan PAC PP Medan Helvetia. Drs. Boike Turangan : Narkoba Musuh Utama PP

PP

Medan/SB

Acara pelantikan PAC PP Medan Helvetia yang diselenggarakan pada Sabtu,( 25/5) di lapangan Parkir PRSU Jl. Gatot Subroto Medan. Pelantikan ini dihadiri jajaran 21 PAC Sekota Medan, MPC PP Kota Medan, MPC PP Deli Serdang, Lembaga Srikandi, MPC Medan, MPW PP Sumut, dan Pinisepuh se-Indonesia H. Yan Paruhum Lubis alias Ucok Majestyk.

Pelantikan ini bukanlah untuk ogah-ogahan, tapi untuk membentuk para kadernya agar memahami nilai-nilai Pancasila dan dapat berbaur ditengah-tengah masyarakat khususnya masyarakat Kecamatan Medan Helvetia.

Dalam acara pelantikan tersebut MPO Kecamatan Ir. M. Agus Pane menghimbau kepada kader-kader PP yang akan dilantik dapat berperan aktif di tengah-tengah masyarakat dan harus mampu menunjukkan bahwa PP bukan Premanisme tapi harus sanggung menjadi aspirasi rakyat khususnya di Kec. Medan Helvetia.

Pelantikan PAC PP Medan Helvetia dilantik oleh Ketua MPC PP Kota Medan, Drs. Boike Turangan, MSP beserta fungsionaris MPC Kota Medan serta sekaligus menyerahkan SK kepengurusan PAC Medan Helvetia. Drs. Boike Turangan, MSP sebagai MPC Kota Medan menghimbau bahwa pelantikan ini bukanlah sebagai hadiah tapi amanat organisasi yang harus diemban sampai basis anak ranting.

Ketua MPC PP Kota Medan Drs. Boike Turangan, MSP kembali mengingatkan agar menjauhi narkoba, sebab narkoba adalah musuh utama Pemuda Pancasila, bila perlu kader-kader pemuda Pancasila siap bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk memberantas jaringan narkoba.

Dalam acara pelantikan PAC PP Medan Helvetia Pengurus MPW PP Sumut yang dihadiri H. Hardi Mulyono juga anggota DPRD Tingkat I Sumut dan calon Legislatif DPR RI dari Partai Golkar. Menghimbau kepada pengurus PAC yang baru dilantik agar kiranya siap membantu aparatur kepolisian, pemerintahan, untuk memberantas narkoba dan siap menjaga kamtibmas ditengah-tengah masyarakat khususnya Medan Helvetia.

Acara pelantikan ini dirangkai dengan kegiatan Bakti Sosial yakni memberi santunan kepada kaum Duafa, anak yatim, berupa beras 100 karung serta tali kasih. Santunan tersebut langsung diserahkan oleh H. Yan Paruhum Lubis, H. Hardi Mulyono, Drs. Boyke Turangan, MSP, Ir. H. Sutan Endar Lubis, selaku Sekjen MPC PP kota Medan, Lembaga Srikandi, dan Ketua PAC Sekota Medan.

Ketua Panitia Pelantikan Pinayungan Harahap, SE dan sekretaris Jaya sangat bangga dan terharu atas terlaksananya pelantikan PAC PP Kecamatan Medan Helvetia yang berjalan dengan sukses dan hikmat.

Ketua terpilih Sahrul, Sekjen Parlaungan Siregar, S.Pd, Wakil Ketua Pinayungan Harahap, SE, dan Bendahara H. Kasimin, ST sangat mengharapkan pada kader-kader PP khususnya di Kecamatan Medan Helvetia agar siap merapatkan barisan dan menjauhi segala bentuk Narkoba dan mengharapkan kerja sama dengan pihak kepolisian untuk memberantas narkoba dan siap kamtibmas di Kecamatan Medan Helvetia.

Dalam Pelantikan PAC PP Medan Helvetia juga dilantik Pimpinan Ranting Sei Sikambing C-II yang diketuai oleh Ujang alias Jack serta Sekretaris Beby Lubis.Ketua, wakil ketua, sekretaris, bendahara, serta fungsionaris PAC Medan Helvetia menghimbau kepada Pimpinan Ranting agar segera membentuk Anak Ranting sampai Tingkat Basis Ranting di Kelurahan Sei Sikambing C-II dan dihimbau segera melaksanakan pelantikan PP di Kelurahan Sei Sikambing C-II.

Dengan dilantiknya Pimpinan Ranting Pemuda Pancasila di Kelurahan Sei Sikambing C-II bukanlah sebagai hadiah tapi sebagai amanat yang akan diemban untuk membesarkan roda-roda organisasi di Basis-Basis Anak Ranting di Kelurahan Sei Sikambing C-II.

PAC mengharapkan agar pimpinan ranting dan anak ranting bisa mengambil hati masyarakat dan menghindari premanisme terlebih-lebih ditengah masyarakat di Kelurahan Sei Sikambing C-II. Ketua MPO Ir. M. Agus Pane, Ketua PAC Sahrul, Sekretaris Parlaungan Siregar, S.Pd, wakil Ketua Pinayungan Harahap, SE dan Bendahara H. Kasimin, ST sangat berterima kasih kepada para Donatur, simpatisan serta MPW PP Sumut, MPC PP Medan, MPC PP Deli Serdang, Lembaga Srikandi PP MPC Medan, Satma PP Medan dan seluruh PAC dan Ranting sekota Medan atas suksesnya pelantikan PAC dan anak ranting Sei Sikambing C-II Kec. Medan Helvetia.

Pane/BI/SB

Sosialisasi PPDB TA 2013/2014 Diknas Kabupaten Blitar

PETRUS

KIRI : Heru Pujiono, S.pd, M.si, Sekretaris Dinas Pendidikan, Romlan S.pd, M.si, Kepala Dinas Pendidikan (Tengah), dan Drs. Suwondo, M.si KaBid. Pendidikan Lanjutan.KANAN:  Peserta sosialisasi (Kepala UPTD, Kepala Sekolah SMP, SMA/SMK dan Pengawas). Jumat, (7/6).(Foto Dok : BI/Petrus)

Blitar/SB

Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar menyelenggarakan sosialisasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun pelajaran 2013/2014 bertempat di LEC (Lembaga Education Center) Kabupaten Blitar yang di ikuti oleh seluruh kepala sekolah SMP, SMA, SMK Negeri, para Kepala UPTD dan Pengawas sekolah dilwilayah tugas Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar.Jumat, (7/6).

Sosialisasi PPDB dihadiri oleh jajaran Pimpinan di Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar diantaranya adalah Kepala Dinas Pendidikan Romlan S.pd, M.si, Sekretaris Dinas Pendidikan Heru Pujiono, S.pd, M.si, dan Drs. Suwondo, M.si Kepala Bidang Pendidikan Lanjutan yang membidangi semua Sekolah SMP, SMA dan SMK Negeri di Kabupaten Blitar.

Dalam Sambutanya Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar Romlan S.pd, M.si, menyampaikan ucapan Selamat dan Sukses kepada para pendidik/guru SMP, SMA dan SMK Negeri se Kabupaten Blitar yang telah mengantarkan para peserta didiknya meraih sukses lulus 100% dalam Ujian Nasional tahun ini.

Terlepas dari carut-marutnya penyelenggaran UN tahun ini, namun Prestasi tersebut cukup membanggakan dan harus dipertahankan dan ditingkatkan dengan memperbaiki mutu proses belajar mengajar di masing-masing sekolah pada tahun ajaran berikutnya.

Lebih lanjut Romlan S.pd, M.si menyampaikan bahwa Kegiatan sosialisasi PPDB ini di maksudkan untuk menghindari kekesruhan dan kesalah pahaman antara para orang tua wali/calon siswa baru dengan pihak panitia penerimaan peserta didik baru nantinya.

PPDB tahun ini dilaksanakan secara on-line lewat jalur PMDK (Akademik/no-akademik) dan  jalur SST (Sistem Skoring Terpadu) on-line. Untuk itu Romlan menegaskan agar dalam proses PPDB nanti pihak sekolah benar-benar melaksakan proses PPDB sesuai dengan SK Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar No. 421.3/389/409.105/2013 tentang Pedoman Teknis Penerimaan Peserta Didik Baru Pada TK, SD, SMP, SMA dan SMK di Kabupaten Blitar tahun Pelajaran 2013/2014. Ada beberapa point penting yang harus diperhatikan dalam menentukan PPDB tahun ini yang antara lain :

Ketentuan Pagu/Quota PPDB baik melalui program PMDK maupun Reguler SST, Quota melalui jalur MPDK yaitu : SMP ditetapkan sebesar 40% dari jumlah siswa kelas VI SD/MI. SMA/SMK sitetapkan sebesar 40% dari jumlah siswa kelas IX SMP/MTs.

Untuk Jumlah siswa dalam satu kelas : TK dalam satu kelas maksimum 20 (dua puluh) siswa, SD dalam satu kelas maksimum 32 (tiga puluh dua) siswa, SD SSN dala satu kelas maksimum 28 (dua puluh delapan) siswa, Komposisi penerimaan untuk jalur PMDK adalah 60% dari quota sekolah dengan rincian 50% dari Akademik dan 10% dari Non-akademik, Komposisi penerimaan untuk jalur Reguler (SST) sebesar 40%, namun bilamana dari quota PMDK tidak terpenuhi maka bisa dipenuhi melalui jalur SST (Sistem Skoring Terpadu).

Sementara itu, untuk Ketentuan Usia : TK : 4-5 tahun TK kelompok A, 5-6 tahun TK kelompok B, SD: 7-12 tahun wajib di terima, 6 tahun bisa di terima bila ada formasi, SMP: Maksimal berusia 18 tahun pada awal tahun ajaran baru, SMA/SMK: Maksimal berusia 21 tahun pada awal tahun ajaran baru.

Selanjutnya untuk Persyaratan masuk melalui jalur PMDK : Akademik: Surat keterangan dari sekolah asal, raport semester gasal & genap dan nilai UASBN/UN yang di legalisir oleh Kepala Sekolah, Non-akademik: Surat keterangan dari sekolah asal, raport semester gasal & genap, nilai UASBN/UN yang di legalisir oleh Kepala Sekolah, dan memiliki piagam kejuaraan baik akademik maupun non-akademik yang sesuai dengan cabang lomba OSN, O2SN, FLS2N dan cabang lain sesuai dengan binaan lembaga minimal tingkat Kecamatan.

Untuk Persyaratan masuk melalui jalur SST (Sistem Skoring Terpadu) On-line : Masuk SMP: Telah lulus SD/SDLB (jurusan A, B, C, D) atau MI dan Paket A, Memiliki ijasah asli, program paket A memiliki STTB & STL dan memiliki nilai TKA, Masuk SMA/SMK: Telah lulus SMP/SMPLB (jurusan A, B, C, D) atau MTs dan Paket B, Memiliki ijasah asli, program paket B memiliki STTB & STL dan memiliki nilai TKA serta memenuhi syarat specifikasi bidang/program keahlian yang dituju (untuk SMK).

Disamping itu ada tambahan persyaratan yaitu harus punya Sertifikat Baca Tulis Kitab Suci sesuai dengan Agama masing-masing siswa.

Tahap Persiapan : Menentukan pagu/quota sekolah sesuai Perbup PPDB dari panitia tingkat Kabupaten, mempelajari SK Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar No. 421.3/389/409.105/2013 tentang Pedoman Teknis Penerimaan Peserta Didik Baru Pada TK, SD, SMP, SMA dan SMK, membentuk panitia PPDB di sekolah, menentukan jadwal, mempersiapkan administrasi dan untuk TKA membuat soal test sesuai dengan jenjang masing-masing.

Tahap Pelaksanaan : Mengisi formulir pendaftaran baik perorangan maupun kolektif, masuk SMP & SMA bisa mendaftar 1-3 sekolah sesuai yang diminati, untuk SMK bisa mendaftar 1-3 jurusan baik dalam satu sekolah maupun dua sekolah, untuk pilihan satu adalah prioritas yang tidak bisa digeser, pendaftaran hanya dilakukan satu kali dan tidak boleh dicabut sampai batas akhir pengumuman. Disamping itu ada tambahan persyaratan yaitu punya Sertifikat Baca Tulis Kitab Suci sesuai dengan Agama masing-masing siswa.

Tahap Pengumuman : Mengumumkan secara on-line hasil PPDB yang telah disahkan oleh Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Blitar, waktu daftar ulang bagi siswa yang diterima, daftar nama-nama cadangan.

Cadangan diambil dari pendaftar yang tidak diterima di sekolah manapun dan akan ditempatkan berdasarkan pilihan pertama siswa.

Sementara itu Sekretaris Dinas Pendidikan Heru Pujiono S.pd, M.si, menambahkan bahwa sesuai dengan keputusan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan tentang Pemerataan proses belajar mengajar dan terjadinya penumpukan Guru Sertifikasi Mapel di sekolah tertentu, maka Guru sertifikasi diperbolehkan mengajar di sekolah lain tanpa melihat tingkatan untuk memenuhi jam pelajaran di sekolah lain yang kekurangan guru. Hal ini mengingat masih adanya penumpukan guru mapel tertentu di tingkat SMP, maka sesuai keputusan tersebut guru mapel tertentu bisa mengajar di tingkat SD yang kekurangan guru dengan menyesuaikan jadwal masing-masing.

Petrus/BI/SB

Sosialisasi Pemko Blitar. Meningkatkan Hasil Produksi Tembakau Dengan Kadar Tar dan Niktin Rendah

pet2 pet1

(Foto Atas ) : Drs. Hermansyah Permadi, M.Si. Kepala Disperindag Kota Blitar (tengah) Fajar Pratomo, ST. MT. (kiri) dan Ir. Chusaeri (kanan) Narasumber dari BPSMP Provinsi Jawa Timur. (Foto Bawah) : Peserta sosialisasi dari kalangan petani dan pimpinan pabrik rokok di Kota Blitar. ( Foto Dok : BI/ Petrus)

Blitar/ SB

Pemerintah Kota Blitar melalui Disperindag Kota Blitar terus melakukan gebrakan dalam upaya meningkatan kualitas industri tembakau di Kota Blitar. 

Senin, (25/6), Disperindag Kota Blitar menyelenggarakan Sosialisasi Pengembangan Industri Hasil Tembakau dengan kadar Tar dan Nikotin Rendah di Hotel Puri Perdana kota Blitar, yang diikuti sebanyak 80 orang peserta yang terdiri dari para petani tembakau dan pimpinan perusahaan industri rokok di seantero kota Blitar.

Melalui kegiatan ini diharapkan dapat secara konkrit meningkatkan produksi tembakau dengan kadar Tar dan Nikotin Rendah di Kota Blitar. Sosialisasi ini juga sekaligus menjadi bukti bahwa Manfaat Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) semakin dirasakan oleh masyarakat Kota Blitar pada umumnya dan khususnya masyarakat yang terlibat langsung dalam kegiatan yang berhungan dengan cukai tembakau.

Drs. Hermansyah Permadi, M.Si. Kepala Disperindag Kota Blitar dalam pembukaan sosialisasi menyampaikan, bahwa pelatihan yang diselenggarakan kali ini bertujuan sebagai upaya untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan potensi yang telah ada, terutama untuk mengembangkan industri hasil tembakau dengan kadar tar dan nikotin rendah di Kota Blitar.

Untuk itu, Hermansyah berpesan, agar para peserta  mampu menguasai teknik-teknik yang disampaikan oleh narasumber yang sangat kompeten di bidang ini untuk mengembangkan potensi yang telah dimiliki. Kalau ada hal-hal yang belum dimengerti tentang materi sosialisasi, jangan sungkan-sungkan untuk bertanya kepada narasumber.

Sementara itu, Agus Sulistyorini, S. Sos, Kabid Perindustrian Disperindag Kota Blitar   mengatakan sosialisasi ini lebih sebagai upaya untuk meningkatkan hasil produksi tembakau agar sesuai dengan yang diharapkan, yakni hasil tembakau dengan kadar tar dan nikotin rendah.

Beberapa materi yang menjadi pembahasan adalah: RTRN dan Residu Kimia pada tembakau, system pengendalian mutu hasil tembakau, Good Manifacturing Practise (GMP) Pabrik Rokok, dan Standart mutu bahan baku rokok. Narasumber yang dihadirkan Disperindag Kota Blitar dalam sosialisasi kali ini adalah dari BPSMP Provinsi Jawa Timur yaitu:  Fajar Pratomo, ST. MT. dan Ir. Chusaeri.

Perlu diketahui, bahwa penggunaan Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBH-CHT) sebagaimana dimaksud dalam pasal 66 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 11 Tahun 1995 tentang Cukai sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007, yaitu digunakan untuk mendanai kegiatan yang antara lain: a. Peningkatan kualitas bahan baku, b. Pembinaan Industri, c. Pembinaan lingkungan sosial, d. Sosialisasi ketentuan di bidang cukai dan/atau pemberantasan barang kena cukai.

Dalam peraturan yang baru ini, tersirat bahwa dana bagi hasil cukai hasil tembakau tersebut juga dapat digunakan untuk kegiatan pembinaan lingkungan sosial.

Dari tahun ke tahun, pengelolaan DBH-CHT terus dievaluasi agar semakin besar nilai manfaatnya bagi masyarakat dalam mendukung ekonomi kerakyatan yang ada di Kota Blitar dengan tetap mengacu pada peraturan perundangan yang berlaku, khususnya undang – undang nomor 39 tahun 2007 tentang perubahan atas undang–undang nomor 11 tahun 1995 tentang cukai.

Sejalan dengan peraturan perundangan yang berlaku, Pemerintah Kota Blitar mengelola DBH-CHT di antaranya untuk peningkatan pembinaan industri, pembinaan lingkungan sosial, sosialisasi ketentuan di bidang cukai dan/ atau pemberantasan barang kena cukai. Seluruh program/kegiatan yang dibiayai dari DBH-CHT ini juga terus berusaha disinergikan untuk mendukung visi APBD Pro Rakyat di Kota Blitar.

Selama ini pemerintah kota Blitar telah berupaya melaksanakan berbagai program dan kegiatan dari DBH-CHT diantaranya memperbaiki layanan kesehatan, melakukan berbagai pelatihan bagi UMKM, membantu permodalan para buruh pabrik rokok, memperluas akses terhadap lapangan pekerjaan, dan melakukan sosialisasi bahaya rokok ilegal.

Semua ini dilakukan dalam kerangka aturan hukum yang berlaku khususnya peraturan menteri keuangan nomor : 20/PMK.07/2009 tentang penggunaan dana bagi hasil cukai hasil tembakau dan sanksi atas penyalahgunaan alokasi dana bagi hasil cukai hasil tembakau tersebut.

Pet/BI/SB

Camat Tapian Nauli Kab. Tapteng Lepas Pawai Ramadhan 1434. H

Tapteng/BI

Dalam rangka Untuk penyambutan Bulan Suci Ramadhan  1434.H. Camat Kecamatan Tapian Nauli Edison Gorat.S.Pd.di damping kepala Desa Tapian Nauli I Erwin Bagariang ,beserta muspika plus,dan Ketua MUI Kecamatan Tapian Nauli Amrito Marbun. Tokoh agama, Tokoh Masyarakat Desa Tapian Nauli I kecamatan Tapian Nauli Kab. Tapanuli Tengah. Melepaskan pawai yang di ikuti lebih kurang  lima ratus orang,  ± 500.

Pada acara Pawai tersebut, dilaksanakan  oleh kepala desa Tapan Nauli Erwin Bagariang,Tokoh, agama, Para alim ulama,  persatuan remaja mesjid Assyura, ibu-ibu perwiritan, Serta masyarakat desa Tapian Nauli I bekerja sama dengan Pemkab Tapteng melalui kecamatan Tapian Nauli.

Menurut Camat Kecatan Tapian Nauli I, kepada Buser Indonesia di komplek mesjid  Assyura
desa Tapian Nauli I menyebutkan, pada acara penyambutan ini sejalan untuk memeriahkan bulan Suci Ramadhan 1434 H. Desa Tapian Nauli I sebagai kepanitiaannya dilaksanakan oleh kepala desa ,remaja mesjid dan  masyarakat Tapian Nauli I. camat juga menerangkan, pada bulan Suci Ramadhan seluruh tempat-tempat hiburan malam akan menonaktifkan dengan sementara waktu selama berjalannya bulan Suci Ramadhan tersebut.

Sementgara itu, Kepala Desa Tapian Nauli I Erwin Bagariang saat dikonfirmasi menerangkan, demi untuk meningkatkan keimanan, dan peningkatan untuk taatnya kepada Tuhan Yang Maha Esa umumnya masyarakat Desa Tapian Nauli I kita juga tidak pernah membeda-bedakan agama kita selalu bekerja sama, sesama umat beragama, pada acara ini saya selaku kepala desa juga mengundang beberapa orang warga saya yang beragama Kristen agar ikut serta memeriahkan pada acara pawai penyambutan bulan suci ramadhan 1434. Diantaranya adalah Masper Situmorang, W.J.Lase, WZT Halawa dari agama Kristen dan juga beberapa orang masyarakat Desa Tapian Nauli I.

Saya juga mengimbau kepada Warga saya agar tetap menjalin erat hubungan kekeluargaan umat beragama dan jangan
murah mempropokatori oleh issyu-issyu dari luar untuk menghancurkan kita yang telah rukun menjalin hubungan silaturahmi sesama umat beragama menurut keterangan beberapa masyarakat kecamatan tapian nauli, seperti: Lean.S. Nando.Ht.Gaol
H. Harahap warga Desa Tapian Nauli I.bahwa inilah sejarahnya pertama setelah Erwin Sibagariang menjabat menjadi kepala desa dan camat yang baru Edison Gorat, S.Pd  terlaksana penyambutan bulan Suci Ramadhan 1434 yang terbesar di kecamatan ini dan langsung dilepaskan oleh camat dan muspika plus beserta ketua MUI Marito Marbun, kepala Desa Tapian Nauli I.

Pelaksanaan pawai di hadiri lebih kurang lima ratus orang dengan start pelepasan dari depan Mesjid Issyura Desa Tapian Nauli I Kecamatan Tapian dengan rute dari depan mesjid sampai Dusun Panjomuran dan berputar kearah PT. Mujur Timber dan beristirahat di lapangan basket PT. Mujur Timber.

MasperS/B

Jelang Pemilu, Kekerasan Terhadap Jurnalis Diprediksi Meningkat

PERS

Jakarta/ SB

Ketua Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Eko Maryadi memprediksi jumlah kekerasan terhadap jurnalis akan meningkat saat suhu politik memanas jelang Pemilihan Umum 2014. “Dari Januari hingga Mei banyak kekerasan (terhadap jurnalis), dan kita perkirakan angka kekerasan akan meningkat tahun ini ” kata Eko pada diskusi kebebasan pers di Kedutaan Besar Amerika Serikat Jakarta.

Dari gambaran kasus kekerasan yang terjadi pada 2012, berdasarkan data AJI, sebanyak 56 perkara kekerasan terhadap jurnalis, termasuk di antaranya dilakukan oleh kalangan legislator, kemudian juga aparat hukum. “Pada 2012 ada 56 kasus kekerasan di 24 provinsi, menarik adalah pelakunya adalah oknum TNI, Polisi, DPR, dan mahasiswa,” katanya.

Beberapa kasus kekerasan terhadap jurnalis, menurut Eko, hanya sedikit yang ditindak secara tegas oleh Kepolisian. Beberapa wartawan tewas dalam tugas dan sejumlah lainnya juga mendapat perlakuan kekerasan saat karya jurnalistiknya dimuat dan disiarkan ke masyarakat. “Namun dapat dihitung jari yang kasusnya ditangani atau tuntas sesuai hukum,” ujar dia.

Sementara itu,untuk kurun Januari hingga Mei 2013 terjadi 14 kasus tindak kekerasan terhadap jurnalis. Jumlah itu juga termasuk kekerasan terhadap seorang jurnalis televisi yang dilakukan sejumlah mahasiswa saat melakukan aksi unjuk rasa terkait Tragedi Mei 1998 di depan Istana Kepresidenan pada beberapa pekan lalu.

Namun, jika melihat kemajuan dari tahun ke tahun, Eko menilai kebebasan pers di Indonesia berkembang dibanding negara-negara Asia Tenggara lainnya seperti Myanmar dan Brunei Darusalam.

Dia mencontohkan Myanmar, yang sedang mempelajari substansi Undang-undang Pers milik Indonesia. Sedangkan di Brunei Darussalam, kata Eko, masyarakat negara itu hanya menikmati karya jurnalistik yang sudah dikemas oleh perspektif pemerintah. “Di Brunei, berita pagi kabar dari istana, berita siang keluarga istana, berita sore kerabat istana,” ujar Eko.

Ant/SB/BI