Lugas dan Terpercaya
TwitterFacebookGoogle

POLDA TANGKAP MANAGER NEW ZONE

Sanggah buana

Medan 06 september 2012

Diduga Bandar Ektasi manager NEW ZONE  A siang ,terlibat peredaran narkoba jenis Ektasi diamankan Direktorat Narkoba polda sumut .polisi juga ikut mengamankan beberpa pria lain yang terkait kasus serupa dari lokasi hiburan malam yang terletak di jalan wajir itu .Data yang di himpun sanggahbuana.com .kamis ( 6/9 ) empat tersangka lainnya yaitu ,Edi,Halim Gunawan , Hendrik dan Zulkifli.Dari tangan tersangka ,petugas menyita ratusan butir pil Ektasi ,yang di komsumsi para pengunjung hiburan malam tersebut .
Direktur Narkoba Polda Sumut, Kombes Pol Andjar Dewanto ,mengatakan ,kelima tersangka diamankan berawal adanya informasi yang mengatakan jika disalah satu hiburan malam dimedan akan mengadan transaksi ratusan butil pil ektasi .lalu petugas melakukan penyelidikan dengan melakuakn penyamaran sebagai pembeli .kemudian petugas mengamankan dua tersangka berserta barang bukti seratusan butir pil ektasi .”kita dapat info bakal ada transaksipil ekatasi disana ,lalu kita kita melakukan penyelidikan.Hasilnya , kita mengamankan dua tersangka masing-masing E dan HG .Dari keduanya kita sita barangbukti pil ektasi merek E sebanyak 104 butir .keduanya melakukan transaksi di halaman parkir .mereka mengaku barang itu milik si A,”ujar Andjar ,beberapajam kemudian ,polisi juga meringkus tiga tersangka lainnya dari lokasi hiburan malam NEW ZONE karoke yang terletak di jalan wajir,Medan kota .ketiga tersangka diamankan setelah melakukan penyamaran sebagai pembeli.
“keesokan harinya ,dari New Zone juga kita mengamankan ketiga tersangka dengan barang bukti 15 butir pil ektasi .salah satu tersangka berinisial A merupakan manager dilokasi tersebut .ketiga kita amankan setelah anggota memesan barang kepada Zul ,Zul merupakan satapam di tempat tersebut .zul kita amankan dengan barang bukti 4 butir pil ektasi .setelah melakukan pengembangan   lalu kita mengamankan Hen dengan barang bukti 10 butir pil ektasi .kita juga melakukan penggeledahan diruangan manager tersebut.dari ruangan tersangkakita menyita 1 butir lagi .mereka kita proses dan dijerat pasal 114 dan 112 UU 35/2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman minimal lima tahun dan penjara maksimal seumur hidup ,”terang andjar .(T.Hutabarat)

TERJADI SAAT MENGISI BBM , MOBIL TANKI PERTAMINA MELEDAK DAN TERBAKAR . Instalasi Pertamiana Medan Labuhan Nyaris Jadi Abu .

Belawan , hendrik-rompas .

Mobil milik PT Pertamina yang belum dketahui BK dan sopirnya ketika mengisi BBM
primium didalam Istalansi Pertamaina dikawaasan Jalan Yos Sudarso KM 19 tepatnya dikawasan
Lingkungan 24 Kelurahan Pekan Labuhan Kecamatan Medan Labuahan pada Kamis (06/09 )
sekitar pukul 18.00 meledak dan terbakar .

Akibatnya salah seoarang kerneknya yang biasa diapanggil Ucok (25) menderita luka
bakar yaang cukup serius dan kini dilarikan kerumah sakit di Medan untuk perawatan , sedangkan
mobil tanki yang meledak dan terbakar terbakar tersebut kini telah mernjadi rangka dan kini
diletakkan dilapangan parkir PT Pertamina di Medan Labuhan .

Menurut saksi mata M Yusup ( 50) Kepala Lingkungan 24 Keluarahan Medan Labuhan
mengatakan , ketika itu M Yusup baru saja selesai mandi dan saat memakai pakaian terdengara
suara ledakan yanag sangat keras .

M Yusup waktu itu langsung keluar rumah untuk melihat apa yang terjadi , ketika
dia baru saja keluar dari rumahnya dilihatnya , warganya Jabar keluar dari dalam rumah sambil
berteriak teriak mengatakan mobil tanki didalam instalasi PT Pertamina yang sedang mengisi
primium meledak dan terbakar .

Akibat teriakan Jabar maka warga Lingkungan 24 langsung keluar dari dalam rumahnya
sambil menggendong anak anaknya untuk menyelamatkan diri daria ancaman api yang diperkirakan
akan membakar seluruh instalasi PT Pertamina dan apaaaapinaya akan membakar seluruh rumah
warga disekitarnya maka mereka berlarian menyelamatkan dirina masing masing .

Mobil milik PT Pertamina yang meledaka dan terbakar ketika mengisi BBM Primium
itu oleh petugas PT Pertamina langsung dipadamkan menggunakan mobil pemdam milik PT
Pertamina yang distanbaikan di isntalansi tersebut , sedangkan para petugas lainnya langsung
memadamkan api menggunakan puluhan tabung racun api .

Akibat terbakarnya mobil tanki milik PT Pertamina saat mengisi BBM Primium
ini , Humas PT Pertamina Sumbanggut , Erika saat dikonpirmasi wartawan melalui Hpnya
membenarkan kejadian itu . Namun Erika ini tidak memberikan penjelasan secara terperinci , aapa
sebabnya mobil tanki itu bisa terbakar .

Sementara itu berbagai sumber di Instalasi PT Pertamina Medan Labuhan yaanga taka
mau menyebutkan indeditasnya mengatakan , meledaknya mobil tanki itu disebabkan akaarena
mobil tanki tersebut sudah tua yang seharusnya tidak dipakai lagi untuk memuat BBM dilokasi
istalasi PT Pertamina .

Untung saja petugas pemadam kebakaran PT Pertamina itu cepat kerjanya memdamkan
api yang sedang melahap mobil tanki itu , jika terlambat sedikit saja dipastikan istalansi PT
Pertamina itu dipastikan menjadi abu aakibat terbakar , sedangkan warga yang rumahnya
berdekatan disekitar Istalansi itu dipastikan ikut terbakar dan akibatnya masyarakat yang menderita
.

Ketikaa para wartawan akan masuk kedalam Instalasi PT Pertamina untuk menmgambil
foto mobil tanki yang ameledak dan terbakar itu , wartawan dilarang masuk kedalam istalansi oleh
puluhan petugas Marinir yang bersenjata alengkap dan
Sejumalah Securiti .

Belawan , 06 September 2012 .

Foto ini adalah Instalasi PT Pertamina yang didalamnya ada mobil tanki meledak dan terbakar
tersebut .

KETUA PRIMKOP TKBM AKUI BANYAK BURUH TKBM GUNAKAN KTA “PALSU”

Belawan , Hendrik Rompas

KEPALA Otoritas Pelabuhan Utama Belawan Sugiyono menegaskan, Pelabuhan Belawan

harus bersih dari buruh – buruh liar dan tidak terdaftar dalam wadahnya Koperasi Tenaga Kerja

Bongkar Muat (TKBM) atau lebih dikenal “Buruh Pelor”. Kegiatan kerja bongkar muat harus

mengutamakan bagi buruh yang terdaftar. Hal ini ditegaskan saat menjawab pertanyaan wartawan

seputar banyaknya buruh diluar prosedur Primkop TKBM sepertinya buruh resmi. Praktek ini

katanya tidak dibenarkan, disela – sela menghadiri Halal Bi Halal Keluarga H. B. Horas Hutahaean

di Gudang Marima Belawan, Kamis (06/9).

Menurut Sugiyono, buruh “liar” tidak dibenarkan bekerja bongkar muat. Untuk ini saya

sudah tegur Ketua Primkop TKBM Pelabuhan Belawan Tombang Hutabarat, agar keberadaan

tenaga kerja bongkar muat di Pelabuhan Belawan ditertibkan. Buruh TKBM yang bekerja dari

sektor – sektor yang dihunjuk harus benar – benar yang terdaftar dari keamanan dan keselamatan

kerja. Pihaknya minta jangan dibenarkan kerja.

Dalam kaitan ini Ketua Primkop TKBM Pelabuhan Belawan Tombang Hutabarat yang

dikonfirmasikan di Kantor TKBM dijalan Minyak Belawan siang kemarin seputar banyaknya

buruh “liar” mengompreng kerja bongkar muat di kapal tanpa adanya Kartu Tanda Anggota (KTA)

pihaknya mengaku kurangnya pengawasan dilapangan.

Bahkan menurut yang berhak bertindak adanya buruh pelor dan sejumlah buruh

menggunakan KTA “palsu” banyak dikatakan Tombang Hutabarat, yang menegur atau menindak

adalah otoritas Pelabuhan Belawan dan pihak otoritas Pelabuhan bisa minta bantuan dari TKBM.

Hingga sekarang ini jumlah buruh TKBM Pelabuhan Belawan terdaftar sebanyak 3.458

orang dan yang produktif sebanyak 2.618 orang.

Belawan, 06 September 2012

Laksamana TNI Bambang Soesilo SEMANGAT TENTANG LAUT MERUPAKAN KEKUATAN MARITIM. Halal Bi Halal IKB Maritim Berlangsung Sukses.

Belawan, Hendrik Rompas

KOMANDAN Lantamal I Laksamana TNI Bambang Soesilo mengungkapkan Semangat

tentang laut harus ditingkatkan dan merupakan kekuatan “Maritim”. Hal ini disampaikan antara lain

dalam acara Halal Bi Halal keluarga besar Maritim dihalaman kantor Cabang Pelindo I Belawan,

Rabu (5/9).

Lebih lanjut kata Laksamana Pertama TNI Bambang Soesilo, laut punya fungsi cukup besar.

Dimana di Nusantara ini 75% terdiri dari laut yang serba kompleks. Kegiatan apapun bentuk

angkutan, kelancaran disitu tempat berupa sandang dan pangan. Laut adalah merupakan “jalan tol”

didunia. Bahkan transportasi lalu lintas setiap hari. Justru itu perlu adanya kekuatan Maritim guna

menghempang diawali lewat laut seperti masuknya imigran, penyelundupan dan tindakan lainnya,

kata Laksamana bintang satu.

Sebelumnya Direktur Umum dan Personalia (Dirpum) Pelindo I, Imran Iskandar antara lain

dalam sambutannya, meskipun Pelabuhan Belawan telah banyak upaya perbaikan yang dilakukan

PT. Pelindo I untuk meningkatkan mutu pelayanan. Namun diakuinya masih banyak kekurangan

yang harus diperbaiki.

Untuk ini diperlukan dukungan dan kerjasama semua pelaku bisnis Maritim di Pelabuhan

Belawan untuk membangun dan merubah wajah Pelabuhan Belawan menjadi lebih baik hasil

kerjasama untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah Sumatera Utara, khususnya dan

pertumbuhan ekonomi nasional pada umumnya, ujar Imran Iskandar.

Dalam pelaksanaan Halal Bi Halal turut di isi Tausiyah oleh Ustadz M. Yunus Daulay yang

disampai secara populer dan mudah dicerna dari undangan instansi pemerintah, swasta, dari unsur

TNI dan Polri serta GM Pelindo I Belawan, GM. BICT dan GM. BLC.

Belawan, 05 September 2012

SEHARI 3 X LISTRIK PADAM DI GRIYA MARTUBUNG

Belawan, hendrik rompas.

Belakang ini warga yang bermukim dikomplek Perumnas Martubung Medan Labuhan

mengeluh berkepanjangan dengan matinya aliran listrik tanpa adanya pemberitahuan. Dalam satu

hari terjadi sampai tiga kali listrik pada, ujar warga dari beberapa blok di Perumnas atau lebih

dikenal Griya Martubung, kemarin.

Menurut warga setempat, listrik dari rumah kerumah pelanggan PLN sepertinya tidak habis

pikir. Dalam satu hari sempat 3 x mati lampu, disaat-saat Ibu runah tangga sedang beraktivitas

didapur dan kegiatan lainnya.

Pemadaman listrik dari rumah kerumah sekitar komplek Perumnas Martubung tanpa aba-

aba itu terjadi pada Pukul 08.00 Wib, Pukul 10.00 Wib dan Pukul 14.45 Wib bahan begitu hidup

sepertinya kurang voltase hingga terangnya bola lampu menjadi suram.

Warga dikawasan Blok 9 dengan sering hidup matinya listri dari rumah kerumah

belakangan sangat menjengkelkan. Giliran gelap tanpa pemberitahuan lebih dulu selama dua jam

dan sampai empat jam.

Tapi kalau warga lambat bayar rekening langung main denda dan main putus. Dimana toleransi

PLN terhadap pelanggan – pelanggannya, ujar Pasaribu dan Sinaga.

Belawan, 05 September 2012

WARGA MENGELUH LURAH BELAWAN BAHAGIA TIDAK PERNAH MASUK KANTOR

Sanggahbuana|Belawan.

WARGA Kelurahan Belawan Bahagia Kecamatan Medan Belawan mengeluh akibat

Lurahnya jarang masuk kantor Lurah yang telah disediakan pemerintah untuk menmgurisdi

warganya , sehingga untuk pelayanan surat-surat yang diperlukan warga mengalami benturan untuk

ditanda tanganinya kata warga diakhir pekan ini.

Menurut sejumlah warga dari Lingkungan XI Kelurahan Belawan Bahagia, diakui Lurah

Belawan Bahagia Sahran, S.Sos lebih banyak jarang masuk kantor untuk kelancaran ketugasan

melayani warganya.

Hampir setiap hari Lurah Sahran Siregar, S.Sos sulit dijumpai pada jam kerja dikantornya.

Menurut perangkatnya, Lurah sedang di Medan. Kalangan warga yang berusaha mengurus surat-

surat yang sangar diperlukan menjadi terhalang. Dan Lurah jarang masuk kerja sudah cukup lama,

hingga sangat dikeluhkan warganya termasuk sejumlah Kepling sendiri.

Setahu warga, Lurah Sahran Siregar, S.Sos tinggal dikawasan Si Ombak Kecamatan

Marelan ,Dinilai oleh warganya sepertinya adanya kepentingannya diluar dengan dibuktikan jarang

masuk kantor. Kegiatan lainnya dipercayakan kepada Sekretaris Kelurahan Belawan Bahagia,

Asnah.

Untuk membuktikan kebenaran Lurah jarang masuk kerja dikantornya, tiga wartawan

datang bertamu dikantor Belawan Bahagia dijalan Gulama Belawan pada akhir Agustus kemarin,

ternyata benar tidak ada Lurah ditempat. Sekretaris Kelurahan Asnah mengaku Lurah sedang di

Medan sambil berusaha menutupi atasannya yang jarang datang kekantornya.

Jadi kalau adanya surat – surat yang mendesak untuk ditandatangani surat-surat lainnya saya

ambil alih katanya kepada wartawan ketika itu. Sementara sumber yang belum berhasil

dikonfimasikan Lurah Belawan Bahagia Sahran Siregar, S.Sos jarang masuk kerja disebut-sebut

sudah jadi pergunjingan di Balai Kota Medan.(Hendrik-Rompas)

Belawan, 03 September 2012 .

SEPANJANG PENYELUNDUP BARANG IMPOR TAHUN 2012 KANWIL DJBC SUMUT TANGKAP 3 KAPAL

Sanggahbuana | Belawan .

KAKANWIL DJBC Sumatera Utara Maimun mengatakan dalam rangka pengamanan hak –

hak Negara, sepanjang tahun 2012, Kantor Wilayah DJBC Sumatera Utara bekerjasama dengan

instansi terkait berhasil menangkap upaya penyelundupan dalam keterangannya kepada wartawan

cetak dan elektronik di ruang Media Centre, akhir pekan ini.

Kakanwil Maimun dengan didampingi Kepala KPPBC Tipe Madya Pabean Belawan

Widdi Hartono, dalam kegiatan patroli menangkap upaya penyelundupan barang impor berupa

290 bal pakaian bekas dan 90 bal sepatu bekas terhadap kapal penyelund KM. Berkat GT.28 No.28

No.1752 Gge berbendera Indonesia didaerah Perairan Pantai Labu Kabupaten Deli Serdang, pada

kamis 26 Juli 2012 sekitar pukul 04.00 dan berhasil mengamankan barang bukti 1 kapal berikut

3 ABK (anak buah kapalnya ) dengan inisial RB sebagai Nakhoda, HF dan SA ABK (anak buah

kapal ) .

Berikutnya tanggal 02 Agustus 02 Agustus 2012 sekitar pukul 00.15 tim penindakan dan

penyidikan Kanwil DJBC Sumatera Utara bekerja sama dengan petugas KPPBC Tipe Madya

Pabean “C” Teluk Nibung melakukan penangkapan sebuah kapal penyelundup KM. Semoga Jaya,

GT.10 No.1190/Phb/S7 berbendera Indonesia didaerah perairan Pematang Sungai Baru Kabupaten

Asahan dengan membawa muatan berupa 200 bal pakaian bekas.

Selanjutnya 15 Agustus 2012 sekitar pukul 16.30 Kapal Perang KRI Todak/631

bekerjasama dengan tim Penindakan dan Penyidikan Kanwil DJBC Sumut menangkap kapal

penyelundup KM.Kelompok Capir Bahari, GT.16 No.1798 berbendera Indonesia diperairan Selat

Malaka dengan membawa muatan 441 bal pakaian bekas. Tim berhasil mengamankan barang bukti

dan 1 orang pelaku inisial R sebagai Nakhoda.

Menurut Kakanwil DJBC Sumatera Utara Maimun, tindakan penyelundupan barang berupa

pakaian bekas yang dilarang dalam Peraturan Menteri Perdagangan No.54/M-DAG/PER/10/2009

tentang ketentuan umum di Bidang Impor diduga melanggar pasal 102 huruf a UU No.10 Tahun

1995 tentang Kepabeanan sebagaiman telah diubah dengan UU No.17 Tahun 2006 dengan ancaman

penjara paling singkat 1 tahun dan pidana penjara paling lama 10 tahun dan pidana denda paling

sedikit Rp. 50 juta dan paling banyak Rp. 5 Milyar. (hendrik-rompas)

Belawan, 03 September 2012

TERSANGKANYA DITANGKAP, ANAK UMUR 7 TAHUN DICUCUK OBENG KEPALANYA

Sanggahbuana | Belawan  .

Dharma Syahputra, 31 Penduduk jalan Paku/ Lingkungan 27 Tanah

600 diduga keras melakukan penganiayaan terhadap anak kecil dengan mencucuk obeng kepalanya

berhasil ditangkap polisi Polsek Medan Labuhan selanjutnya tersangka diserahkan ke Polres

Pelabuhan Belawan, Minggu malam (02/09) .

Menurut sumber dilapangan, menyebutkan pada hari Jum’at (31/8) entah apa sebabnya,

tersangka mengamuk terhadap anak dari Sri Wahyuni yang baru pindah dari Pekan Baru ke Medan

bersama – sama sementara tinggal di Kelurahan Tanah 600 Marelan

Dalam pertengkaran tersangka begitu beranjak dan kembali mendatangi korban Aikal (7)

anak kandung Sri Wahyuni melakukan penganiayaan kepalanya dicucuk dengan obeng hingga saat

itu korban dilarikan kerumah sakit terdekat. Selanjutnya ibunya Sri Wahyuni dan korban anaknya

membuat pengaduan di Polsek Medan Labuhan, disebut-sebut tersangka kawan kumpul kebonya.

Berdasarkan pengaduan,, tersangka Dharma Syahputra , yang diduga calon ayah tirinya

ditangkap petugas Reskrim Polsek Medan Labuhan hari Munggu (02/09).

Kemudian kasus penganiayaan terhadap anak kecil yang dicucuk obeng kepalnya hingga berdarah-

darah Polsek Medan Labuhan langsung menyerahkan tersangka ke Polres Pelabuhan Belawan .

Hal ini dibenarkan oleh Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan AKP Pahala Manurung kepada

wartawan dikantornya .(Hendrik Rompas)

Belawan , 03 September 2012 .

Nasin Nasib Pengelola Warung Dipaksa Pindah Istri Manager PGSS PTN2

 Sanggahbuana | S. Semayang/BI

Sukarti warga Desa Kelambir Lima Kabupaten Deli Serdang Sumatera Utara ini sungguh bernasib malang, sejak tahun
2007 dirinya sudah mengelola warung yang dijadikan kantin di lingkungan pabrik gula Sei Semayang PTPN2 ini dipaksa
harus hengkang dari sana.

Sukarti yang sebelumnya sudah mengantongi surat permohonan izin yang yang diajukannya pada 22 Oktober 2007 silam
kepada manager Pabrik Gula dipaksa mengosongkan warungnya oleh istri Manager PGSS, Ayu.

Menurut penuturan Ayu yang disampaikan kepada Sukarti ketika bersama SB di rumah dinasnya pada Kamis (30/8) lalu,
istri H.M. Agus Hasan ini dengan bernada kesal bilang harus segera mengosongkan warung sampai dengan Sabtu, tanggal
1 September, jika tidak dirinya akan mengosongkan paksa. Ungkapan ini dia sampaikan karena dirinya sudah kesal, sudah
beberapakali memerintahkan Sukarti segera pindah, namun namun Sukarti tidak pernah mau angkat kaki.

Walau Sukarti saat itu sangat memohon diberikan kesempatan untuk berjualan di warung tersebut dengan alasan untuk
menghidupi keluarganya dan dirinya mengaku tetap memberikan setoran kepada ibu Nur, namun istri Manager ini tetap
bersikeras tidak mau tau dengan alasan yang di sampaikan Sukarti. “saya tidak mau tau, itu urusan ibu dengan nur,
warung tersebut akan di kelola oleh IKBI” ujarnya lantang”.

“kalaupun hal ini betul, setiap pergantian ataupun setiap tahun harus membuat pelaporan, perpanjangan, tapi setiap hal
itu disampaikan, tidak ada, sudah bagus-bagus saya ngomong, hal ini terlepas dari saya istri manager” sambungnya lagi
dengan nada kesal.

Dalam surat permohonan izin berjualan yang diajukan Sukarti terlihat, manager pada waktu itu adalah BadiaRaja Siregar
memberikan sudah memberikan izin kepada Sukarti, disana juga tidak menyebutkan ketentuan kewajiban seperti apa yang
disebutkan oleh istri bos PGSS.

Apakah pengosongan paksa warung benar akan dilaksanakan, dan seperti bentuknya Sunarti dan karyawan PGSS yang
di tanya SB belum mengetahui. Sejauh ini, apakah manager PGSS sudah mengetahui atau ada perintah darinya terkait hal
ini ? SB akan mengikuti perkembangannya.

Agung/sb

Bea Cukai Belawan GAGALKAN UPAYA PENYELUNDUPAN BARANG EKSPOR 273 BUNDEL ROTAN ASALAN , PELAKUNYA BEBAS BERKELIARAN .

Sanggahbuana Belawan .

KANTOR Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean Belawan berhasil

menggagalkan upaya penyelundupan barang yang termasuk kategori dilarang untuk di ekspor

berupa rotan asalan sebanyak 273 bundel (10 ton). Hal ini disampaikan oleh Kakanwil DJBC

Sumatera Utara Maimun dalam keterangan persnya diruang Media Centre DJBC di Belawan,

Jum’at (31/08).

Penindakan atas upaya penyelundupan ini, menurut Kakanwil Maimun diawali dengan

melakukan analisis Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) atas nama eksportir CV. DCB dan PPJK

PT.I dengan jenis barang diberitahukan berupa Dining Tables Steel (Meja makan terbuar dari bahan

baja) dengan menggunakan container “Capital” Nomor CLHU 815649 (7) dengan ukuran 40 feet

yang sempat dimuat kekapal MV. Jaru Bhum.

Berdasarkan analisis pemberitahuan pabean ini, dilakukan pemeriksaan kedalam terhadap

container yang dicurigai, ternyata kedapatan berisi rotan asalan sebanyak 273 bundel (10 ton)

bahkan meja makan sebagai yang diberitahukan. Untuk ini petugas KPPBC Tipe Madya Pabean

Belawan melakukan penindakan atas pelanggaran upaya penyelundupan rotan asalan tersebut dan

mengamankan barang bukti hasil tangkapan sebulan lalu (30 Juli 2012).

Lebih lanjut kata Kakanwil DJBC Sumatera Utara Maimun dengan didampingi KPPBC

Belawan Widdi Hartono, terhadap upaya penyelundupan tersebut, saat ini sedang dilakukan

penyelidikan karena diduga melanggar pasal 105 huruf a Undang – Undang No.10 tahun 1995

tentang Kepabeanan sebagaimana telah diubah dengan UU No.17/2006.

Dalam kaitan ini pihak Bea Cukai melakukan pemeriksaan sejumlah saksi sebanyak 6 orang

dan masih dilakukan pengembangan guna menemukan pelaku penyelundupan ekspor rotan mentah ,

yang dilarang mengakhiri keterangan persnya petang kemarin , sementara itu menurut pengamatan

di lapangan kontiner ukuran 40 pit berisi rotan mentah itu kini masih ditahan Bea da Cukai

dikawasan penumpukan di BICT Gabion Belawan , sedangkan pelaku penyeludupan yang

diperkirakan merugikan negara Ratusan juta ini , kini masih berkeliaran di Belawan .

Belawan , 31 Agustus 2012 .