Lugas dan Terpercaya
TwitterFacebookGoogle

KAPAL MV MAIDEN FIST TERBAKAR KETIKA DIPERBAIKI DIDOK PT WARUNA NUSA SENTANA BELAWAN , 1 ORANG PEKERJA SEKARAT .

Belawan , hendrik-rompas .

Kapal MV Maiden Fist pengangkut semen ketika diperbaiki digalangan kapal PT Waruna
Nusa Sentana dikawasan Jalan Raya Pelabuhan Belawan terbakar pada Rabu (29/08) sekitar pukul
18 .00 saat kapal ini dalam perbaikan , salah seorang pekerjanya Abdul Rahman (26) sekarat akibat
mengirup gas beracun ketika berusaha memadamkan api dan kini dirawat di RS TNI AL Belawan .

Menurut keterangan yang diperoleh , kapal MV Maiden Fist dalam keadaan rusak oleh
pemiliknya kapal ini diperbaiki di Dokking di PT Waruna Nusa Sentana yang terletak dikawasan Jalan
Raya Pelabhan Belawan .

Ketika kapal sedang dalam perbaikan , secara mendadak mesin induk kapal ini dihidupkan
dan setelah hidup mesin kapal ini langsung meledak dan membakar ruangan kamar mesin yang para
pekerjanya sedang bekerja didalamnya .

Korban Abdul Rahman (26) warga Lorong Papan bersama temannya Bambang (28)
saat kejadian sedang bekerja didalam kamar mesin mengetahui kejadian itu langsung berusaha
memadamkan api yang mulai marak menggunakan tabung gas yang tersedia dikamar mesin itu , tapi
gas yang dipergunakan memadamkan api habis , sementara tabung gas yang dipakai korban juga
habis maka korban bersama temannya ini berusaha naik keatas dek kapal .

Sebelum korban sampai keatas dek , korban jatuh kebawah lagi dan sekarat akibat
menghirup gas beracun yang berasal dari kebakaran kamar mesin ini , sementara itu Bambang
langsung meminta tolong kepada rekan rekannya yang berada diatas dek untuk membantu korban
yang berada dibawa palka kapal untuk dibawa naik keatas dek kapal .

Dengan bersusah payah akhirnya korban dapat ditolong sesama pekjerja lainnya dan
langsung dinaikkan keatas mobil Ambulace milik perusahan dan dibawa ke RS TNI AL Belawan ,
sedangkan kapal Maiden Fist yang terbakar langsung dipadamkan menggunakan 2 kapal Tug Bota
dan sejumlah mobil pemadam kebakaran milik perusahan PT Waruna Nusa Sentana Belawan .

Perngamatan wartawan ini di RS TNI AL Belawan pada pukul 18.30 wib korban yang tak
sadarkan diri ini langsung dikeluarkan dari mobil Ambulnce dan langsung digotong teman temannya
dibawa keruangan UGD dan ketika korban sedang dirawat terlihat dari mulut korban keluar busa
warna putih dan tubuhnya terliha hitam .

Atas kejadian terbakarnya kapal MV Maiden Fist saat dalam perbaikan di Dokkingnya /
galangan kapal milik Waruna Nusa Senta dan mengakibatkan salah seorang pekerjanya mengalami
keracunan gas ini ,pihak perusahan Galangan kapal PT Waruna Nusa Sentana menggunakan
sejumlah oknum TNI AL Belawan melarang wartawan untuk masuk kedalamarea dok kapal untuk
konpirmasi .

Belawan , 29 Agustus 2012 .

PEGAWAI KANTOR CAMAT BELAWAN KUTIP BIAYA PEMBUATAN E-KTP RP 2000 RUPIAH PERJIWA .

Belawan , hendrik-rompas .

Pemerintah sudah mengintruksikan bahwa setiap warga Negara Republik Indonesia yang membuat kartu tanda penduduk  e-KTP ( KARTU Tanda Penduduk ) tidak dikenakan biaya apapun , namun di Belawan saat warga mau mengambil kartu tanda penduduk diharuskan membayar sebesar Rp 2000 rupiah dengan alasan untuk biaya Laminating kartu tersebut .

Menurut keterangan salah seorang warga , Rodiah (40) ,Lingkungan 12 Kelurahan Belawan Bahagia Kecamatan Medan Belawan saat ditemui wartawan dikantor Camat Belawan pada Rabu (29/08) pagi , ketika warga ini mengambil e-KTP sesuai undangan yang diterimanya bahwa keluarganya sebanyak 6 orang harus mengambil kartu  e-KTPnya dikantor Camat Belawan tepat pada pukul 10.00 wib .

Pertama kami datang dilayani sebaik baiknya oleh pegawai kantor Camat dan ketika e-KTP sudah kami ambil maka kami sekeluarga harus menyerahkan uang sebesar Rp 12000 kepada Budi yang menyerahkan kartu tanda penduduk  e-KTP kepada kami  .

Maka kamipun bertanya untuk apa uang sebanyak itu , pegawai kantor Camat ini langsung dengan entengnya menjawab bahwa setiap warga yang mengambil e-KTP dikenakan biaya sebesar Rp 2000 rupiah ntuk biaya Laminating kartu tersebut  .

Ketika para wartawan menyanyakan pengutipan uang sebesar Rp 2000 rupiah tersebut kepada pegawai kantor Camat Belawan , Budi , yang bersangkutan mengatakan bahwa uang sebesar itu untuk biaya Laminating kartu e-KTP dan ini atas perintah Camat Belawan Syaid Chaidir .

Camat Medan Belawan Syaid Chaidir saat dikonpirmasi wartawan tidak berada ditempatnya dan ketika dihubungi melalui Hpnya Camat Belawan ini sedang rapat bersama anggota DPRD Medan , namun Camat Belawan ini mengaku masalah tersebut tidak diketahui dan pihaknya akan segera memanggi Budi yang melakukan pengutipan uang kepada warga di Belawan  .

Menurut data yang diperoleh wartawan di Belawan , para warga yang diwajibkan memiliki e-KTP sebanyak 89800 jiwa di 6 Kelurahan yang ada di Kecamatan Medan Belawan  . Setiap warga yang telah memiliki e-KTP diharuskan membayar sebesar Rp 2000 rupiah maka jumlah yang didapat dari pengutipan itu sebesar Rp 179600.000 ( Seratus Tujuh  Puluh Sebimbilan Juta Enam Ratus Ribu Rupiah )

Sementara itu menurut salah seorang Stap Camat yang tak mau disebutkan namanya mengatakan bahwa uang hasil pengutipan e-KTP oleh Budi akan diserahkan ke Camat dan selanjutnya Camat Belawan Syaid Chaidir akan membagi bagikan uang tersebut kepada para stapnya  yang telah bekerja   .

Belawan , 29 Agustus 2012 .

Foto terlihat Stap Camat Belawan yang bernama Budi saat meminta uang kepada warga yang mengambil e-KTP dikantor Camat Belawan ,Uang yang diterima Budi langsung dimasukkan kedalam tas plastik Asoi  warna hitam .

SEBANYAK 44 KEPALA LINGKUNGAN KELURAHAN BELAWAN II MEMBUAT RESOLUSI MINTA LURAHNYA DIGANTI  .

Belawan, hendrik-rompas .

Karena Lurah Belawan II Kecamatan Medan Belawan , Fajaruddin Harahap tidak mau bekerja sama dengan seluruh Kepala Lingkungannya , maka  44 Kepala Lingkungannya melakukan aksi Resolusi minta kepada Walikota Medan Drs H Rahudman Haraharap MM  untuk segera memecatnya dan mengganti Kepala Kelurahan Belawan II dengan yang lain .

Menurut keterangan yang diperoleh wartawan ini dikantor Kelurahan Belawan II di Jalan Cianjur Gang 7 Timur Belawan  pada Rabu (29/08) pagi , Suarat Resolusi itu sudah disampaikan kekantor Walikota Medan pada Selasa (28/08) kemaren dan yang membawa surat tersebut untuk disampaikan kekantor Walikota Medan adalah Bahrumsyah anggota DPRD Medan sebagai utusan warga Kelurahan Belawan II  .

Dalam surat yang disampaikan kepada Walikota Medan itu isinya , seluruh Kepala Lingkungan Kelurahan Belawan II Sebanyak 44 Kepala Lingkungan sudah tidak cocok lagi bekerja sama dengan Lurahnya  Fajaruddin Harahap .

Untuk itu maka Walikota Medan Drs H Rahudman Harahap MM segera mencopotnya dan menggantikannya dengan Lurah yang baru yang dapat bekerja sama dengan seluruh Kepala Lingkungan Kelurahan Belawan II .

Menurut salah seorang Kepala Lingkungan 04 Jalan Bangka Timur Jhon , Lurah Belawan II Fajaruddin Harahap tidak bisa bekerja sama dengan setiap Kepala Lingkungannya dan kepada para stapnya  .

Seperti yang terjadi pada Bulan Ramadhan 1433 H yang lalu ketika Walikota Medan membagikan 2500 paket sembako gratis kepada warga di Belawan , setiap Lurah mendapatkan jatah sebanyak 230 paket untuk dibagikan kepada warga yang kurang mampu .

Namun paket sebanyak 230 berisi kebutuhan pokok warga dan uang kontan sebesar Rp 80.000 ribu rupiah untuk warga tak  mampu itu , menurut Lurah Belawan II Fajaruddin Harahap diambil lagi oleh Camat Belawan Syaid Chaidir sebanyak 20 paket dan sisanya sebanyak 210 paket  . Yang 210 paket inilah yang  di bagikan kepada 5 orang  Kepala Linglkungan dan sisanya dipegangnya sendiri oleh Lurah  .

Karena pembagian paket sembako itu tidak merata kepada warga Kelurahan Belawan II maka ketika pembagian itu dilaksanakan didepan kantor Camat Belawan tepatnya digedung SD Negeri maka terjadilah, Lurah Belawan II Fajaruddin Harahap dikejar kejar wargana hingg lari lintang pukang dan sembunyi dikantor Camat Belawan  .

Atas kejadian itulah maka seluruh Kepala Lingkungan Kelurahan Belawan II sebanyak 44 Lingkungan memprotesnya dengan cara membuat tulisan yang ditempelkan didepan pintu masuk kantor Lurah Belawan II tepatnya pada 13 Agustus 2012 yang lalu , namun protes ini tidak ada tanggapan dari Camat Belawan makanya kami membuat surat kepada Walikota Medan agar Lurah Belawan II ini dicopot dan dipecat .

Bila tindakan kami membuat surat Resolusi ini salah maka kami seluruh Kepala Lingkungan sebanyak 44 Lingkungan yang ada di Kelurahan Belawan II siap menerima sangsinya dan siap dipecat, namun kami tetap mengharapkan kepada Walikota Medan agar Lurah Belawan Fajaruddin Harahap ini dicopot dari jabatannya sebagai Lurah . Jika Walikota Medan tidak mau mencopotnya maka kami warga Belawan II yang akan mencopotnya Jelas Jhon .

Belawan , 29 Agustus 2012 .

Politik Balas Dendam Dan Kepentingan

Sanggahbuana.com

Sasaran dan target, saat ini tengah menjadi trend politik bagi para elite di negeri ini, saling serang mencari kelemahan masing-masing, politik balas dendam dan kepentingan ?.

Akibat dari perlakuan elite inirakyat menjadi terkerut keningnya, heran, alih-alih mendapat jasa, orang yang sudah terlanjur membuka tabir kebobrokan sesorang dianggap salah, dengan alasan melanggar kode etik menjadisasaran untuk sebuah target yang beraroma ‘kepentingan’.

Tak sampai di sana, petinggi institusi tak luput menjadi sasaran sebuah target, lagi-lagi politik balas dendam dan kepentingan, terkesan sebuah order politik. Mereka yang menjadi sasaran kini tengah menunggu, apa target yang bakal diterima mereka.

Terakhir, dua petinggi diRepublik ini juga dijadikan sasaran sebuah target, mereka ini sudah di plot didalam peta politik yang sebelumnya sudah diributkan sebagian pihak, akibat dugaan tak elok yang dialamat kepada.

Sasaran dan target, harus diakui sudah menjadi komoditas sebuah kepentingan beberapa banyak pihak, sadar atau tidak, itulah fenomena politik di negeri ini, ketika hukum terhenti oleh sebuah kepentingan kemudian hukum tersebut berbalik arah, bahkan tak jarang hukum menjadi lentur.

Sasaran dan Target, sepantasnya di arahkan kepada mereka yang bermoral bobrok dengan sengaja mengeruk negeriini untuk kepentingan mereka. Bukan dijadikan sasaran dengan target ‘GOL’ di terali, kalaupun ada yang terlanjur ‘gol’, mereka menjalaninya ada yang berleha-leha. Ironisnya lagi, walau sudah menjadi target, mereka tetap hidup seperti raja, mulai dari tempat sampai perlakuan yang diberikan, semua bernilai ‘Plus’,.

Hendaknya sasaran yang sudah di targetkan ini betul-betul hukumannya bisa memuaskan rakyat dan memenuhi rasa keadilan. Bukan malah menjatuhi sanksi yang tak sebanding dengan nilai kerugian Negara, tanpa ada efek jera, akibatnya, yang lain tak segan lagi berjemaah melakukan tindakan yang tak elok tadi.

Tak banyak yang bias diharapkan rakyat pada elite pemegang kekuasaan, terutama dalam hal penegakkan hukum,mereka bisa mengemas sedemikian rupa penegakkan tadi sesuai dengan order politik yang diberi.

Tak sedikit para penegak hukum di negeri ini yang mempunyai Track Record tak elok ketika diplot menjadisasaran, namun targetnya tidak tercapai, tidak bernilai dan tidak mempunyai efek jera tadi. Jauh dari rasa keadilan, tak bisa menjadikan Shock Therapy bagi yang lainnya, akibatnya rasa takut tidak ada, kembali berjamaah melakukan perbuatan melanggar hukum, dan ketika usai menjalani hukuman, dapat menikmati sisa hasilperbuatannya.

Mereka juga tak segan melakukan berbagai cara untuk mencari kesalahan bagi kelompok yang tidak mendukung kelompok mereka, kekuasaan dijadikan senjata bagi lawannya. Yang menjadi pertanyaan, mengapa mereka, para elit tidak menunjukkan teladan dalam berpolitk santun dan beretika.

Sasaran dan target sebuah wacana penegakkan hukum yang sarat dengan kepentingan, beraroma order politik dan politik balas dendam dan kepentingan yang di kemas dalam berbagai bentuk, selanjutnya di suguhkan kepadarakyat sebagai tontonan sebuah dagelan politik pratis.

Mengapa tak sekalian saja, langsung mengatakan kepada rakyat ” mari ramai-ramai korupsi”.(Agung)

KAPAL PUKAT TERI KM SUMBER BARU 948 TERBAKAR BERSAMA 6 ORANG ABKNYA .

Foto terlihat Kapal KM Sumber Baru nomor Lambung 948 yang terbakar / Hndrik-Rompas .

Belawan – Sanggahbuana.com

Kapal pukat teri KM Sumber Baru Nomor 948 ber ABK ( anak buah kapal ) sebanyak 20
orang yang berpangkalan digudang SBU Pelabuhan Perikanan Samudra Gabion Belawan terbakar
bersama 6 orang ABKnya pada Rabu ( 15/08) sekitar pukul 18.15 wib saat kapal mau berangkat
kelaut menangkap ikan .

Menurut keterangan yang diperoleh Wartawan ini di TKP ( tempat kejadian Perkara ) di
gudang SBU Pelabuhan Perikanan Samudra Gabion Belawan , Kapal KM Sumber Baru nomor
lambung 948 ketika terbakar saat ABK kapal mau memasak nasi karena kapal mau berangkat
melaut mencari ikan .

Ketika kompor Gas dinyalakan oleh tukang masak , ssecara mendadak tambung gas
tersebut meledak dan membakar kamar mesin ,sedangkan para ABKnya waktu kejadian itu sedang
bersiap siap mau melepaskan tali kapal dari dermaga ditempat kapal itu sandar .

Akibat meledaknya tabung gas tersebut api langsung menyambar dibahagian kamar mesin
dan langsung membakar seluruh kapal , para ABK kapal KM Sumber Baru langsung melepaskan
tali kapal dan kemudian kapal dihanyutkan ketengah laut untuk menghindari agar kebakaran
kapal tersebut tidak menyambar kekapal lainnya karena sewaktu kejadian itu kapal sedang rapat
didermaga sedangkan didermaga tersebut banyak kapal yang sedang ditambatkan .

Pemilik kapal KM Sumber Baru nomor lambung 948 ini Sugiman alias Awi (40)
penduduk Simpang Kantor Medan Labuhan , Sugiman alias Awi dikapal tersebut menjadi Tekong
kapal mengatakan bahwa kapalnya terpaksa ditarik kelaut dengan kapal kapal lainnya untuk
menghidarkan kapal terbakar ini tidak menjalar kekapal lainnya .

Para ABK (anak buah kapal ) yang mengalami luka bakar ini sebanyak 6 orang masing
masing Udin (45) ,Ayong (45) , Asmani (50), Dayat (30), Ijul (25) dan Ambon (35) . Ke enam
korban luka bakar ini saat ini dirawat di Rumah Sakit Umum Delima di Martubung Kelurahan
Labuhan Deli .

Kejadian kebakaran kapal ikan pukat Teri KM Sumber Baru bernomor lambung 948 saat
ini sudah ditangani petugas Sat Pol Airdasu Belawan bersama petugas Polres Pelabuhan Belawan
dan aparat terkait lainnya . Sedangkan ketika terjadi kebakaran itu 4 unit mobil kebakaran milik
Pemko Medan yang stanbay di Belawan dikerhkan untuk memadamkan api tapi mobil tersebut
kembali kepangkalannya karena tidak bisa memadamkan api yang membakar kapal itu karena
ditengah laut .

Belawan , 15 Agustus 2012 .

KAPOLDASU RESMIKAN KANTOR POLRES PELABUHAN BELAWAN .

Foto terlihat Kapoldasu saat menekan tombol membuka selubung kantor Mapolres Pelabuhan
Belawan . Hendrik-Rompas .

Belawan, hendrik-rompas .

Kapoldasu Irjen Pol Drs H Wisnu Amat Sastro SH didampingi Walikota Madya Medan
Drs H Rahutman Harahap MM secara resmi meresmikan kantor Mapolres Pelabuhan Belawan yang
terletak di Jalan Raya Pelabuhan Belawan pada Selasa (14/08) sekitar pukul 16.30 wib .

Dalam amanatnya Kapoldasu meminta kepada Kapolres Pelabuhan Belawan bersama
dengan stap dan anggotanya untuk menjaga dan merawat bangunan Mapolres Pelabuhan Belawan
ini dengan yang sebaik baiknya , karena pembangunan gedung Mapolres ini mengeluarkan biaya
yang sangat besar dan memakan waktu yang cukup lama .

Rawat dan peliharalah gedung ini seperti saudara saudara merawat rumah anda sendiri ,
karena ini adalah milik kita bersama yang dana pembangunannya berasal dari Rakyat untuk
kepentingan Rakyat jelas Kapoldasu Irjen Pol Drs H Wisnu Amat Satro SH .

Usai memberikan kata kata arahan Kapoldasu didampingi walikota Medan Drs H Rahutman
Harahap MM dan Kapolres Pelabuhan Belawan langsung menekan tombol untuk membuka
selubung nama Mapolres Pelabuhan Belawan untuk segera beroprasi menampung segala macam
pengaduan dari masyarakat Medan Utara khususnya warga Masyarakat Belawan pada umumnya .

Usai membuka selubung nama Mapolres selanjutnya Kapoldasu Irjen Pol Drs H Wisnu
Amat Satro , Walikota Medan Drs H Rahutman Harahap MM dan para undangan yang hadir
langsung menuju kepintu Mapolres untuk menggunting pita pertanda Mapolres telah diresmikan .

Selanjutnya Kapoldasu bersama undangan langsung berkeliling melihat lihat bangunan
Mapolres Pelabuhan Belawan yang baru saja didermikan ini , Kapoldasu dan walikota Medan
ketika meninjau kamar kamar tahan dan ketika tiba disalah satu kamar tahanan yang bertuliskan
Kamar Biologis Kapoldasu dan walikota dan para undangan langsung tersenyum senyum sambil
berkata kepada para undangan .

Bahwa kamar ini diperuntukkan kepada para tahanan yang dikunjungi oleh para
keluarganya , bila yang ditahan itu pria dan dikunjungi oleh istrinya maka mereka dibenarkan
untuk menempati kamar ini guna menyalurkan aspirasi bawahnya ,begitu pula sebaliknya bila yang
ditahan itu wanita dan yang datang itu adalah suaminya maka mereka dibenarkan memakai kamar
ini cuman hanya 40 menit saja kata Kapoldasu .
Usai berkeliling kemudian dilanjutkan dengan acara berbuka puasa bersama dan kemudian
dilanjutkan dengan sholat berjemaah didepan kantor Mapolres Pelabuhan ,usai sholat langsung
makan bersama sama para undangan .

Belawan , 14 Agustus 2012 .

RIBUAN WARGA RESAH AIR PDAM KERUH DAN BERLUMPUR DI LOKASI GRIYA MARTUBUNG .

Belawan ,hendrik-rompas .

Dalam sepekan terakhir ini warga yang bermukim dilokasi Griya Martubung kec. Medan

Labuhan mengeluh dan resah dengan adanya ganguan air bersih dari PDAM Tirtanadi “mati urip”

setiap harinya. Dan air yang keluar pada jam-

keruh dan berlumpur. Demikian kelurahan warga Griya Martubung menyampaikan keluhannya,

minggu ( 12/0 8 )

Kalangan ibu-ibu rumah tangga sangat menyesalkan pihak PDAM Tirtanadi sepertinya

menghambat kelancaran/pelayanan air bersih bagi pelanggannya , dimana air yang keluar tidak bisa

dimanfaatkan untuk masak memasak dan minum kata warga . Airnya keruh berlumpur warga terpaksa

untuk keperluan masak dan minum dengan menggunakan air miniral dibeli untuk masak dan minum.

Warga dari sejumlah blok dikwasan Griya Martubung heran, mengapa pelayanan PDAM

tentang air bersih di lingkungan Griya Martubung makin brengsek disamping air yang keluar keruh dan

berlumpur, dan setiap jam 14.00 air mati dan air baru hidup sekitar jam 16.00 sore, kata Wismar

Simanjuntak .

Seratusan penduduk jalan Tar Griya Martubung menyampaikan keluhannya kemarin kepada

PDAM , namun keluhan warga itu tidak ada tanggapan dari pihak PDAM dan seolah olah warga yang

mengeluh itu dianggap oleh PDAM , kami ini seperti binatang , binatang saja tau memilih air yang

bersih bila mau minum jelas Wismar Simanjuntak kepada wartawan ini .

“Mati urip”nya air PDAM tirtanadi cukup meresahkan warga, apalagi dalam suasana bulan

puasa Ramadhan seperti sekarang ini perlu memberikan pelayanan yang baik kepada pelanggannya ,

ujar Ustadz H. Herman warga Jl. Tuar 10/ Blok 11 Griya Martubung , apakah mesti kami datang secara

beramai ramai kekantor PDAM baru keresahan kami itu dapat tanggapan dari para petinggi petinggi

PDAM .

Bila pihak PDAM dalam 3 hari ini tidak bisa memberikan pelayanan yang terbaik kepada warga

pelanggannya khususnya yang berdomisili di Griya Martubung maka kami akan menatangi kantor

PDAM secara beramai ramai , hal ini kami sampaikan demi untuk kepentingan Umat manusia banyak

bukan yang seperti anggapan PDAM bahwa yang bermungkin di Griya Matubung itu adalah binatang

Kata Ustadz H Herman dengan nada kerasnya .

Sudah sepekan terakhir ini air PDAM keruh dan berlumpur dan tidak dapat dimanfaatkan untuk

keperluan masak dan minum , bahkan setiap jam 14.00 mati dan baru hidup kembali sekitar jam 16.00

sore , setia warga bila air PDAM ITU hidup maka menampungnya dengan Baskom dan ember dengan

cara menggunakan saringan (filter) sekedar untuk mandi “bebek”.

Dalam hal ini warga berharap agar Walikota Madya Medan Drs H Rahutman Harahap MM

segeramingkin memberikan tegoran kepada pihak manajemen PDAM Tirtanadi agar hati nuraninya itu

terpanggil untuk memberikan pelayanan terbaiknya kepada kami sebagai pelanggannya yang selalu taat

memenuhi kewajibannya kepada PDAM .

Belawan , 12 Agustus 2012 .

PAC PEMUDA PANCASILA KECAMATAN MEDAN BELAWAN ADAKAN BUKA PUASA BERSAMA ANAK YATIM DAN KAUM DHUAPA DAN SEKALIGUS PERESMIAN MUSHOLA .

Belawan , hendrik-rompas .
                   Pimpinan Anak Cabang Pemuda Pancasila Kecamatan Medan Belawan pada Sabtu (10/08) berbuka puasa bersama dengan Masyarakat , OKP dan  50 orang anak yatim dan 50 orang kaum duafa yang ada di Kecamatan Medan Belawan bertempat di Jalan Raden R Sulian , didepan halaman kantor PAC Belawan ini dalam rangka menyambut Hari Raya Udul Fitri 1433 H yang telah diambang pintu ini .
                   Sebelum berbuka Puasa Al Ustad Nur Wahabi LC memberikan ceramahnya dihadapan ratusan warga Pemuda Pancasila Kecamatan Medan Belawan usai Al Ustad Nurwahabi memebrikan ceramahnya langsung berbuka puasa dan dilanjutkan dengan Sholat Magrib berjamaah .
                   Hadir dalam acara berbuka Puasa bersama ini H B Horas Hutahean Ketua MPO Pemuda Pancasila Sumatera Utara , H M Junaidi Pangaribua dari MPW Pemuda Pancasila Sumatera Utara dan MPC Pemuda Pancasil Kotamadya Medan diwakili oleh Sekretarisnya Dr Sutan Nandar  .
                   Kaum Duapa sebanyak 50 orang yang diberikan santunan itu adalah para janda janda mantan ketua PAC Pemuda Pancasila Belawan diantaranya adalah Jandanya Samsul DS , M Kirmadi , Karim Usman , sedangkan para anak yatim yang mendapatkan bingkisan dan santuanan ini pada umumnya anak anak anggota Pemuda Pansila Belawan yang telah orang tuanya meninggal Dunia .
                  Setelah pemberian santunan selesai maka dilanjutkan dengan peresmian pemakaian Mushola yang terletak disebelah kantor PAC Pemuda Pancasila Belawan yang dibangun secara sewadaya ini diresmikan oleh ketua MPO Pemuda Pancasila Sumatera Utara H B Horas Hutahean didampingi oleh HM Junaidi Pangaribuan wakil ketua MPW Pemuda Pancasila Sumatera Utara  .
                 Ketua PAC Pemuda Pancasila Kecamatan Medan Belawan Husor Hutape dan didampingi Sekretarisnya Alfian My mengatakan bahwa acara berbuka puasa bersama dengan anak yatim dan kaum Dhuapa ini dan sekaligus peresmian Mushola ini untuk meningkatkan Iman kita bersama ditubuh Pemuda Pancasila yang ada di Belawan ini  .

Belawan , 10 Agustus 2012 .

image

Foto terlihat Ketua MPO Pemuda Pancasila Sumatera Utara H B Horas Hutahean ketika memberikan santunan kepada para kaum Dhuapa  . Hendrik-Rompas . 

MUDIK LEBARAN 1433H : PENUMPANG KAPAL KELUD MEMBLUDAK , COPET MERAJA LELA .

Belawan , hendrik-rompas .
                   Kapal penumpang KM Kelud yang tiba di Pelabuhan Belawan pada Sabtu (10/08) sekitar pukul 17.30 wib membawa penumpang melebihi kapasitas yang telah ditentukan oleh Menteri Perhubungan  , sementara pihak PT Pelni yang mengoprasikan kapal milik Pemerintah ini mengatakan bahwa kapalnya hanya membawa penumpang sekitar 2500 orang saja  .
                  Menurut keterangan para penumpang kapal KM Kelud yang baru turun dari atas kapal antara lain adalah Suryati (32) bersama suaminya Muhammad Rijal (40) asal Pelabuhan Tanjung Priok yang mau pulang kekampungnya dikawasan Tanah Merah Binaji bahwa sewaktu kapal dari Tanjung Priok penumpang yang naik tidak seberapa banyak   .
                 Tetapi ketika kapal ini sampai di Pelabuhan Tanjung Balai Karimu para penumpangnya yang naik cukup banyak , itupun masih ada para penumpang yang tertinggal didermaga  . Lain halnya ketika kapal tiba di Pelabuhan Batam , para penumpangpun sangat banyak naik sehingga para penumpang itu saling berebut naik ketangga .
                Lain hal yang dikatakan Nurbaiti Tanjung (25) bersama suaminya Mafrijal Piliang yang bermasut pulang ke Medan asal Pelabuhan Batam ini mengatakan mereka terpaksa harus tidur di depan pintu kamar mandi karena tidak mendapatkan tempat lagi  .
               Di Pelabuhan Belawan kapal KM Kelud ketika menurunkan penumpangnya dari 18.00 hingga pukul 1930 wib baru habis para penumpangnya yang turun dari atas kapal , Sementara itu Kepala Oprasi PT Pelni Cabang Medan ,Budadi , ketika dikonpirmasi tentang banyaknya  para penumpang kapalnya mengatakan hanya sekitar 2500 orang saja  .
                 Sementara itu ketika para penumpang kapal KM Kelud sedang sibuk sibuknya mengurusi barang barangnya yang dibawa oleh para petugas buruh Bagasi , copetpun sibuk beraksi melaksanakan aksinya didalam terminal Pelabuhan Belawan  .
                Seperti yang dialami oleh Setianingsih ( 20 dan adiknya Wahyu Hidayat asal Pelabuhan Batam ini mengaku dicopet dompetnya yang bersi uang kontan Rp 2 juta rupiah , kakak beradik ini tak mau melaporkan ke Polisi dan langsung mencarter Taxi pulang ke Medan  .
               Pengamatan Watawan , ketika kapal ini baru sandar di Pelabuhan Belawan dan langsung menurunkan para penumpangnya diperkirakan penumpang kapal itu mencapai 5000 orang lebih , belum lagi para pedagang yang ketika kapal baru sandar langsung sibuk menurunkan barang dagangannya   .

Belawan ,10 Agustus 2012 .

image

Foto terlihat para penumpang kapal KM Kelud saat tiba di Pelabhan Belawan saling berebut turun dari atas kapal . Hendrik-Rompas .

MUDIK LEBARAN 1433H : PENUMPANG KAPAL KELUD MEMBLUDAK , COPET MERAJA LELA .

Belawan , hendrik-rompas .
                   Kapal penumpang KM Kelud yang tiba di Pelabuhan Belawan pada Sabtu (10/08) sekitar pukul 17.30 wib membawa penumpang melebihi kapasitas yang telah ditentukan oleh Menteri Perhubungan  , sementara pihak PT Pelni yang mengoprasikan kapal milik Pemerintah ini mengatakan bahwa kapalnya hanya membawa penumpang sekitar 2500 orang saja  .
                  Menurut keterangan para penumpang kapal KM Kelud yang baru turun dari atas kapal antara lain adalah Suryati (32) bersama suaminya Muhammad Rijal (40) asal Pelabuhan Tanjung Priok yang mau pulang kekampungnya dikawasan Tanah Merah Binaji bahwa sewaktu kapal dari Tanjung Priok penumpang yang naik tidak seberapa banyak   .
                 Tetapi ketika kapal ini sampai di Pelabuhan Tanjung Balai Karimu para penumpangnya yang naik cukup banyak , itupun masih ada para penumpang yang tertinggal didermaga  . Lain halnya ketika kapal tiba di Pelabuhan Batam , para penumpangpun sangat banyak naik sehingga para penumpang itu saling berebut naik ketangga .
                Lain hal yang dikatakan Nurbaiti Tanjung (25) bersama suaminya Mafrijal Piliang yang bermasut pulang ke Medan asal Pelabuhan Batam ini mengatakan mereka terpaksa harus tidur di depan pintu kamar mandi karena tidak mendapatkan tempat lagi  .
               Di Pelabuhan Belawan kapal KM Kelud ketika menurunkan penumpangnya dari 18.00 hingga pukul 1930 wib baru habis para penumpangnya yang turun dari atas kapal , Sementara itu Kepala Oprasi PT Pelni Cabang Medan ,Budadi , ketika dikonpirmasi tentang banyaknya  para penumpang kapalnya mengatakan hanya sekitar 2500 orang saja  .
                 Sementara itu ketika para penumpang kapal KM Kelud sedang sibuk sibuknya mengurusi barang barangnya yang dibawa oleh para petugas buruh Bagasi , copetpun sibuk beraksi melaksanakan aksinya didalam terminal Pelabuhan Belawan  .
                Seperti yang dialami oleh Setianingsih ( 20 dan adiknya Wahyu Hidayat asal Pelabuhan Batam ini mengaku dicopet dompetnya yang bersi uang kontan Rp 2 juta rupiah , kakak beradik ini tak mau melaporkan ke Polisi dan langsung mencarter Taxi pulang ke Medan  .
               Pengamatan Watawan , ketika kapal ini baru sandar di Pelabuhan Belawan dan langsung menurunkan para penumpangnya diperkirakan penumpang kapal itu mencapai 5000 orang lebih , belum lagi para pedagang yang ketika kapal baru sandar langsung sibuk menurunkan barang dagangannya   .

Belawan ,10 Agustus 2012 .

image

Foto terlihat para penumpang kapal KM Kelud saat tiba di Pelabhan Belawan saling berebut turun dari atas kapal . Hendrik-Rompas .

KANALISASI PERKEBUNAN PTPN IV KEBUN PULU RAJA TIDAK PERNAH DIRENOVASI

Asahan, DRI

PTPN IV Kebun Pulu Raja Kec. Pulau Rakyat, Asahan membuat kanalisasi untuk pembuangan air sepanjang 5,6 km yang dibangun pada tahun 1972, Sanggahbuana menemui Manajer PTPN IV Kebun Pulu Raja JV Sikaro – Karo sudah beberapa kali dijumpai mulai hari Selasa (7/8) satpam menjelaskan manajer tidak ada ditempat ada tugas keluar, tantkala Sanggahbuana ingin menemui Humas Junaidi untuk konfirmasi tentang keberadaan kanalisasi namun humas juga tidak berada ditempat.

Akibat kanalisasi milik PTPN IV Kebun Pulu Raja yang tidak pernah direnovasi sehingga mengakibatkan banjir dan meluap kelahan masyarakat petani sawit di Desa Bangun Kec. Pulau Rakyat, Asahan. Maka masyarakat mengambil kebijakan untuk bergotong royong membersihan kanalisasi tersebut sepanjang 3,6 km dengan biaya untuk pembelian racun rumput sebesar Rp. 11 juta dan masyarakat setiap hari Jumat melakukan gotong royong untuk penyemprotan rumput yang sudah semak belukar di kanalisai tersebut.

Sebelum permasalahan ini Sanggahbuana terlebih dahulu mengkonfirmasi Asisten Afd. V Dedi Reza dan MandorI Afd. V Andi Kurniawan dua bulan yang lalu dan pada Selasa (7/8) Sanggahbuana bertemu dengan Mandor I Afd. V ia bertanya kepada Sanggahbuana, di pertapaan airnya tidak bisa mengalir dan kebun PTPN IV terendam maka tidak ada renovasi pembuangan air sepanjang 2 km dan leter T nya sepanjang 1,4 km yang jumlah keseluruhannya 3,4 km yang tidak dirawat, maka Mandor I tersebut menyatakan memang benar pihak PTPN IV Kebun Pulu Raja tidak pernah direnovasi, jelas Andi Kurniawan.

Akibat permasalahan tersebut masyarakat merasa dirugikan lahan kebun sawit mereka terendam dan sulit untuk memanen buah sawit mereka, mereka berharap pihak PTPN IV Kebun Pulu Raja agar secepatnya merenovasi kanalisasi tersebut. ( MSW ).

image

Ket Gbr 1 : Kanalisasi PTPN IV Kebun Pulu Raja yang dibersihkan oleh masyarakat seara bergotong royong. (Foto MSW)

image

Ket Gbr 2 : Kanalisasi PTPN IV Kebun Pulu Raja yang tidak dibersihkan yang mengakibatkan air tidak lancar yang mengakibatkan air melimpah ke lahan warga. ( Foto MSW )