Lugas dan Terpercaya
TwitterFacebookGoogle

Petugas Polres Belawan Bekuk Pengedar Pil Ekstasi Saat Transaksi

 

Sanggahbuana, Belawan

                 Selamat Tambunan (41) penduduk Pulau Brayan Bengkel dibekuk petugas Polres Pelabuhan Belawan sewaktu mengedarkan pil Ekstasi kepada petugas yang menyaru sebagai pembeli pada Selasa (29/05) sekitar pukul 02.30 wib ,untuk pengusutan tersangka bersama barang buktinya pil haram sebanyak 18 butir dibawa ke Komando .

                 Menurut keterangan AKP  M Hasibuan SH Kanit Narkoba Polres Pelabuhan Belawan dikantornya pada Selasa 29 Mei 2012 bahwa tersangka yang selama ini sudah menjadi TO Polisi berhasil dibekuk anggotanya  dengan cara menyamar sebagai pembeli pil ekstasi   .

                Tersangka dibekuk saat menyodorkan pil ekstasi sebanyak 5 butir dan setiap butirnya tersangka menjual kepada pembelinya seharga Rp 75.000 rupiah  , ketika petugas yang menyamar ini meminta pil itu kembali kepada tersangka mengatakan bahwa pil itu masih ada lagi sebanya 13 butir lagi didalam kantongnya .

                Ketika itu tersangka yang sedang mengambil pil ekstasinya  didalam kantong celana dalamnya langsung dibekuk dan tangannya langsung digari agar tersangka ini tidak bisa melarikan diri  .

                Tersangka dibekuk dikawasan Jalan Kayu Putih Tanjung Mulia Medan Deli pada pukul 02.30 wib bersama barang buktinya berupa pil ekstasi sebanyak 18 butir  . Ketika diperiksa di Mako Polres Pelabuhan Belawan tersangka mengaku pil haram ini dibelinya dari kawasan Lorong 36 Titi Papan Kecamatan Medan Deli setiap butirnya dibeli dengan haraga Rp 50.000

                Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Endro Kiswanto SH didampingi Kasat Reskrimnya AKP Hamam Wahyudi SH Sik dan kanit Narkobanya AKP M Hasibuan SH kepada Wartawan membenarkan bahwa tersangka selama ini adalah TO Polisi . Untuk mempertanggung jawabkan atas perbuatannya tersangka kini mendekam di sel Polres Pelabuahn Belawan  .(Henddri Kp)

Belawan , 29 Mei 2012 .S

Kapal Kelud Menjadi Pengangkut Barang Seludupan dari Batam

 

Sanggahbuana,      Belawan

 Beritakan yang besar besar di TV maupun dikoran , kami tidak takut karena kami sudah membayar kepada petugas Bea dan Cukai Belawan dan Polisi serta Wartawan , kata nyonya Ana ketika barangnya berupa Balpres / pakaian bekas saat dibongkar dari atas KM Kelud yang tiba di Pelabuhan Belawan pada Minggu (27/05) petang  .

              Menurut pengamatan wartawan ini , ketika kapal KM Kelud baru tiba di dermaga penumpang Internasional Pelabuhan Belawan dari Pelabuhan Batam kapal yang biasanya dipergunakan mengangkut penumpang ini berubah pungsi dipergunakan untuk mengangkut barang seludupan berbagai macam barang oleh para pedagang yang menyaru sebagai penumpang  

Barang seludupan berupa ratusan Bapres/pakaian bekas dan alat alat elek tronik ini oleh para pedagang disimpan didalam palka kapal KM Kelud agar tidak terlihat mencolok oleh para penumpang kapal  .

           Kemudian setelah para penumpangnya turun dari atas kapal , pihak agen kapal PT Pelni Medan langsung memerintahkan mualim kapal untuk membukan palka kapal karena muatan yang ada didalam palka akan dibongkar para buruh bongkar muat .

           Selanjutnya mualim kapal memeintahkan para ABK (anak buah kapal ) untuk membuka palka kapal dan setelah palka dibuka maka maka para buruh bongkat muat langsung bekerja membongkar muatan kapal berupa kontiner yang diduga berisi barang barang seludupan 

.

Setiap kontiner yang dibongkar dari dalam palka kapal terlihat diatas kontiner itu puluhan Balpres / pakaian bekas ikut diturunkan , kemudian kontiner tersebut langsung dinaikkan ketas truk dan membawanya keluar dari Pelabuhan Belawan sedangkan Balpresnya oleh para buruh langsung ditumpuk dipinggir gudang menunggu mobil pengangkutnya datang untuk membawanya ke Medan .

             Ratusan Balpres / yang ditumpuk dipinggir gudang ini dipoto wartawan dan pemiliknya nyonya Ana langsung berteriak teriak mengatakan silahkan saja foto dan disoting TV dan beritakan yang besar besar di TV maupun dikoran  kami tidak takut karena kami sudah membayar sama petugas Bea dan Cukai Belawan , petugas Polisi Polres Pelabuhan Belawan dan sejumlah wartawan 

.

            Pada minggu yang lalu barang seludupan yang berkedok barang cantingan ini oleh petugas Bea dan Cukai Belawan yang dipimpin H Suadi Prianto , sudah ditangkap berupa ratusan Balpres/ pakaian bekas dan sejumlah elektronik dan kini barang barang tangkapan Bea dan Cukai Belawan itu disimpan digudangnya  , namun kini berulang kembali dan terlihat para pedagang itu tidak ada jeranya Hukum dan sansi yang diberlakukan terhadap mereka.  .

             Diduga barang seludupan ini disimpan didalam palka kapal KM Kelud karena pemilik barang sudah ada kerja sama dengan Nachoda kapal , sementara ketika barang barang ini keluar dari Pelasbuhan Belawan terlihat banyak oknum petugas Pelabuhan Belawan yang antri meminta saweran kepada para pedagang itu   .

Belawan , 27 Mei 2012 .Terlihat kapa KM Kelud saat membongkar muatannya berupa kontiner dan diatas kontiner tersebut terlihat ada barang Balpres/ pakaian bekas dan kemudian Balpres tersebut ditumpuk dipinggir gudang  . Foto Hendrik-Raompas .    .

Pemilik Gudang 01 Jalan Perbatasan Metal Kebal Hukum, Mengangkangin UUD No,16 Tahun1992 dan Perda N.10 Tahun 2000

Sanggahbuana, Medan 28 Mei 2012

Pemilik Gudang Sdri Henny tidak mau tau apa yang ia lakukan selamaini dalam mengeloh usaha pergudanya ,memasukan barang dari RRT berupa kacang tanah ,kacang kedelai dan kacang hijau dalam satu kontiner dengan jenis bahan kimia beracun, yang ditumukan tem beberapa minggu lalu contiainer dibuka segelnya atas perintah sdr Henny ,yang seharusnya Bea Cukai dan Karentina Tumbuh-tumbuhan, barang disimpan didalam gudang bersama bahan makanan lain berupa Jagun pop croon,moko ,leci ,kecap miggi dan lain-lain bercampur dengan bahan beracun, pupuk Calsium dan jenis kimia lainnya asil pematauan tim kedalam lokasi Gudang 01 Jalan perbatasaan Metatal Kelurahan Tanjung Mulia Hilir, Kecamatan Medan Deli,

Menurut keterang salah seorang masyrakat yang tidak mau disebukan namanya ,mengatakan tahaun kemarin gudang telah mendapat sansi saat Balai POM masuk nenemukan

bahan makanan bercampur dengan bahan jenis kimia beracun tegasnya kepada wartawan .Pemilik Gudang mengagap hal sol biasa diberikan uang kan mereka diam ,hal seperti harus ditindak tegas ujarnya, menurut sepengetahan kami izin  Gudangnya dan perizinan lain kami rasa tidak ada.  

Hasil kompirmasi wartawan Sanggahbuana On-line dengan Lurarah Tanjung Mulia Hilir Sdr.Maulana Harahap S.sos ,kami telah melakukan pemangilang kepada pemilik Gudang 01 ,ianya menyatakan via hp saya saat berada di Jakarta,pulang dari Jakarta saya menghadap bapak tegasnya,Siapa yang menghubungin bapak tanyak wartawan,Lurah Tanjung Mulia Hilir ,berkata Sdr Ationg no hpnya 081260845332 .selang seminggu Rabu tanggal 16 Mei 2012 wartawan Sanggahbuan menjumpai Lurah Tanjung Mulia Hilir Sdr Maulana Harahap S.sos di ruangan kerjanya ,menanyakan masalah panggilan pemilik Gudang ,Lurah menjawab pemilik Gudang 01 Jalan Perbatasan Metal Kelurahan Tanjung Mulia Hilir telah dating menjumpai saya tegas Lurah,siapa yang datang Pak ? ,yang datang Sdr Ationg dan Sdr Ok ,apa mereka membawa surat perizinan pak ? tidak membawanya katanya lupa membawanya dan iannya menerangkan masalah kontenir yang memuat kacang-kacang tersebut udah selesai pak  tegasnya.

Mereka hanya menyatakan saja tanpa dapat memperlihatkan bukti-bukti otentik ,ini merukan pelangaran hokum, Setiap pemegan SIUP wajib membayar Restribusi berdasarkan  pada Perda No 10 Tahun 2000 tetang izin Usaha Industri, Perdagangan, Gudang/Ruangan dan Tanda Daftar Prusahan.apabila mereka menghidahkan Perda dikenakan sansi sesuai Pasal 38 Perda Kota Medan No.10 Tahun 2000, Pidana Kurungan, Tindak Pidana sebagaimana dimaksud pada ayat 1,2 dan 3 adalah tindak pidana pelangaran pasal 38.

Kami meminta kepada Bapak Kepala Dinas PerIndustrian dan Perdaganga untuk menidak tegas dan memeriksa perizina Gudang 01 Jalan Perbatasan Metal Kelurahan Tanjung Mulia Hilir ,Kecamatan, Medan Deli.Diduga keras tidak memiliki perizinan dan merugikan Negran dan Pemeritah Kota Medan ,dalam pemasukan pajak dan restribusi Pemerintahan Kota Medan .(Tem SB)

Continue reading

MENGHANCURKAN LAPAK JUALAN ES KELAPA DIBAYAR DENGAN NYAWA..

 

Sanggahbuana, Belawan                                                                                                                                                 

                 Chairuddin alias Domo (46) warga Jalan Abdullah Sani Lingkungan IX Kelurahan Terjun Kecamatan Medan Marelan Kotamadya Medan yang mnghanurkan lapak jualan Es Kelapa miliknya Suherli (35 ) warga yang sama tewas ditebas celurit ketika baru keluar dari kamar mandi , didepan istrinya pada Minggu ( 27/05) malam sekitar pukul 20.30 wib .

                  Menurut keterangan ,pada Minggu tanggal 27 Mei 2012 sekitar pukul 16.30 wib korban Chairuddin alias Domo mendatangi lapak jualan es Kelapa miliknya Suherli yang berada dikawasan Jalan Rahmad Budin dipinggiran Sei Bederah Kelurahan Terjum Kecamatan Medan Marelan   .

                  Kedatangan korban bermaksut mau minum es Kelapa diwarung milik Suherli , namun pada waktu itu pemilik warung ini lambat melayani korban sehingga korban marah dan langsung menghancurkan lapak jualan es tersebut bersama isinya anatar lain memecahkan steling , memecahkan gelas sebanyak 3 buah yang ada di meja dan kemudian menghancurkan lapak jualan itu  .

                  Usai menhancurkan lapak jualan itu korban langsung pergi meninggalkan tempat jualan itu dengan mengendarai sepeda motornya  , Suherli yang meraa terhina karena tempat carik makannya dihancurkan langsung mencari korban kerumahnya tapi korban yang dicari cari bersama adiknya Suherli tak ketemu dirumahnya   .

                 Maka pada malamnya sekitar pukul 20.30 wib Suherli ditemani kedua adiknya masing masing Suhelmi , Suheli dan 1 orang familinya kembali mendatangi rumah korban untuk menanyakan kejadian pengancuran lapak jualan es kelapanya , namun ketika itu korban masih mandi sedangkan Suherli langsung bersama saudaranya langsung menunggunya didepan pintu kamar mandinya  .

                 Ketika korban keluar dari dalam kamar mandi masih berbalut handuk langsung Suherli menebasnya dengan celurit dibahagian perutntnya sehingga korban tak sempat membela diri karena perutnya koyak dan ususnya keluar , sedangkan pelakunya langsung kabur meninggalkan korban yang dalam keadaan sekarat .

                 Kejadian ini disaksikan oleh istrinya Heriyah (42) , sang istri yang mengetahui suaminya ini bersimbah darah langsung berteriak minta tolong sama warga dikiri kanan dan sepontanitas warga langsung masuk kedalam rumah korban dan langsung membawa korban kerumah sakit Wulan Windi , tapi dalam perjalan korban tewas .

                Kemudian RS Wulan Windi merujuk mayat korban  ke RS Pringadi Medan untuk keperluan Visum sedangkan pelakunya Suherli langsung menyerahkan diri ke Mapolsek Medan Labuhan , namun ketiga temannya langsung melarikan diri dan kini dalam pencarian petugas Polsek Medan Labuhan   .

              Pengambilan janajah korban dirumah sakit Pringadi terhambat karena pihak keluarga korban pembunuhan ini belum menyelesaikan asministrasinya kepada pihak rumah sakit Dr Pringadi Medan ,sekitar pukul 14 .30 wib jemajah korban baru bisa dibawa pulang dan setibanya dirumah duka langsung di Sholatkan dan kemudian dikebumikan  .

              Kapolsek Medan Labuhan Kompol Sugeng Riyadi –SH Sik ketika dikonpirmasi kasus pembnuhan ini tidak berada ditempatnya , menurut salah seorang stapnya yang tak mau disebutkan namanya bahwa Kapolsek sedang berada di Pasar 4 Helvetia , sementara itu Kanit Reskrimnya AKP Oktavianus SH juga tidak berada ditempatnya  .(Hendrik Kp)

“Silahturahmi Masyarakat Nelayan Percut Sei Tuan Dengan Tokoh-Tokoh Masyarakat Deli Serdang ” “Silahturahmi Masyarakat Nelayan Percut Sei Tuan Dengan Tokoh-Tokoh Masyarakat Deli Serdang ”

 Acara ini di hadiri T. Achmad Ta’ala, Ricky Prandana, Rachmadsyah, Polsek Percut Sei Tuan dan unsur Muspika. Dalam kesempatan ini T. Achmad menyampaikan akan memerintahkan Ricky sebagai perpanjang tangan ke DPRD Deli Serdang agar menindak tegas masalah yang menghambat bantuan-bantuan terhadap masyarakat Nelayan Desa Percut dan juga menindak tegas masalah SPBN yang mana selama ini masyarakat Nelayan Desa Percut tdk memperoleh minyak setetespun. Dalam wawancara Ketua Lembaga Nelayan Pantai Pesisir (LNPP) Emri Harahap juga dalam hal  ini meminta kepada Tokoh Tokoh Masyarakat Deli Serdang agar menindak tegas Kadis Perikanan dan Kelautan Deli Serdang yang mana selama ini banyak menyalurkan bantuan FIKTIF ke masyarakat Nelayan Desa Percut . (Fahmi Lubis )
Powered by Telkomsel BlackBerry®
IMG00156-20120524-1224.jpg IMG00156-20120524-1224.jpg

KAJARI BELAWAN DAN KASI PIDSUS BERSERTA KADIS TATA RUANG DAN PERMUKIMAN PROV.SU MEMAKSA SATKER PERKIM MEMBERIKAN PAKET KEPADA PEMBORONG DENGAN CARA INTIMIDASI

Sanggahbuana  Medan                                                     25 mei 2012

Berdasarkan pengakuan dan pengaduan oleh Satker Perkim Sdri Ir.ID yang diterima oleh Anggota Kompertemen Badan Khusus Intelijen Reclaserring RI Zaka Nur Alamsyah Ritonga beserta bukti sms yang ditertma satker perkim dari salah satu pemborong yang berinisial ANW yang ternyata juga ANW di back up oleh oknum Kadis Tarukim Prov.SU berinisial KH A Nst untuk meminta sejumlah paket proyek pekerjaan kepada satker perkim Ir.ID yang belum dilelang dan belum di tenderkan ke publik, bila paket pekerjaan tidak didapat Kadis Tarukim Prov.SU memerintahkan satker perkim IR.ID agar menghubungi pihak Kejari Belawan via Kasi pidsus Sdr.HA,SH.

Paket proyek yang belum ditenderkan dan dilelang ke publik Kejari Belawan….?

Inilah salah satu dari banyak kasus yang perlu menjadi penyelikan penyalah gunaan kekuasaan yang berimbas indikasi tindakan dengan cara mengintimidasi dan menakut-nakuti satker perkim berserta jajaran.

Sesuai dengan pengaduan dan pengakuan berserta bukti yang diberikan oleh Satker Perkim Ir.ID pada hari Rabu tanggal 23 Mei 2012 pemborong berinisial ANW meminta proyek kepada satker perkim dengan cara melayangkan sms yang berisi”Ass.Wr wb kak, kata kadis paket yang itu untuk saya, bagaimana kelanjutannya kak ?  soalnya Kadis tidak mau cakap lagi masalah itu dia besok berangkat ke Palembang, kemudian Kejari Belawan menghubungin Kadis menyatakan yang dua (2) ini,tks atas perhatiannya Wass.

Setelah menerima sms, esok harinya pada tanggal 24 Mei 2012 satker perkim Ir.ID menghubungin sdr Kadis Tarukim Kha Nst untuk mempertanyakan apa maksud dari sms yang dilayangkan sdr Anw apa hubunganya dengan pihak Kejari Belawan…. ? Dengan spontan oknum Kadis Tarukim menjawab segerah kamu hubungin pihak Kejari melalui kasi pidsus nya nanti no hp kasih pidsus nya saya sms kan no nya,,,,, segerah kamu hubungin ! Dan tak lama kemudian sms diterima oleh satker perkim yang berisi ” hub aja sekarang, atau sms dulu kasi pidsus nya  hp nya 081370xxxxxx, karena kemarin mereka ada mau konfirmasi” .

Tindakan yang sama juga dilakukan oleh Kadis Tarukim Sdr Kha Nst kepada satker PBL di Instansinya sendiri dengan modus operandi yang sama yang dilakukan oknum Kadis ini dengan bekerjasama dengan pidsus Kejari Belawan, yang mana satker PBL sdri Ir.M juga sudah kena,,,,, secara tidak langsung ternyata preman dan pungli dilakukan oleh oknum Kadis mereka sendiri..,,,, kalau hal ini menjadi pembiaran maka mau jadi apa roda pembagunan yang seharusnya dapat dirasakan oleh rakyat ternyata anggaran sudah dirampok oleh oknum Kadis sendiri………………………….( tim SB)

Menneg BUMN Ganti Deputi BUMN Sumaryanto Karna Sakit

Medan-Panji Demokrasi

Menneng BUMN, Dahlan Iskan mencopot sementara Deputi BUMN bidang Usaha Infrastruktur dan Logistik, Sumaryanto Widayatin karna sakit pendarahan otak dan dipercayakan kepada Harry Susetyo Nugroho yang selama ini menjabat sebagai staf ahli bidang Tata Kelola BUMN. Sumaryanto ini adalah baru terpilih menjabat ketua umum alumi Institut Teknologi Bandung. Lumor santer melihat kondisi penyakit pendarahan otak yang dialami Sumaryanto dan Menneg BUMN langsung menunjuk jabatan Deputi BUMN bidang Usaha Infrastruktur dan Logistik digantikan Harry Susetyo Nugroho membuat posisi anggota Direksi BUMN maupun jabatan Dirut BUMN yang mana alumi ITB menjadi GALAU sebabkan Harry Susetyo Nugroho tegas, karna selama ini diduga mendapat beking kuat dari Sumaryanto sebagai ketua umum alumi ITB yang baru berhasil saat menjabat Deputi BUMN bidang Insfrastruktur dan Logistik dinilai berhasil menempatkan para alumi ITB diposisi yang bagus di perusahaan BUMN diantaranya Garuda Indonesia, Telkom, Pelindo I, Pelindo II, Pelindo III, Merpati Nusantara Airlines, Pertamina dan masih ada lagi. Hal lumor ini disambut dingin salah satu aktivis yang fokal dibidang BUMN, pasalnya Ketua Umum DPP LSM CIFOR, Roby Haris melalui Sekjennya Ismail Alex, MI Perangin-angin mengatakan informasi yang diterima dari tim investigasi dan monitoring LSM CIFOR d Jakarta bahwa pak Sumaryanto masuk RS Pusat Pertamina pada tanggal 16 Mei 2012, lebih kurang pkl 03.00wib, beliau mengalami pendarahan di otak sehingga mendapatkan penanganan tim medis. Sebenarnya tindakkan Menneg BUMN staf ahli bidang tata kelola BUMN, Harry Susetyo Nugroho dipercayakan menggatikan jabatan sementara sebagai Deputi BUMN bidang Usaha Infrastruktur dan Logistik itu biasa saja dan bisa saja jabatan tersebut diserahkan sampai berakhirnya jabatan pak Dahlan Iskan menjabat Menneg BUMN tahun 2014 nanti. Ungkapnya alex Menneg BUMN, Dahlan Iskan sudah biasa gaya main tunjuk langsung seperti perusahaan swasta, tindakkan tersebut menjadi sorotan tajam tim investigasi dan monitoring DPP LSM CIFOR begitu juga DPR Komisi VI SK.236 adalah setiap penggatian atau pengangakatan Direksi BUMN (termasuk Dirut) dilakukan secara fair melalui Rapat Umum Pemengang Saham, seperti dituangkan pasal 16 ayat 4 UU No.19/2003 tentang BUMN, diantaranya penunjukkan langsung mantan Deputi Industri Kementrian BUMN, Megananda Daryono sebagai Dirut PTP III, PT. Timah (Persero) mantan Dirut Bukit Asam (Persero) Sukirno. Ungkapnya alex Disisi lain DPP LSM CIFOR masih memantau dan telaah informasi diperoleh tim investigasi dan monitoring LSM CIFOR Kordinator Solidaritas Penerbangan Merpati Nusantara Airlines (KSPMNA), Kapten Eman Supriatna mengatakan kementrian BUMN melalui Deputi Menteri BUMN, Sumaryanto dan Dirut Garuda Indonesia, Erwinsyah Satar bertindak arogan dan gegabah tampa alasan jelas dalam penggatian Dirut Merpati tampa RUPS, tindakkan tersebut menurut mereka berdasarkan satu alumi dari Institut Teknologi Bandung yaitu Rudy Setyopurnomo diangkat sebagai Dirut. Ungkapnya alex Semua ini membuktikan kelemahan pengawasan DPR RI dan Presiden SBY dan Kejaksaan Agung dan Mabes Polri dalam mengawasi kinerja Menneg BUMN, Dahlan Iskan bersama para Deputi BUMN lainnya. Namun DPP LSM CIFOR sangat yakin Komisi Pemberantasan Korupsi mampu membongkar adanya dugaan nuansa politik 2014, dan kelompok tertentu dengan memanfaati jabatan, haus, rakus jabatan dari perusahaan BUMN. Padahal kalau para pejabat BUMN dan Negara menyadari sesuai agama masing–masing bahwa harta dan jabatan hanya titipan sementara dan tidak dibawa mati. Apabila kita mati dan meninggalkan warisan hasil korupsi belum tentu bermaaf bagi keluarga kita nanti. Ungkap alex

Kejari Belawan dan Kasi Pidsus Paksa Kadis Tarukim Memberikan Paket Kepada Pemborong

 

Sanggahbuana  Medan.

Anggota KIN LMR-RI (KOMPARTEMEN INTELIJEN LMR-RI) Medan Bapak Jaka Nur Alamsyah, dalam kompirmasi Pers mengemukan hasil temua ,Sdr Anwar seorang pemborong Tarukim meminta proyek kepada Kadis Tarukim  Sdr. Khw nst, diduga atas perinta Kajari dan Kasi Pidsus, sementara 2 paket yang diminta itu belum dilelang ,belum di tenderkan masih ada tengasnya,

Hari Kamis tanggal 24 Mei 2012, sdr Anwar sms kepada Satker Tarukin, Ass.wr,kak kata Kadis paket yang itu untuk saya, Bagaimana kelanjutannya kak soalnya Kadis tidakmau cakap lagi masalah itu dia besok berangkat ke Palembang kemudian Kejari Belawan menghubungi  dia menyatakan paket yang dua (2) ini tks atas pengertianya Wass.

Jelas seorang Pejabat dengan wewenangnya memaksa kan kehendanya untuk mendapak pakek peroyek dari Tarukim , dengang jalur lintas tanpa harus mengikuti prosudur yang ada yang seharusnya ditenderkan terbuka untuk umum bukan untuk kelompok atau  perorangan, kalau tidak diberikan mereka akan di taku-takuti bahkan diperas

Diduga keras Kepala  Dinas lain ,Minggu lalu Kepala Bidang  ada menyerakan uang  sebesar Rp. 100 juta rupiah kepada Kejari Belawan .

Tegasnya Seorang Pejabat tinggi diwilayah Hukum Pengadilan Belawan seharusnya menjujung tinggi norma jabatan dan keadila ,bukan untuk alat mencari kekayan dengan kata lain ini sudah termasuk koropsi yang dilakukan pihak Pengenak Hukum di Negara ini,diminta tegas kepada Bapak Kejari Sumatera Utara via Intelejen Kejari SU untuk mengukap kasus ini sampai tutantas dan melimpahkanya ke Makamah Agung dan Menteri Hukum dan Ham . ( tim –sb)

Menanti Adipura

Medan | Sanggahbuana.com

Dalam rangka untuk mendapatkan ,penghargaan tertingi PIALA ADI PURA dari pusat tiap kepala daerah terpaksa harus kerja extra keras dalam menjalan kan tugas yang di buat oleh pimpinan nya begitu juga yang telihat oleh wartawan kami ini ,lurah petisah tengah yang dengan antusias nya dia menertib kan para pedagang kaki lima yang ada di wilayah kerjanya, bekerja sama dengan satuan pamong praja kota medan dan terlihat masih banyak para pedagang yang membandel yang meletakan dagangan nya di zona dilarang jualan ketika wartawan kami melakukan kordinasi dengan lurah petisah tengah dia menegas kan bahwa sudah beberapakali mereka melakukan penertibpan tapi masih banyak juga yang membandel melakukan aktivitas jualan di zona yang dilarang jualan dan ketika di tanyakan apakah mereka mempunyai izin tuk berjualan dengan lurah menjawab bahwa tidak di benarkan nya mereka berjualan di zona dilarang jualan dan apakh mereka di bec up dengan oknum-oknum kelurahan atau dari kecamatan karna selama ini mereka selalu mengatakan bahwa mereka ada membayar tapi kepada siapa mereka enggan mengatakan nya,dengan tegas lurah mengatakan kasi tau sama siapa mereka membayar biar kita tindak tegas orang nya kalau memang orang dari kelurahan atau pun kacamatan .menurut saya mengapa hanya (PKL) saja yg di tertib kan sementara masih banyak papan reklame dan baliho yang kadang penempatan nya mengganggu ke indahan kota ,jika memang ingin mendapatkan PIALA ADI PURA dan parit -parit pun masih banyak yang tergenang jika hujan datang ,apakah karna para pedagang kaki lima ini tidak membayar pajak retrebusi jadi se enak nya aja mereka dapat di gusur. (Thamrin)

TANAH MILIK PT PELINDO I DIKAWASAN PANTAI AJING DIKLAIM OLEH PIHAK MAFIA TANAH .

Belawan , hendrik-rompas .

                  Hari ini Selasa 22 Mei  2012 pihak PT Pelindo I dilakukan sidang lapangan dilokasi tanah milik PT Peliando I berdasarkan Sertipikat HPL No.1 Desa Belawan I Tahun 1993, dimana terdapat piahak luar yang mengaku lahan PT Pelindo I seluas ,7 hektar dengan menggaunakan dasar kepemiliakan Grant Sulatan No. 709 serta putusan Mahkamah Agung aatas gugatan peninajauan kembali (PK) BPN DAN PT Pelabauhan Indonesia I (Persero)  No.06 PK/TUN/2009 yang amembaatalkan sebahagian HPL No. 1 Desa Belawan I tanggal 03 Maret 1993 .
                 Selaian melakukan gugatan kepada PT Pelindo I, sebelumnya pihak luar tersebut telah melakukan auapaya uapaya penguasaan fisik secara sepihak dan tampa hak seperti pada akhir tahun 2011 yaang alalu mereka melakukan pembabatan lahan, pemasangan palank tanah Grant Sultan No.1709 tahun 1917 dan pemagaaran disisi lokasi objek perkara tersebut  .
                 Padahal objek perkara dimaksutberdasarkan HPL No.1 yang dikeluarkan oleh Badan Pertanahan Nasional objek perkara tersebut amasih berada diwilyah PT Pelindo I Sumatera Utara  .
                Menanggapi hal ini PT Pelindo I telah melakukan tindakan preventif seperti menempatkanpetugas pengamanan dilokasi pada lahan yang dipersengketakan , melakukan kordinasi dengan piahak Polres Pelabauhan Belawan dan Syahbandar untuk mengamankan lokasi tersebut   .
               Dengan cara menutup akses masuk pada Pos IKD II dan pintu masuk dari Jalan PertaminaDengan menggunakan baatu blok beton dan melakukan langakah langkah hukum yang dianggap perlu untuk mempertahankan dan menguatkan kepemilikan aset Pelabuhan .
              Untuk upaya hukum tersebut ,saat ini sudah dibentuk sebuah tim yang akan mempertahankan aset PT Pelindo I yang merupakan aset negara dan bekerja sama dengan pihak Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara melakukan perlawanan hukum diPengadilan Negeri Medan .
              Perkara ini telah bergulir di Pengadilan Negeri Medan dan atas permintaan PT Pelindo I kepada Majelis Hakim Soegianto SH yang menangani perkara tersebut maka pagi ini Selasa 22 Mei 2012 dilakukan sidang lapangan dilokasi objek perkara dimaksut .
             Dengan adanya sidang lapangan ini maka  PT Pelindo I berharap bahwa aakan terungkap kebenaran terhadap kepemilikan lahan dimaksut  , kaarena selama ini banyaknya pihak luar yang mengakui memiliki lahan dilokasi Pelabauhan PT Pelindo I dengan dasar Grant Sulatan No.79 tahun 1917 tetapi mereka tidak dapat menunjukkan lokasi pastinya dan luas tanah dimaksut  .
            Melihat banyaknya usaha pihak luar mengklaim tanah tanah dengan dasar Grant Sultan khususnya di Pelabuhan Belawan, kuat dugaan ada terdapat akekuatan besar dari mafia tanah yang mendanai pihak luar tersebut mengingat  tanah yang diklaim memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi dan mengingatkan Pelabuahan Belawan merupakan pintu gerbangnya ekonomi Indonesia bahagian Barat khususnya Suamaatera Utara . Sementara itu kedua belah pihak sewaktu diadaakana sidang lapangan digelar , kedua belah piahak saling memperlihatkan peta lokasi yang disengketakan itu  .Kuasa hukum PT Pelindo I Melinda dan Anisa Hikmiati dari Pengadilan Tinggi Medan Pengacara Negara sedangkan dari pengklaim diwakili oleh pengacaranya Apid Zam SH .

image

image

Belawan , 22 Mei 2012 .
Terlihat kedua pengacara baik dari PT Pelindo I  dan pengklaim saling menunjukkan peta loakasi tanah tersebut   .