Lugas dan Terpercaya
TwitterFacebookGoogle

Aksi saling serang antar warga desa Letvuan dengan Desa Dien Darat dan Dien Laut

Pada hari Rabu tanggal 11 Januari 2012 pukul 07.35 wit, telah terjadi Penyerangan antar kampung dimana Desa Letvuan dengan Desa Dien Darat serta Dien Pulau, dimana Desa Letvuan beragama Katolik dan Desa Dien Laut dan Desa Dien Pulau beragama Muslim, tetapi hal ini bukannya terjadi penyerangan antar kampung karena masalah agama, tetapi karena batas tanah.

Akibat kejadian tersebut, ada jatuh korban di desa Letvuan berjumlah 10 orang yang terdiri dari 9 (sembilan) orang luka-luka karena panah dan 1 (satu) orang meninggal dunia, sedangkan korban desa Dien Darat dan Dien Pulau berjumlah 18 orang luka-luka.

Adapun kronologisnya adalah sebagai berikut :

Akibat dari batas tanah antara desa Letvuan dan desa Dien Darat, Dien Pulau melakukan penyerangan yang mengakibatkan jatuh korban diantara kedua belah pihak.

Langkah-langkah Polres Maluku Tenggara adalah sebagai berikut :

Telah ditempatkan 100 personel Polres Maluku Tenggara untuk melakukan Pengamanan di lapangan sehingga pada pukul 10.30 wit, Polres Maluku Tenggara telah menguasai situasi di lapangan.

Kapolres telah melakukan koordinasi dengan tokoh Agama, Pendeta, Wakil Uskup, para Pastor, Tokoh Masyarakat, MUI Maluku Tenggara, DPRD Maluku Tenggara, Tokoh Pemuda dan Tokoh Adat, maka seituasi kamtibmas sudah aman.(SB)

Perpolisian Demokratis Untuk Mendukung Dunia Usaha di Indonesia Menuju Kelas Dunia.

Jakarta, Mabes Polri 7 Februari 2012.

Pada hari Selasa, 7 Februari 2012 dimulai sekitar pukul 19.00 WIB s/d pukul 22.30 WIB di ruang rapat utama Mabes Polri diselenggarakan pertemuan silaturahmi antara para insan pengusaha di Indonesia dengan Kapolri dan pejabat utama Mabes Polri. Pertemuan yang terselenggara dengan nama Jakarta CMO Club (Jakarta Chief Marketing Organization Club) ini di creat oleh salah satu marketeer kelas dunia dan pendiri dari Markplus.Inc serta salah satu penasehat ahli Kapolri Bapak Hermawan Kertajaya bersama Wakapolri Komjend. Pol. Drs. Nanan Soekarna. Pertemuan para pengusaha dan sebagian dihadiri oleh para Chief Marketing perusahaan-perusahaan besar ini seperti misalnya Bapak Tantri Abeng mengambil tema “Perpolisian Demokratis Untuk Mendukung Dunia Usaha di Indonesia Menuju World-Class.
Sebagai pemerakarsa pertemuan Pak Hermawan Kertajaya dalam pertemuan ini menyampaikan sambutan awal dengan materi antara lain,

a.    Indonesia secara umum walaupun di dalam negeri ada isue “goncang-gancing” dalam berbagai hal tetapi di luar negeri kita banyak mendapat apresiasi khususnya dalam dunia usaha.
b.    Polisi sesungguhnya tidaklah seperti yang digambarkan oleh banyak media akhir-akhir ini, dilain sisi mereka punya warna tersendiri yang memberikan gambaran secara khusus. Dengan segala keterbatasan yang ada pada Polisi mereka sudah berusaha secara luar biasa dalam menciptakan keamanan di Indonesia, sehingga berkembangnya dunia usaha yang ada.
c.    Karena itu menurut Bapak Hermawan Kertajaya sebagai seorang marketeer senior kondisi ini perlu dikomunikasikan kepada para Chief Marketing Organization dan disamping itu para CMO perlu mengetahui tentang berbagai sisi dari Polri itu sendiri.

Sambutan dari Kapolri.

Dalam mengawali  silaturahmi antara para CMO dan Polri ini Kapolri Jenderal Pol. Drs. Timur Pradopo menyampaikan sambutan awal, beberapa hal yang disampaikan anatara lain :

Bersyukur dapat bertemu dengan para CMO kaliber dunia, semoga kemampuan para CMO dapat menular kepada para polisi yang dapat memenaje Polri dengan baik.
Pada sekitar abad ke 14 lalu, Plato mengatakan bahwa dunia ini bisa maju karena tiga hal, yaity cendikiawan, militer dan pengusaha. Karenanya para pengusaha harus dilindungi oleh negara supaya mereka dapat berkarya dan negara dapat berkembang dengan pesat serta bisa bersaing dengan dunia luar.
Berbagai komponen bangsa dan kita semua harus bersinergi dalam mewujudkan keamanan dan semua bisa baik jika semua kondisinya aman. Beberapa waktu lalu ada unjuk rasa buruh sebagai kegiatan tahunan menuntut adanya penigkatan upah yang kondisinya saat ini sekitar 1,6 s/d 1,7 Juta rupiah. Gaji anggota Polri jika dibandingkan dengan kaum buruh lebih baik sedikit, karena gaji mereka antara 2 sampai 3 juta rupiah perbulan. Beberapa waktu lalu di Bekasi ada unjuk rasa buruh sekitar 50 ribu orang  yang diantaranya menutup akses jalan raya. Polri sesungguhnya ada dalam pilihan akan menindak secara tegas atau melakukan negosiasi dan waktu itu karena tuntutan buruh adalah masalah upah kita melakukan negosiasi yang diwakili oleh menteri Tenaga Kerja.
Mengapa kita perlu negosiasi, karena memang upah buruh saat ini paling kecil di antara negara-negara Asean walaupun kita masih di atas Vietnam. Jika upah buruh dapat naik diharapkan pertumbuhan perekonomian dapat lebih maju lagi seperti yang diharapkan oeleh Presiden.
Saat ini Polri dalam mengemban tugas memelihara keamanan dan ketertiban yang dikerjakan oleh Polri dalam pengamanan mungkin hanya 25 percent saja, yang lain dilaksanakan oleh masyarakat, demikian juga pelayanan Polri mungkin hanya 50 percent saja sebagai contoh pelayanan yang dibidang lalu lintas seperti pembuatan SIM, pengaturan lalu lintas dan lain-lain,  karena itu Polri dengan berbagai komponen termasuk dengan para pengusaha harus membangun pathnership atau kemitraan.
Jakarta sebentar lagi akan ada pemilihan Gubernur, tentu saja akan memanas kondisi politik yang ada, tetapi kita semua harus tetap menjaga keamanannya.
Masalah Tanjung Priuk banyak dikeluhkan oleh para pengusaha hasil survey kurang lebih 40 percent yang dikeluhkan masalah pungutan liar yang dilakukan di jalan oleh Polisi dan hal ini akan ditertibkan untuk mengurangi adanya biaya tinggi. Sebenarnya memang pelabuhan Tanjuk Priuk itu sendiri banyak persoalan-persoalan, disamping karena pelayanannya yang belum begitu baik juga masalah lalu lintas. Hal ini sesungguhnya merupakan peluang untuk membangun pelabuhan baru yang dapat melayani para pengguna jasa pelabuhan lebih baik lagi.

Presentasi Wakapolri Komjend. Pol. Drs. Nanan Soekarna.

Dalam acara ini secara khusus diisi dengan presentasi Wakapolri sesuai dengan tema silaturahmi yaitu Pemolisian Demokratis Untuk Mendukung Dunia Usaha Menuju World Class. Dalam presentasi ini Waka Polri menyampaikan antara lain :

Bagaimana tugas polisi secara umum secara universal yaitu penegakan hukum, memelihara keamanan dan ketertiban serta melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat.
Apa yang dimaksudkan dengan pemolisian yang demokratis, yaitu polisi yang menghargai hak-hak sipil, tunduk pada prinsip-prinsip demokratis, good governance dan melaksanakan perpolisian modern yaitu perpolisian masyarakat. Wakapolri juga menyampaikan masalah Code of Conduct atau kode etik yang berlaku di lingkungan Polri, situasi keamanan secara umum, alokasi anggaran Polri yang bersumber dari APBN, revitalisasi Polri.
Sesuatu hal  yang cukup esensi juga disampaikan adalah Wakapolri adalah tentang bagaimana seharusnya tampilam kepemimpinan di lingkungan Polri, yaitu keteladanan (lead by example), pemimpin yang melayani, menjamin kualitas, sebagai konsultan dan anti KKN. Disampaikan juga berapa besar jumlah pelayanan yang dilakukan oleh Polri selama tahun 2012 yang tercatat yaitu sebanyak 7.621.908 pelayanan dan dari sejumlah itu yang melakukan komplain sebesar 5.701 atau sebesar 0,075 % saja. Akan tetapi gaungnya terkadang dapat menghilangkan berapa banyak pelayanan yang telah dilakukan. Dalam presentasi ini juga disampaikan tentang 10 Komitment bersama anggota Polri dan maklumat Kapolri.

MAKLUMAT KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA
Nomor : Mak/1/XII/2011
TENTANG
PENCEGAHAN KORUPSI, KOLUSI DAN NEPOTISME UNTUK MELAKSANAKAN TEMA “BERANI JUJUR, HEBAT!” DALAM RANGKA HARI ANTI KORUPSI SEDUNIA TANGGAL 9 DESEMBER 2011

1.    Setiap anggota Polri, wajib mengetahui dan menerapkan pola pengawasan terhadap semua kebijakan atau program dengan memberdayakan manajemen pengawasan secara holistik yang melibatkan Unsur Pimpinan, Satker Pengemban Fungsi Pengawasan, Pengawas Eksternal dan Bawahan;
2.    Kepada seluruh pimpinan Polri di semua level, wajib menampilkan tampilan Anti KKN dan memberikan ketauladanan, bersifat melayani, berperan sebagai konsultan dan quality assurance;
3.    Kepada seluruh anggota Polri dalam kapasitas selaku bawahan, agar berani secara etis mengingatkan, mencegah dan menolak perintah atasan yang bernuansa KKN;
4.    Kepada pengawas eksternal dimohon tidak ragu-ragu secara Independen untuk mengawasi, mengoreksi, menegur kami, agar Polri dapat melayani masyarakat dengan prima dan anti KKN;
5.    Kepada seluruh masyarakat, agar dapat bersama-sama dengan pihak Polri mematuhimaklumat ini untuk tidak melakukan KKN, tidak kompromi dengan Polisi yang korup.

Demikian maklumat ini, untuk menjadi perhatian dan dilaksanakan oleh seluruh anggota Polri dan menjadi maklum bagi masyarakat luas,  agar terwujud upaya pencegahan KKN sesuai harapan kita bersama.

Dikeluarkan di    :  Jakarta.
Pada-tanggal    :  9 Desember 2011

KEPALA KEPOLISIAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA

Drs. TIMUR PRADOPO
JENDERAL POLISI

Zulkarnain, Staf Divhumas Polri.