Lugas dan Terpercaya
TwitterFacebookGoogle

Mahasiswa UMSU Bentrok

Mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU) Medan Muhammad Tohir (24) babak beluk dikeroyok teman sekampusnya saat meredam pidato RN yang dianggap memprovokasi mahasiswa lainnya di Kampus UMSU, di Jalan Jalan Mukhtar Basri Medan, Rabu (21/9). Akibat pengeroyokan tersebut Tohir kini diopname di Rumah Sakit Imelda Jalan Bilal Medan.

 

Kejadian berawal saat RN memberi arahan kepada mahasiswa baru yang lulus mengikuti ospek. Dalam penyampaiannya RN menyinggung jabatan organisasi kampus yang dianggap merendahkan kredibilitas organisasi.

“Dia (RN) menyampaikan, untuk menduduki jabatan tertinggi organisasi di kampus ini tidak perlu mengikuti ospek dan lainnya, kita bisa mendapatkannya, contohnya saya ini,” kata Tohir menirukan ucapan yang disampaikan RN di hadapan puluhan mahasiswa UMSU, saat disambangi wartawan di Ruang Anggrek RS Imelda, Kamis (22/9).

 

RN, kata Tohir, memang bakal menduduki jabatan tertinggi di kemahasiswaan. Jabatanya Presiden. Mendengar ucapan RN tersebut, Tohir langsung mendatangi RN.

 

“Saya merangkulnya lalu memberitahukan kepadanya bahwa ucapannya tadi tidak pantas dihadapan adik-adik mahasiswa,” imbuh Tohir dalam kondisi terbaring.

 

RN menepis tangan Tohir yang merangkulnya. Rekan-rekan RN melihat itu langsung menyarang Tohir. “Mereka ada 20-an orang mengeroyok saya, saya dipukul dan ditendang. Karena begitu banyaknya saya cuma mengenal dua orang saja tersangka FT dan AN,” sebut Tohir sambil mengingat pelaku pengeroyok lainnya.

 

Rekan-rekan Tohir melihat kejadian ini tidak dapat berbuat banyak. Mereka langsung menyelamatkan Tohir dan melarikannya ke RS Imelda.”Wajah dan badan saya lembam-lembam sekarang,” kata Tohir yang hari itu sedang dikunjungi puluhan rekan dari Ikatan Mahasiswa Muhammadiya (IMM) UMSU.

 

Rekan-rekannya meminta kasus ini harus diusut tuntas.”Kami minta kasus ini diusut tuntas, dan pihak petinggi kampus UMSU segera mengambil sikap atas aksi pengeoyokan ini,” seru Ketua DPP IMM, Ton Abdillah Ihas dan DPD IMM Sumut Zefrizal.

 

Ketua Kebesaran Alumni IMM, Anwar Bakti juga menyesalkan insiden anarki yang terjadi di dalam kampus UMSU ini.”Ini harus diselaikan secara serius agar citra UMSU tidak jelek,” terangnya.

 

Tohir sebagai korban dalam kejadian ini sudah membuat pengaduannya ke Polresta Medan dengan nomor STBL/2443/IX/2011/SU/Resta Medan. Kasat Reksrim Polresta Medan AKP M Yoris Marzuki Sik yang ditanya wartawan koran ini tentang pengaduan Tohir mengatakan sedang memanggil beberapa saksi-saksi seputar pengeroyokan korban tersebut.”Selain menunggu visum, saksi-saksi akan kita periksa nanti,” kata Yoris. (r)

Dalam Sepekan Terjadi Dua Kali Bentrokan Antar Mahasiswa

Dalam waktu sepekan terjadi dua kali bentrokan antar mahasiswa bentrokan itu terjadi di USU ( Universitas Sumatera Utara ) Medan Jum’at (9/9/2011) dan UNhas ( Universitas Hasanuddin ) Makasar Senin (12/9/2011). Menurut informasi di USU bentrok tersebut bermula dari calon mahasiwa Fakultas Pertanian tak sengaja menyenggol tubuh salah seorang senior  Fakultas Teknik  saat berjalan di trotoar kampus, JL Universitas, pintu I, tepat di depan Fakultas Sastra USU. Tak diterima disenggol, oknum senior memukul dan marah hingga berbuntut keributan, bentrokan reda setelah puluhan personil kepolisian diturunkan ke lokasi kejadian.

Di Unhas benrokan terjadi karena dendam lama antara mahasiswa Fakultas Teknik dan Fakultas Sosial dan Politik . Rektor Unhas, Prof A Idrus Paturusi dan Pembantu Rektor III Unhas, Ir Nasaruddin Salam juga turun langsung menenangkan para mahasiswa. Idrus menegaskan, bentrokan mahasiswa ini diduga adanya pihak tertentu yang memanfaatkan momen “ sudah dua tahun kita antisipasi perkelahian ini, kali ini kecolongan “ kata Idrus. Sebelumnya pada tahun 2005 Fakultas Taknik dan Fakultas Sosial Politik pernah bertikai hingga aparat kepolisian menurunkan 150 personil. (r)

BURUNG BIRU MENGEPAKAN SAYAPNYA TERLALU BERANI

Medan | sanggahbuana.com

hidup ini memang sangat kejam ,mengapa saya mengatakan begitu? karena saya melihat persaingan antara, penjual jasa dibidang tranportasi ,yang ada di kota medan ini sudah tidak ,ada lagi memakai aturan ini bisa di lihat, di mana sebelum adanya, masuk perusahan ,yang dari jakarta, ke medan ,ini seluruh karyawan /supir yang bekerja di beberapa armada taxi yang ada di kota medan ini  masih bisa bernapas ,namun semenjak rahudman menjadi walikota medan semuanya hancur ,mengapa bisa dikatan hancur ?karena dari beliau izin masuk nya armada taxi yang dari jakarta itu bisa masuk dan membuat para supir menjadi pontang ,panting tuk menutupi setoran dan biaya hidup sehari-hari yang kian melambung tinggi ,apakah mereka para pejabat publik ini tidak lagi memikirkan nasib para supir dan seluruh penjual jasa tranportasi yang ada dikota medan atau mereka memang mau mencari ke untungan pribadi mereka sendiri ,dan sekarang taxi yang datang dari jakarta(BLU BRID) itu mulai arogansi ,ini bisa anda lihat bagai mana para mandor/pengawas mereka sudah tidak lagi mau memikirkan nasib para penjual jasa yang ada di bandara polonia medan mereka membuat pangkalan mereka di SPBU PETRONAS ,dan di sini yang patut di pertanyakan ,apakah memang di benarkanya  di tempat pengisian mobil ( SPBU) di buat pangkalan tuk armada taxi , sedangkan daerah yang tempat mangkal mereka adalah rawan macat dan bagaimana kah tanggapan dinas perhubungan sumatra utara dalam hal ini patut di pertanyakan mengingat tempat mangkal mereka pas depan kantor dishub itu sendiri ,atau memang dalam hal ini pihak perusahan taxi yang ada telah membuat kebijakan terhadap dishub (storan )  kalaumemang mereka menyetor ke pada dishub ,ini harus di pertanyakan apakah uang yang mereka itu masuk ke kas negara atau masuk ke kantong mereka dan kalau memang tiadak ada ini harus di ambil tindakan ..(T Hutabarat)

Pemberian Gelar Honoraris Causa Kepada Raja Abdullah Rektor UI Terancam Di Copot

Pemberian gelar Doctor Honoraris Causa kepada Raja Abdullah dari Arab Saudi membuat Rektor Universitas Indonesia ( UI ) Gumilar Rosliwa Somantri terancam dicopot. Guru Besar Sosioalogi UI Thamrin Amal Tamagola mengatakan telah menggalang sejumlah dukungan untuk menggulingkan Gumilar dari kursi Rektor. Thamrin menambahkan, kebijakan pemberian gelar Honoraris Causa kepada Raja Abdullah dianggap tidak sesuai denga tradisi UI.

Sebelumnya, Gumilar memerintahkan pengamanan kampus UI untuk membubarkan aksi damai mahasiswa dengan cara kekerasan, sebanyak puluhan mahasiswa terluka dan masuk rumah sakit karena digebuki Satpam UI para mahasiwa berorasi soal UI yang semakin elitis karena biaya kuliah semakin mahal. Gumilar bertanggung jawab terhadap peristiwa dilingkungan UI, karena itu Thamrin dan dosen-dosen lainnya menggalang dukungan untuk meminta Majelis Wali Amanat UI untuk mencopot  Gumilar dari jabatannya. ( rj )

KARYAWAN RUMAH SAKIT HAJI MENJUAL OBAT PADA PASIEN

MEDAN | SANGGAH BUANA

Sudah tidak asing lagi bagi kita mendenagarnya  pekerja rumah sakit mencari keuntungan pribadi dari pasien .contoh nya karyawan rumah haji medan ,ini telah melakukan penjualan obat ke pada pasien .salah satu wartawan sanggah buana mengunjungi orangtua dari pada teman (L S M )yang bernama ilhamzah  32 thn  menjenguk orangtua laki-laki yang sedang di rawat di rumah sakit haji medan  kurang lebih seminggu lamanya . pada saat ilhamzah di suruh membeli obat di apotik malam pada pukul 21 wib beliau di tegur salah satu pekerja rumah sakit laki-laki berusia kurang lebih  27 thn ia menagtakan abang mau beli obat ya…. lalu ilham menjawab …ia  ada apa , kemaudian pekerja rumah sakit itu mengakatan ngapain abang beli di apotik disana mahal dan beliau menawar obat pada nya .sama  aku ada obat dan harga nya pun murah ,lalu teman kita tidak langsung percaya dan beliau berkata kamu jual obat palsu  ya ….disini kita mempertanya kan apakah boleh seorang pekerja rumah sakit menghalangi orang mau beli obat di apotik atau memang beliau ada setoran pada atasan nya dan apa di benarkan nya obat yang seharus nya diberikan untuk pasien bisa di perjual belikan ……..wartawan anda akan terus mengikuti perkembangan nya ini …… (T Hutabarat)