Lugas dan Terpercaya
TwitterFacebookGoogle

Ekspedisi TNI-Pemprovsu Jelajah TNGL Gubsu Dibantu TNI Gerebek Lokasi Illegal Logging

Langkat,  Sumut | Sanggah Buana.com
Lokasi illegal logging atau pembalakan hutan di kawasan pegunungan Bukit Barisan, tepatnya di koridor hutan Taman Nasional Gunung Leuser (TNGL), di Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, masih sangat marak hingga kini.
Hasil temuan tim ekspedisi TNI-Pemprov Sumut Jelajah TNGL Nasional, Minggu (26/6) sore menemukan lokasi illegal logging setelah berjalan menyusuri hutan selama 1-2 jam dari pinggir areal kebun Kwala Sawit, Kecamatan Batang Serangan, Kabupaten Langkat.
Tim berangotakan Plt Gubsu H Gatot Pujo Nugroho, personil TNI-AD dari Korps Kopasus di bawah pimpinan Mayor Suwondo, sejumlah pejabat instansi terkait, dan wartawan sejumlah media, menemukan sejumlah pondok dalam radius 500 meter persegi yang diduga sebagai tempat mengoperasikan sawmill (tempat penggergajian kayu bulat menjadi kayu olahan).
Di sejumlah pondok yang digerebek tim, didapati kepingan papan dan kayu ukuran 2 x 4 centimeter dari jenis sembarang yang jumlahnya puluhan lembar/batang. Sayangnya, pelaku pembalakan tak berhasil ditemukan saat dilakukan penggerebekan.
Plt Gubsu, H Gatot Pujo Nugroho ST yang ikut menemukan lokasi illegal logging menjelaskan, penemuan ini semakin membuktikan bahwa aksi pembalakan hutan di koridor TNGL hingga kini masih terus berlangsung.
“Lokasi pembalakan hutan yang baru saja digerebek tim ekspedisi, menjadi salah satu buktinya, dan ini semakin membuka mata kita, bahwa upaya pelestarian hutan dan lingkungan harus mendapat sokongan dari seluruh elemen masyarakat sipil. Sehingga upaya dan kerja keras yang dilakukan pemerintah dalam melestarikan hutan dan lingkungan selama ini tidak menjadi sia-sia,” ucap Gatot.
Tim Ekspedisi yang diikuti 20-25 orang itu, juga menyertakan unsur pejabat pemerintahan antara lain Kepala Dinas Kehutanan Sumut, Ir JB Siringoringo, Kepala Badan Lingkungan Hidup Sumut, Dr Hidayati, Kepala Badan Kesbanglinmas Drs Bukit Tambunan, Kepala Bagian Protokol, Humas Pimpinan dan Telekomunikasi Biro Umum Setdaprovsu, Zakaria, sejumlah staf/PNS dari ketiga instansi, dan Kepala Balai Besar TNGL Andi Basirul.
Menurut Gatot, penemuan lokasi illegal logging tersebut, menjadi peringatan bagi semua pihak tanpa terkecuali, bahwa upaya pelestarian lingkungan harus dilakukan secara bersama-sama oleh seluruh elemen masyarakat tanpa terkecuali.
“Dengan cara seperti itu, Insya Allah hasilnya akan maksimal. Namun sebaliknya, apabila hanya hanya mengandalkan kepada upaya satu pihak saja, misalnya dinas kehutanan dan instansi terkait lainnya, atau aparatur Polhut bersama TNI-AD, maka bisa dipastikan di kemudian hari, kita dan generasi penerus bangsalah yang akan menerima dampak negatifnya,” ulas Gatot.
Gatot juga berharap, dengan hasil temuan tersebut, personil TNI-AD, dan aparat Polhut semakin meningkatkan pengawasan terhadap keutuhan vegetasi hutan dari berbagai aksi pengerusakan, apakah oleh pembalakan, perladangan berpindah, dan aksi-aksi negatif lainnya yang tujuannya merusak lingkungan hidup.
JB Siringoringo mengaku, di sejumlah lokasi pembalakan yang telah ditinggalkan pelakunya saat dilakukan penggerebekan, juga ditemukan kebun aneka tanaman, seperti kopi, jeruk nipis, dan karet. Namun siapa pelakunya, tidak juga dapat diketahui.
Untuk hal ini, JB Siringoringo meminta Dishut Kabupaten Langka segera melakukan pengusutan lebih mendalam. “Setahu saya, tak ada izin pemaanfaatan hutan yang pernah dikeluarkan untuk lokasi hutan penyangga di koridor TNGL ini. Karena itu, saya akan minta Dishut Langkat memroses secara hukum pelaku kegiatan ini,” ungkap JB Siringoringo.
Andi Basirul juga berpendapat sama. Menurutnya, lokasi pondok-pondok yang diduga sebagai tempat praktik sawmill, selama ini tak pernah diketahui pihaknya. “Biasanya, sawmill seperti ini hanya ditemukan di pinggir kawasan hutan yang telah dirambah. Tapi, yang ditemukan ini, justru berada di dalam hutan, dan ini akan menjadi hal utama bagi kita untuk melakukan langkah antisipasi berikutnya,” ujar Andi.
Tim ekspedisi yang melakukan perjalanan menyusuri hutan selama delapan hingga 10 jam, bertujuan untuk melihat dari dekat vegetasi hutan di pegungan Bukit Barisan, khususnya di hutan penyangga pada koridor TNGL.(Red)

LMP Kota Medan Lakukan Bakti Sosial Wujud Kepedulian Antar Sesama

Medan | Sanggah Buana.com
Kegiatan bakti sosial dan kagamaan yang dilakukan Laskar Merah Putih (LMP) kota Medan merupakan wujud kepedulian terhadap sesama.  Karena, masih banyak masyarakat hidup digaris kemiskinan yang memerlukan santunan.
Hal tersebut dikatakan Ketua Laskar Merah Putih Kota Medan Mangatas Siagian Jalan Perjuangan Pancing, Minggu (26/6). Menurutnya, partisipasi seluruh pengurus dalam kegiatan bakti sosial suatu yang positif. Mewujudkan kebersamaan dalam keorganisasian yang peduli terhadap masyarakat.
“Bantuan sukarela ini merupakan kepedulian LMP terhadap masyarakat, semoga memberikan mamfaat bagi yang menerimanya,”tandasnya.
Dalam  sehari, LMP kota Medan mengadakan kegiatan bakti social berupa Sunatan Massal sebanyak 52 anak bekerjasama dengan Yayasan Pendidikan Kesehatan Indah, bantuan sembako dan pakaian terhadap Yayasan Amal Sosial Al-Wasliyah Jalan Pinang baris dan Bait Allah Jalan Binjai, serta mengikuti acara keagamaan Hindhu SHRI Mariamman Kuil Jalan Gaharu Belakang kantor Lurah.
Markas Cabang Forum Bersama LMP kota Medan mengerahkan seluruh pengurus dalam kegiatan amal tersebut. Mereka berkumpul dikantor markas cabang pada pukul 07:00 WIB pagi untuk pembagian tugas masing-masing. Agar, pertanggungjawaban dilapangan dapat terkoordinir dengan baik.
Lanjut mangatas, berkat lindungan Tuhan, seluruh kegiatan sukarela ini berlangsung sukses. Bahkan, semua santuan yang diberikan diterima langsung oleh pengurus Yayasan social. Intinya, mereka sangat berterimakasih dengan bantuan tersebut.
Tetapi, terang Mangatas, segala kegiatan bukan mengharapkan pujian atau sanjungan. Melaikan niat yang iklas dari seluruh pengurus Laskar Merah Putih Kota Medan terhadap masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan.
“kami tidak mengharapkan pujian, karena kegiatan Bakti social ini hanya semata-mata untuk meringankan beban antar sesama,”ucapnya.
Untuk itu, harap Mangatas, kegiatan bakti social ini dapat terus dilakukan. Memperbanyak bentuk-bentuk kegiatan yang positif bagi program LMP selanjutnya.
Bagi anak-anak yang telah dilakukan khitanan terlihat gembira, karena ternyata masih ada orang-orang yang peduli terhadap mereka. Begitu juga penerima bantuan berupa sembako dan pakaian(Mai)

Pemprovsu Percepat Tes kesehatan Calon Praja IPDN

Medan | Sanggah Buana.com

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) mempercepat
jadwal tes kesehatan bagi calon praja Institut Pemerintahan Dalam
Negeri (STPDN) asal Sumut disebabkan banyaknya calon yang lulus dalam
tes psikologi.
Jadwal tes kesehatan itu dipercepat menjadi Kamis, 30 Juni 2011
yang dikhususkan terlebih dahulu bagi calon praja IPDN asal Kota
Medan. Tes kesehatan itu akan berlanjut hingga Selasa, Juli 2011.
Demikian disampaikan Kepala Sub Bidang Pendidikan Dan Pelatihan
(Diklat) Badan kepegawaian Daerah (BKD) Pemprovsu Maksum Syahri Lubis,
SSTP, MAP kepada wartawan di Medan, Selasa (28/6).
Menurut Maksum Syahri, dalam tes psikologi sebelumnya, terdapat
894 calon praja IPDN yang mengikuti seleksi untuk mengetahui kondisi
psikologis masing-masing. Awalnya, pihaknya memperkirakan jumlah yang
lulus tidak terlalu banyak atau hanya sekitar 500 orang.
Namun perkiraan itu meleset karena calon praja IPDN asal Sumut
yang lulus tes psikologi mencapai 714 orang. Jumlah peserta yang lulus
tersebut cukup mengejutkan karena dibawah 15 persen.
Disebabkan banyaknya calon praja IPDN yang akan mengikuti tahapan
selanjutnya yakni tes kesehatan, maka pihaknya mempercepat jadwal tes
itu dengan harapan dapat diselesaikan dengan baik dan tidak mengganggu
tahapan akhir berupa tes akademis yang akan dilakukan Kementerian
Dalam Negeri pada 16 Juli 2011.
Tes kesehatan yang akan dilaksanakan di RSU Pirngadi Medan itu
akan dimulai pada 30 Juni untuk calon praja IPDN dari Kota Medan. Lalu
dilanjutkan pada 1 Juli 2011 untuk calon praja dari Binjai, Deli
Serdang, dan sisa peserta dari Medan yang belum menjalani tes.
Pada 2 Juli 2011, tes kesehatan itu dijalankan untuk calon praja
dari Serdang Bedagai, Tebing Tinggi, Pematang Siantar, Karo, Tapanuli
Selatan, Toba Samosir, Sibolga dan sisa dari Deli Serdang yang belum
menjalani tes.
Kemudian, dilanjutkan tes untuk calon praja dari Labuhan Batu,
Pakpak Bharat, Humbang Hasundutan, Asahan, Mandailing Natal, Samosir,
Tapanuli Utara< Tapanuli Tengah, Dairi, Tanjung Balai, dan sisa
peserta dari Sibolga yang belum menjalani tes.
Sedangkan tes kesehatan terakhir dilaksana pada 5 Juli 2011 untuk
peserta dari Nias, Padang Sidempuan, Nias Selatan, Simalungun,
Batubara, Padang Lawas, Padang Lawas Utara, Labuhan Batu Selatan,
Labuhan Batu Utara, Nias Utara, Nias barat, Gunung Sitoli, dan sisa
dari Tanjung Bali yang belum menjalani tes.
Maksum Syahri mengatakan, didahulukannya tes kesehatan bagi calon
praja IPDN dari Kota Medan disebabkan lebih cepat mendapatkan
informasi mengenai percepatan tes tersebut.
Selain melalui media massa, pihaknya juga mengumumkan percepatan
tes kesehatan itu melalui website www.sumutprov.go.id dan ke BKD
kabupaten/kota. “Semua media dimanfaatkan. Jadi, tidak ada alasan
tidak mengetahuinya,” ujarnya.
Peserta yang lulus dalam tes kesehatan itu akan diumumkan pada
6-7 Juli 2011 guna mengikuti ujian selanjutnya yakni tes kesamaptaan
pada 8-9 Juli 2011 di Fakultas Ilmu Olahraga Unimed.
Setelah itu, peserta akan mengikuti ujian berupa tes akademis
pada 16 Juli 2011 yang akan diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri
yang difasilitasi Pemprovsu.
714 calon praja IPDN yang akan mengikuti tes kesehatan itu
berasal dari Medan (158 orang), Tapanuli Selatan (11 orang),Binjai (53
orang), Serdang Bedagai (21 orang), Toba Samosir (12 orang), Sibolga
(9 orang), Labuhan Batu (29 orang), Pakpak Bharat (5 orang), Humbang
Hasundutan (17 orang), Asahan (38 orang), Labusel 6 orang), Labura (20
orang), Nias Utara (3 orang), Nias Barat (4 orang), Gunung Sitoli (12
orang),  dan Mandailing Natal (12 orang).
Setelah itu, Samosir (6 orang), Pematang Siantar (25 orang),
Tebing Tinggi (19 orang), Tapanuli Utara (8 orang), Deli Serdang (43
orang), Dairi (13 orang), Langkat (45 orang), Karo (23 orang),
Tapanuli Tengah (15 orang), Tanjung Balai (9 orang), Nias (4 orang),
Sidempuan (10 orang), Nias Selatan (11 orang), Simalungun (36 orang),
Batubara (25 orang), Padang Lawas Utara (4 orang), Padang Lawas 8
orang). (imuh/Mai)

Plt Gubsu Saksikan Pengangkatan Bus ALS yang Jatuh di Aek Latong Gubsu Pimpin Langsung Sholat Jenazah Bagi Korban Di Mesjid Raya Sipirok Jalan Alternatif Aek Latong Selesai 2012

 

Aek Latong | Sanggah Buana.com

http://www.sanggahbuana.com/archives/2205/tragedi-aek-latong-1-2

http://www.sanggahbuana.com/archives/2205/tragedi-aek-latong-1-2

Plt Gubsu Gatot Pudjonugroho  menyaksikan pengangkatan Bus ALS  BK 7088 DL tujuan Medan-Bengkulu   yang jatuh di Aek Latong Kecamatan Sipirok Kabupaten Tapanuli Selatan , Senin (27/6) sore. Usai meninjau langsung tempat  kejadian Plt  Gubsu melakukan sholat jenazah bagi korban  Bus ALS  di Mesjid Raya Sipirok bersama rombongan pejabat Pemprovsu

Gubsu yang didampingi Asisten I Hasiolan Silaen, Kadis JJ Marapinta Harahap, Kadis Tarukim, Kaban Komimfo Ayub dan  Kabag Humas Pimpinan , Keprotokolan dan Telekomunikasi Setdaprovsu Zakaria mengatakan  atas nama pemerintah Sumatera Utara ikut berdukacita atas meninggalnya para penumpang  Bus  ALS yang jatuh di Aek Godang Kabupaten Tapanuli Selatan.

Atas peristiwa ini, dimintanya semua pihak untuk  ikut membantu para korban yang belum ditemukan di Aek  Latong yang hingga  Senin (27/6) petang masih ada 1 korban yang belum ditemukan. Namun, TIM SAR BANAS masih terus melakukan pencarian korban.

Kepada Warga sekitar, Plt Gubsu Gatot  berjanji akan  memperbaiki  Jalan Aek Latong yang merupakan Jalan Lintas Provinsi –Sipirok  Tapanuli Selatan . “Sayya berjanji akan memperhatikan dan memperbaiki kondisi jalan Aek latong yang sangat memprihatinkan,” tukas Gatot.

Masih menurut gatot Pudjonugroho, Pemprovsu  akan mencari solusi untuk perbaikan jalan ini. Termasuk memfungsikan pembangunan jalan alternative yang sedang dikerjakan. Menyangkut anggaran biaya pembuatan jalan al;ternatif ini akan diupayakan secepatnya mungkin dan disampaikan kepada Kementerian PU di Jakarta.

Menyinggung kapan jalan alternative ini selesai dibangun , Gatot mengungkapkan , dia sudah memerintahkan agar Kepala Balau Uji  Jalan Pemprovsu  secepatnya menyelesaikan pembangunan jalan tersebut. Karena dikhawatirkan lagi, akan berjatuhan korban-korban yang lain, akibat kondisi jalan yang sangat  buruk.

Adapun rencana penyelesaian pembangunan jalan alternative itu, menurut Gatot akan selesai di tahun 2012.

“Saya berjanji j alan alternative tersebut bisa dilintasi  pengguna jalan di tahun 2012,” ujar Gatot sembari mengharapkan masyarakat untuk tetap sabar dan pengguna jalan berhati-hati di Aek Latong.

Sementara pantauan wartawan di Lokasi kejadian , warga yang melintasi Jalan Aek Latong masih berduyun-duyun menyaksikan  pencarian salah satu korban yang belum ditemukan. Bahkan para penumpang bus yang melintasi jalan tersebut berjalan sepanjang 1 km hanya unyuk menyaksikan  pencarian korban yang belum ditemukan.

Pencarian korban mendapat  pengawalan  dari aparat kepolisian, Koramil setempat.Terlihat  polisi tampak sibuk mengatur  lalu lintas, karena truk-truk yang melintasi Jalan Aek Latong harus  saling bergantian untuk naik-turun , karena dikhawatirkan akan mengalami hal yang sama dengan Bus ALS tersebut.

Sampai berita ini diturunkan warga masih tetap menyaksikan pencarian korban oleh Sarbanas serta aparat kepolisian yang disaksikan warga sekitar maupun penumpang bus.(Red)

Yayasan Indah Medan Khitan 400 Anak Kurang Mampu di Medan

Medan| Sanggah Buana.com
Dibawah kepemimpinan H.Abdul Harris Hasibuan,SE, Yayasan Indah Medan yang berdiri sejak 2001, membidangi study Akademi Keperawatan (Akper), Akademi Kebidanan (Akbid) dan Akademi Farmasi (Akfar) kembali memberikan perhatian seriusnya kepada masyarakat kurang mampu khususnya bidang kesehatan. Kepedulian ini direalisasikan dengan mengadakan khitanan terhadap ratusan anak-anak kurang mampu dilingkungan kampus di Jalan Jaya II Nomor 24 (Jalan Saudara Ujung) Simpang Limun Medan .

“Sekitar empat ratusan anak-anak dikhitan oleh lima puluhan tenaga medis dari Yayasan Pendidikan Indah Medan. Selain tidak meminta bayaran, anak-anak dari keluarga kurang mampu tersebut setiap orangnya mendapatkan satu kain saung dan uang kasih sayang dari pihak yayasan. Selain itu armada bus full AC eksklusif yang selama ini rutin mengantar jemput para mahasiswa pada hari pelaksanaan khitan akan difungsikan untuk menjemput dan mengantar pulang anak-anak yang sudah dikhitan,” demikian pantauan sanggahbuana.com, Minggu (26/6) di Kampus Yayasan Indah Medan.

Ketua Yayasan Indah Medan, Abdul Harris Sy Hasibuan,SE kepada sanggahbuana.com, kegiatan bhakti sosial ini setiap tahun dilaksanakan Yayasan Indah Medan, tidak hanya di Kota Medan, melainkan di sejumlah wilayah kabupaten di Sumut. “Bahkan kegiatan serupa pernah kita adakan di Riau dan Jambi,” ungkap Harris.

Menurut Abdul Harris, dalam kegiatan ini  para mahasiswa dan alumnus dari ketiga akademi Yayasan Indah, yakni Akper, Akbid dan Akfar turut ambil peran. Disamping itu tenaga pengajar profesional di Kampus Yayasan Indah juga turun melibatkan diri menangani anak-anak yang ingin dikhitan. Banyaknya ahli medis di Yayasan Indah yang turut ambil peran mengingat jumlah anak yang dikhitan mencapai ratusan orang. “Yang jelas, event khitanan massal yang diadakan secara gratis ini semata-mata dilakukan untuk kepentingan amal dan mengharap Ridho Allah SWT,” papar Pak Haji ini.

Forum Bersama Laskar Merah Putih Kota Medan juga turut berpartisipasi untuk mensukseskan jalan nya khitanan massal tersebut, karena di saat-saat sekarang ini, masyarakat sangat mengharapkan uluran tangan dari para dermawa, seperti H. Abdul Harris Hasibuan, SE, yang mau dan membantu sesama, mudah-mudahan pelaksanan khitanan masal ini dapat memunculkan orang-orang yang peduli dan memilki rasa terhadap sesama, yaitu  kepada masyarakat yang kurang mampu seperti yang dilakukan oleh,  Ketua Yayasan Indah.

Kepada sanggahbuana.com seorang ibu yang anaknya di khitankan mengatakan, Mudah-mudahan Ketua Yayasan atau Pimpinan, Yayasan Akademi Keperawatan, Akademi  Kebidanan dan Akademi Farmasi serta seluruh keluarga di berikan kesehatan dan tetap dalam lindungan Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat pertolongan beliau lah anak kami dapat di khitankan. kalau kami yang mengkhitankan mungkin dalam waktu dekat ini kami belum tentu dapat mengkhitankannya.“Jelas kegiatan ini sangat membantu warga miskin seperti kami, sehingga kami tidak bersusah payah mengeluarkan uang untuk mengkhitan anak kami,” ujar Sofiah kepada sanggahbuana.com.(imuh)

Plt. Gubsu : Manajemen Bencana Nasional Dapat Menggali Partisipasi Masyarakat atau Kearifan Lokal.

Medan| Sanggah Buana.com

Plt. Gubsu H. Gatot Pudjo Nugroho, ST yang diwakili Plt. Kadis Kominfo Provsu H. M. Ayub, SE membuka Acara seminar Peningkatan Kesadaran dan Kepedulian Tentang Manajemen Bencana Nasional tahun 2011, dengan narasumber dari Deputi Bidang Geofisika, BMKG, Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, BNPB dan Dirjen Informasi dan Komunikasi Publik Kemkominfo RI, Jum’at, 24 juni 2011 di hotel Asean-Medan.

Kita  harapkan   dari   acara  seminar  ini akan memberikan pemahaman kepada publik secara lebih luas tentang apa dan bagaimana manajemen bencana nasional 2011, ujar Plt. Gubsu.

Musibah yang terjadi pada saudara – saudara kita baru – baru ini di kabupaten Tapanuli Utara kita harapkan semoga keluarga korban senantiasa tegar dan tabah dalam menghadapi musibah ini. Marilah kita jadikan peristiwa bencana yang telah banyak menguras air mata ini, untuk kembali membenahi diri kita agar lebih dekat    kepada   illahi,   dan   terus  membangun solidaritas sesama anak negeri.

Penanganan bencana merupakan tanggung jawab bersama dan oleh karenanya perlu dijalin hubungan kerjasama dan koordinasi strategis pihak terkait sesuai kewenangan agar bertindak secara cepat, tepat dan terpadu sehingga dapat memberikan perlindungan kepada masyarakat yang terkena dampak bencana. Disamping itu pula semua stakeholder dapat melakukan penanganan secara sinergis dan selaras, sehingga bencana yang timbul segera dapat ditangani dan tidak menimbulkan korban jiwa yang lebih besar.

 

Oleh karena itu melalui seminar yang diadakan pada hari ini dapat kita jadikan sebagai salah satu awal perubahan diri untuk meningkatkan koordinasi antara instansi/lembaga terkait lainnya, dan meningkatkan kepedulian dan kesadaran stakeholder, sehingga dapat meningkatkan kebersamaan dan satu arah komando dalam rangka menyatukan persepsi untuk bertindak dalam penanganan bencana, jelas Plt. Gubsu.

 

Pemerintah Provinsi Sumatera Utara mengharapkan agar manajemen bencana nasional dapat menkombinasikan arahan dari atas maupun menggali partisipasi masyarakat ataupun kearifan lokal.

 

Plt. Gubsu menghimbau agar masing-masing SKPD baik provinsi maupun daerah dapat berperan sesuai dengan tugas dan fungsinya masing-masing dalam penanganan bencana, lakukan koordinasi dalam menjalankan tugas dan fungsi sesuai aturan yang berlaku. Tingkatkan terus pengetahuan, kemampuan, dan ketrampilan dalam upaya penanggulangan bencana.

 

Bangun sikap yang tanggap dan cepat dalam berkomunikasi dan berkoordinasi dengan stakeholder yang ada dan masyarakat, serta terus berupaya untuk meningkatkan        profesionalisme dalam bertugas khususnya dalam mendeteksi, mengantisipasi dan menghadapi situasi ketika terjadi bencana.

 

Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kemkominfo Ri, yang diwakili Direktur Layanan Informasi Internasional RI, Drs Ade Erlangga Masdiana, Msi mengatakan yang paling penting dalam penganggulangan bencana adalah kepemimpinan lokal selama bencana. Komunitas serta masalah logistic dan peran tokoh lokal selama bencana. Secara regional, Indonesia telah menyampaikan berbagai inisiatif untuk kesiapan bencana, seperti latihan bersama di daerah dan mengadopsi system peringatan dini.

 

Ketua Pelaksana Forum Sosialisasi Peningkatan Kesadaran dan Kepedulian Tentang Manajemen Bencana Nasional Tahun 2011 mengatakan tema acara ini yakni : “Membangun Komunikasi yang Akomodatif dan Konsultatif di Kalangan Stakeholder Untuk Meningkatkan Kesadaran dan Kepedulian Tentang Kebijakan Manajemen Bencana Nasional”. Adapun yang menjadi tujuan acara ini adalah meningkatkan kesadaran stakeholder tentang kebijakan manajemen bencana nasional 2011, menumbuhkan kepedulian stakeholder terkait pentingnya manajemen bencana nasional 2011, memetakan program dan kegiatan terkait manajemen bencana nasional 2011 dengan menggunakan analisis SWOT dan mencari rumusan isu strategis untuk bahan diseminasi informasi dalam rangka pencitraan Indonesia di dunia Internasional, ujarnya.

 

Acara tersebut dihadiri Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik Kemkominfo Ri; yang diwakili Direktur Layanan Informasi Internasional RI, Drs Ade Erlangga Masdiana, Msi, Deputi Bidang Koordinasi Lingkungan Hidup dan  Kerawanan  Sosial  Kementerian Koordinator Kesejahteraan Rakyat RI, Deputi Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), para Pimpinan SKPD Pemerintah Provinsi Sumatera Utara dan Pimpinan SKPD Kabupaten dan Kota, TNI/POLRI dan Kalangan Mahasiswa.(Mai)

Kadis TRTB & Developer Mulia Resident Lecehkan DPRD Medan

Medan | Sanggah Buana.com

Sejak Developer Mulia Residance mendirikan bangunan 9 unit Rumah Toko (Ruko) Juni 2010 yang lalu di Jalan Gunung Krakatau Gang Mandor Nomor 32 Medan kerap menimbulkan keresahan kepada masyarakat. Terutama keluarga Poppy Kamariah Sumayku (41). Pada dasarnya Poppy tidak keberatan atas didirikannya bangunan Ruko tersebut sepanjang memenuhi peraturan dan perundang undangan yang berlaku.

Pihak pengembang dalam operasional mendirikan bangunan Ruko tersebut telah mengundang kecemasan tingkat tinggi kepada masyarakat sekitar bangunan. Karena bahan-bahan material bangunan (batu-batu dan balok-balok) berulangkali berjatuhan dari ketinggian bangunan. Batu-batuan dan kayu-kayu balok nyaris memecahkan kepala Ibu Nur’aini, Ibu Masliah Boru Siegar dan seorang Balita Talita ( satu tahun 3 bulan). Salah satu kejadian termasuk peristiwa jatuhnya batu dan balok pada Jum’at pagi (29/4/2011).
Karena pendirian bangunan tanpa memakai alat/ jaring pengaman dan merasa pengerjaan bangunan membahayakan bagi orang-orang sekitar yang melintas dibawah bangunan Poppy mengadukan hal ini kepada Awi, pengelola Developer Mulya Residance. Namun pengaduan demi pengaduan yang disampaikan tidak digubris pihak developer. Akhirnya pengaduan dilanjutkan ke Polresta Medan Timur ( Nomor STBLP/ 366/ V/ 2011/ Resta Medan/ Sek. Medan Timur-Senin 2 Mei 2011-red)

Karena pihak developer tidak menggubris dan terkesan enggan mematuhi norma-norma dimasyarakat serta ketentuan pemerintah maka Poppy selanjutnya membuat pengaduan ke Dinas TRTB (Tata Ruang Tata Bangunan) Pemko Medan pada 7 Maret 2011. Namun sampai sekarang ini TRTB sendiripun terkesan tidak merespon pengaduan tersebut. Bahkan ketika Komisi D DPRD Medan Selasa (21/6/2011) melalui ketua komisi Parlaungan Mangunsong,ST mengundang Kadis TRTB Sampurno Pohan untuk RDP (Rapat Dengar Pendapat) di ruang komisi, oknum Kadis tersebut tidak berkenan hadir.

 

Sejumlah pihak menuding ketidakhadiran oknum Kadis, pihak developer, pemilik tanah dan pihak-pihak terkait lainnya dalam RDP di ruang Komisi D DPRD Medan merupakan salah satu bentuk pelecehan dewan yang terhormat. Undangan kehadiran pada jam 10 pagi hanya dipatuhi pihak warga Poppy Kamariah Sumayku, Ibu Nur’Aini, Ibu Masliah Siregar, Husni Thamrin (Law Office & Associates), Husni Hamid Lubis,SE dan tokoh pemuda.

 

 

Sedangkan Komisi D DPRD Medan di hadiri langsung ketua Parlaungan Simangunsong,ST sekretaris H.Muslim Maksum,LC. H. Ahmad Arif,SE. MM. Drs. Daniel Pinem, Dra. Lily, MBA. MH. Drs. Goodfried E.L. Irwan dan Juliandi Siregar. Kadis TRTB dan pihak developer setelah ditunggu 2 jam tidak kunjung hadir sehingga Ketua dan anggota Komisi D DPRD.akan meninjau lokasi bangunan Ruko Mulia Resident.
Sementara itu Husni Hamid Lubis, SE aktivis dan tokoh pemuda yang turut mendampingi warga ke RDP Komisi D DPRD Medan kepada wartawan menegaskan, tindakan oknum Kadis TRTB dan pihak developer yang tidak mau menghadiri RDP bersama para wakil rakyat di Komisi D DPRD Medan jelas-jelas merupakan tindakan pelecehan terhadap dewan yang terhormat.
“Jauh-jauh hari kita memang sudah menduga kalau mereka tidak akan pernah mau datang menghadiri RDP ini. Karena itu kita mengharapkan DPRD Medan khususnya komisi D menindaklanjuti dan bertindak tegas terhadap Kadis dan pengusaha bangunan yang membikin resah warga seperti ini. Selain itu kita juga mengharapkan Walikota Medan Drs. H. Rahudman Harahap,MM untuk memeriksa Kadis TRTB  yang terkesan mendiamkan kasus ini,” kata Husni seraya mengingatkan walikota bahwa masih banyak pejabat Pemko Medan yang memiliki kepedulian terhadap warga, berkualitas dan  pantas menjabat sebagai Kadis TRTB.

Usai Rapat Dengar Pendapat, Ketua Komisi D DPRD Medan kepada Sanggah Buana.com mengatakan, dalam waktu dekat ini kami akan meinjau lokasi Bangunan Mulia Resident, mungkin 1 sampai 2 hari ini kami pasti akan meninjaunya. (imuh/Mai)

Karena Sakit, Sidang Lanjutan Ketua Koptan Manunggal Mabar di Tunda.

Kuasa Hukum Mohon Penangguhan atau Pengalihan Penahanan

Medan | Sanggah Buana. Com

Sidang lanjutan Ketua Kelompok Tani Manunggal Mabar Legiman 71 (terdakwa),  yang di gelar Pengadilan Negeri Medan   Senin 20/06, harus di tunda karena terdakwa yang di tuduh melakukan  Pemalsuan Surat Kartu Tanda Pendaftaran Pendudukan Tanah (KTPPT) tidak bisa menjalan kan sidang yang dikarena sakit terdakwa sakit.

Melihat keadaan terdakwa yang sudah tua dan sangat memprihatin kan ini, kuasa hukum Koptan Manunggal Mabar meminta kepada Majelis Hakim agar Ketua Koptan yang di tuduh melakukan pemalsuan KTPPT agar di ijinkan untuk dilakukan penangguhan penahanan.

 

Usai sidang, Onan Purba SH di dampingi Emmy Sihombing SH, kepada Sanggah Buana.com mengatakan, untuk kepentingan klien kami, di anggap perlu memohon kepada Ketua Majelis Hakim Perkara Pidana Reg. No. 1131/Pid.B/2011/PN.Mdn, agar kiranya berkenan mengabulkan permohonan kami.

Majelis Hakim harus dapat mengabulkan permohonan Penangguhan Penahan, atau setidak-tidaknya, mengalihkan Penahan, dari penahanan Rumah Tahanan Negara di Tanjung Gusta menjadi penahanan Rumah atau Penahan Kota, ujar Onan.

Permohonan penangguhan Penahanan, atau Pengalihan Penahanan yang kami ajukan kepada Majelis Hakim akan kami siapkan, dalam bentuk tertulis dan kami siap menjadi penjamin, bahkan istri ketua Koptan (Nasiah) pun siap menjamin, katanya.

Emmy Sihombing SH juga mengatakan, Alasan kami meminta kepada Mejelis Hakim, agar permohonan kami di kabulkan karena klien sudah tua dan berumur 72 tahun, bahkan klien  kami juga menderita penyakit Radang Lambung, Asam Urat, Hipertensi dan Pembengkakan di Leher Belakang,

Bahkan sudah ada berita, acara Pemeriksaan Kesehatan Tahanan/Napi No.W2.E11.PK.01.07.01.1219/2011 18 Mei 2011 yang di buat oleh Dokter Rutan Klas I Medan serta di ketahui Kepala Rutan Klas I Medan.

Akibat dari sakit yang di derita Ketua Koptan (terdakwa), sering mengalami kumat dan harus segera di tanggulangi agar terhindar dari pemberian/penyediaan makanan yang tidak sesuai dengan penyakit terdakwa, di tambah lagi komplikasi penyakit, maka sangat di khawatirkan kejadian yang Fatal bagi diri klien kami, lanjut Emmy.

Jika permohonan kami ini di kabulkan, dengan demikian dapat memberikan kelancaran pemeriksaan perkara, kami pun siap mematuhi persyaratan yang di tentukan Majelis Hakim, serta kami berani jamin bahwa klien kami tidak melarikan diridan kami siap menghadirkan klien kami di persidangan setiap kali di perlukan, ujar nya.

Atas kejadian ini, kami meminta kepada para Media Massa khususnya terbitan Sumatera Utara, agar membuat berita yang berimbang. Ketua Koptan merupakan korban dari orang yang telah menjungkir balikkan hukum, jadi jangan membuat opini-opini yang dapat menyesatkan hukum maupun publik, jika tidak memahami kasus ini silahkan menemui saya, kantor saya terbuka 24 jam, tegas Emmy (tim)

Pulang Sekolah, Bocah 7 Tahun Korban Pelecehan Seksual

Medan | Sanggah Buana.com

Usai pulang sekolah sekitar, pukul 10.00 wib, inisial A (7),  siswi kelas 1 Sekolah Dasar SD Negeri 060871 jalan Pendidikan Medan Timur di bawa oleh pria tak di kenal.

Awal nya, Senin, 20/06, sekitar pukul 10.00 wib saat A menuju pulang ke rumahnya di jalan Mafhilindo gang Cukup, yang tidak jauh dari sekolahnya, tiba-tiba muncul seorang pria yang tak di kenal, dengan mengedarai Sepeda Motor warna hitam, menghampirinya.

Pria tersebut mengajak A dengan alasan teman ibu nya tabrakan, tanpa pikir panjang, dan kepolosan nya bocah 7 tahun yang masih lugu ini pun, langsung menerima ajakan, orang yang tak di kenal tersebut.

Saat di temui Sanggah Buana.com, di rumah nya, biasanya A pulang bersama saudara sepupunya, Annisah, namun karena Anissa dan A ada pertengkaran  kecil, akhirnya A pulang sendiri melewati jalan Pendidikan gang Keluarga, tiba-tiba, muncul seorang pria tak di kenal menghampiri dan mengajaknya.

Di tengah perjalan A bertanya, mau kemana kita bang,,? “ kata pria itu ke jalan Pancing Melihat Teman Mamak yang tabrakan. Sampai di jalan Pancing A di bawa ke suatu tempat semak-semak, dan di masukkan keruang yang lantai nya keramik, setahu A Itu Kamar Mandi, ujar A.

Kemudian Pakaian dalam A dibuka oleh pria bejat dan tidak bermoral, selanjutnya, pria itu mengolesi kemaluan Bocah malang ini, dengan Susu Coklat. Bukan hanya itu, pria bejat tersebut menjilati kemaluan korban, ujar bocah malang.

Anak dari pasangan Jul (34) dan Ati (31) ini pun merasa takut, karena pria tak bermoral itu mengeluarkan senjata tumpul dan mengesek-gesekkan senjata tumpulnya pada kemaluan sang bocah, setelah (ejakulasi) mengeluarkan cairan  berwarna Putih pria tersebut menghentikan perbuatan cabulnya, ujar korban.

Dari pengakuan korban, setelah aksi cabul pria itu, dirinya di antar dan di turunkan dekat sekolahnya. sambil menagis korban berjalan pulang melewati gang keluarga di tempat diri nya di bawa oleh abang itu, ujarnya memanggil pria itu.

Sebelumya, Orang tua korban, Uwak serta neneknya merasa bingung, karena  mendengar keterangan sepupu korban Annisa, bahwa  A di bawa oleh abang-abang yang tidak di kenal.

Langsung Orang Tua, Uwak serta Neneknya mencari korban. 2 jam kemudian A di temukan oleh tetangga nya saat keluar dari gang keluarga.

Korban juga menuturkan, setelah di turunkan di jalan Pendidikan dekat Sekolahnya,  pria bejat itu mengeluarkan kata-kata ancaman “ jangan bilang siapa-siapa ya“.

Dari keterangan A, laki-laki yang membawanya memiliki ciri-ciri tubuh tinggi, rambut ikal pendek dan berbaju putih dengan menggunakan celana pendek warna hitam, mengenderai sepeda motor warna Hitam tanpa nomor kenderaan.

Atas kejadian ini orang tua koban dan Pihak keluarga akan melaporkan kejadian ini ke pihak Polsekta Medan Timur. Dengan harapan, tersangka dapat segera ditangkap. (Mai)