Lugas dan Terpercaya
TwitterFacebookGoogle

Polemik di YASPI, Ketua Yayasan Baru Tak Diakui, Kepsek Enggan Lengser

Sekolah Yaspi sepintas tak ada masalah tapi ada musuh dalam selimut

Sekolah Yaspi sepintas tak ada masalah tapi ada musuh dalam selimut

Medan Labuhan Sanggahbuana.com – Tampak sekilas Yayasan Pendidikan Islam (YASPI) yang terletak persisnya di depan Mesjid bersejarah Al Osmani Jalan KL.Yosudarso Km 18 Lingkungan VII Pekan Labuhan tak memiliki masalah.

Belakangan ini muncul polimik baru saat masa berlaku akte notaris pendirian YASPI berakhir serta wafatnya ketua yayasan H.Harmansyah Djafar namun polimik tersebut tak menganggu aktivitas proses belajar mengajar di YASPI tersebut.

Menyusul, adanya bentuk penolakkan kepengurusan yayasan yang baru dibawah pimpinan Muhib Shafwat dilakukan oknum Kepala SMK YASPI bernama Ridwan Abiet yang kabarnya telah dipecat ketua yayasan yang lama H.Harmansyah Djafar pada 30 januari 2009.

Ridwan Abied Kepsek SMK Yaspi

Ridwan Abied Kepsek SMK Yaspi

Meski kegiatan pelantikan yayasan yang baru telah digelar di halaman YASPI Pekan Labuhan beberapa waktu lalu, namun tetap saja kepenggurusan Yaspi yang baru mendapatkan hambatan saat kursi empuk di YASPI itu hendak diraih.

Dari keterangan Nyaklamsal selaku sekretaris YASPI, saat diwawancarai,  menyebutkan, YASPI adalah sebuah yayasan islam milik ummat bukan pribadi atau perorangan yang bergerak di bidang pendidikan yang penting muslim dan mau memajukan lembaga tersebut berhakmenjadi penggurus yayasan, oleh karena itu wajar saja terjadi regenerasi untuk membawa sebuah perubahan kedepan yang lebih baik.

Akan tetapi, Kepsek SMK YASPI Ridwan Abied seharusnya ia malu sudah dipecat sejak 2 tahun lalu tapi hingga kini masih bertahan dan menganggap kepengurusan YASPI yang baru malah tidak syah karena belum ada notarisnya dan tak percaya sama penggurus YASPI yang baru.

ketua yaspi baru yg ditolak

ketua yaspi baru yg ditolak

Padahal, akte notaris kepenggurusan YASPI baru telah ada tertuang dalam notulen rapat anggota badan pendiri YASPI  pada 06 Maret 2009 yang syah adalah bapak Muhif Shafwat (selaku ketua) dan Nyaklamsal (selaku Sekretaris) sebab sudah ada kesepakatan bersama dengan segenap pengurus di depan akte notaris feri susanto limbong dan diketahui ketua yayasan H Harmansyah Djafar.

Bahkan tindak tanduk oknum Kepsek Ridwan Abied dinilai berlebihan sehingga kami membuat surat himbauan pada Dinas Pendidikan Kota Medan agar pending / tak lagi menyalurkan sejumlah bantuan ke YASPI  yang dikelola Ridwan Abied sebab banyak bantuan yang diberikan tak jelas bentuk penyalurannya dan tidak pernah dipublikasikan masalah dana, serta adanya indikasi pemalsuan. Ujar Nyaklamsal .

Ditempat terpisah, Kepsek SMK YASPI Ridwan Abied saat dikonfirmasikan malah menyangkal semua tudingan kelompok yang mengaku pihak pengurus YASPI yang baru.”Semua tudingan ke saya itu fitnah pak,” ujarnya.

Secara riil dan kenyataannya saja, hingga kini akte notaris penggurus YASPI yang baru belum ada yang mereka andalkan hanya notulen rapat yang dibentuk mereka. Sedangkan pendiri yayasan YASPI sendiri sebelum meninggalnya ketua yayasan lama 30 juli 2009 tak pernah komplin pada saya.

Soal surat pemecatan yang dikeluarkan ketua yayasan Yaspi lama pada 29 Januari 2009  dinilai tidak Syah sebab sepihak tanpa ada rapat penggurus dan dianggap melanggar anggaran dasar dalam akte nataris yayasan no 15 Thn 200 pasal 10 poin 2.

Hal itu juga dikuatkan adanya surat peryataan dari badan pendiri YASPI tanggal 19 Pebruari 2009 dan 16 April 2009 masing-masing Drs Fauzi Amaluddin Sani selaku wakil ketua Yaspi, Adlan Rahiddin selaku wakil sekretaris, H Dhamrah Tanjung selaku bendahara dan Faridah Hanum selaku komisaris YASPI.(Abu Hasan)

PT KIM Akan Lawan Eksekusi

Medan Deli Sanggahbuana.com – Menjelang digelarnya kembali  eksekusi di lahan seluas 46,11 hektar di kawasan PT KIM II Mabar pada Kamis 06 Januari 2011 ini tak hanya menimbulkan keresahan bagi kalangan pengusaha dan investor dan pekerja pabrik di kawasan KIM II Namun, juga pihak manejemen PT KIM melalui Humasnya Pakkal Simanjuntak akhirnya angkat bicara saat didesak Sanggahbuana.com Kamis siang (30/12/2010) di Wisma PT KIM II Mabar.

“Kami sudah bertemu langsung dengan Mahkamah Agung (MA) di Jakarta guna melaporkan permasalahan ini, dimana sebenarnya letak tanah perkara ini salah objek (error in Objek) tak bisa untuk dieksekusi, bahkan pihak MA tetap mendukung untuk pertahankan lahan yang telah dikuasai PT KIM tersebut,” ujar Pakkal.

Bila pada Kamis 6 Januari 2011 Nanti pihak Juru Sita PN Lubuk Pakam dan Polda bersikeras melakukan eksekusi maka pihak PT KIM akan mengadakan perlawanan serta tak menutup kemungkinan akan ada aksi unjuk rasa besar-besaran dari kalangan buruh di KIM ini, ujarnya.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, sesuai rencana Juru PN Lubuk Pakam akan mengeksekusi lahan didalam KIM seluas 46,11 Ha ternyata lahan tersebut telah dikuasai secara syah oleh para investor atau 3 PMA dan 12 perusahaan PMDN.

Situasi ini sangat mencekam dan meresahkan keduabelas investor karena mereka sebenarnya adalah pihak yang tidak ikut didalam permasalahan ini sebab baik didalam Peradilan Tingkat Pertama (PN Lubuk Pakam) sampai terbitnya putusan PK mahkamah Agung RI No 94 PK/PDT/2004.

Para investor tidak pernah dilibatkan ataupun para investor memperoleh dan menguasai lahan industri berdasarkan ketentuan ketentuan hukum yang berlaku di Negara RI ini, hal ini terbukti bahwa para investor tersebut telah mempunyai sertifikat Hak Guna Bangunan (HGB) yang diterbitkan oleh instansi Badan Pertanahan Nasional (BPN), kemudian telah mempunyai IMB dan perizinan lainnya yang diterbitkan oleh instansi-instansi terkait.

Berdasarkan data-data yang kami terima dari PT KIM (Persero) bahwa lahan seluas 46,11 Ha adalah bahagian dari sertifikat HPL No3/DS yang luasnya 314, 74 Ha yang diperoleh sesuai pelepasan hak dari PTPN II (Eks PTP IX) pada tahun 1996 ataupun eks HGU No 10/DS milik PTPN II kemudian PT KIM selaku pengelola kawasan industri Medan mengalihkan/menjual kepada para investor tersebut.

Permasalahan ini mulai digugat kelompok masyarakat (70 KK) dimana PT KIM (persero) sebagai tergugat I dan PTPN II sebagai tergugat II melalui PN Lubuk Pakam dengan perkara No 67/Pdt.G/1999/PN-LP.Jo. Di tingkat banding Pengadilan Tinggi (PT SU) No 256/PDT/2000/PT-MDN Jo Kasasi ( MA) No.3011 K/Pdt/2001 yang masing-masing putusan menolak gugatan para pengugat 70 KK.

Namun pada tahun 2004 para pengugat melakukan upaya hokum (PK) nomor 94 PK/Pdt/2004 dengan amar putusan menerima gugatan para pengugat atas lahan seluas 46,11 Ha. Putusan PK tersebut sangat janggal dan keliru dan benar-benar tidak memenuhi persyaratan-persyaratan hukum yang berlaku.Kata pengacara PT KIM, Risudin Gultom SH MM.

(Abu Hasan)

Bea dan Cukai Bongkar Muatan Kapal Penyelundup “Monza”

Belawan Sanggahbuana.com -Setelah dilimpahkan petugas Ditpolairdasu pada petugas Bea dan Cukai, Akhirnya Ribuan bal muatan pakaian bekas (Monza) dari KM NAD dibongkar untuk dicacah serta dilakukn pendataan di lapangan dermaga Kanwil DJBC Jalan Karo Belawan, Selasa (21/12/2010). Hal itu berdasarkan amatan Sanggahbuana.com, hingga kini satu unit kapal bernama KM NAD yang diperkirakan memuat Ribuan bal pakaian bekas asal luar negeri tersebut mulai dilakukan pendataan.
“Dari kebanyakan bal ternyata berisi pakaian bekas kategori masih layak pakai namun suai peraturan larangan impor pakaian bekas, muatan tersebut nantinya akan dimusnahkan,” ungkap Petugas BC di lapangan saat aksi pembongkaran muatan tersebut. Sebagaimana diketahui sebelumnya, kapal patroli  Direktorat Kepolisian Perairan Daerah Sumatera Utara (Ditpolairdasu) menangkap satu unit kapal kayu KM NAD bermuatan Ribuan bal pakaian bekas di Perairan Belawan.

Disebutkan, kapal kayu asal Pelabuhan Singapura ketahuan membawa pakain bekas  saat hendak ke Pelabuhan Tanjung Balai apalagi pelabuhan Tanjung Balai dianggap masih surga masuknya sejumlah barang bekas serta barang selundupan lainnya.

Petugas memergoki kapal “spanyol”alias separuh nyolong tersebut disaat kapal patroli polisi berpatroli di seputaran kawasan lampu I Perairan Belawan, merasa curiga dengan muatan kapal yang mengunung selanjutnya petugas mengambil tindakan tegas untuk memberhentikan kapal bermuatan barang haram yang masuk ke wilayah RI tersebut.

Nyatanya nahkoda kapal tak mampu menunjukan sejumlah dokumen muatan barang bekas itu saat ditanyai petugas polisi perairan hingga pada akhirnya kapal kayu berukuran besar itu digiring ke dermaga Ditpolairdasu selanjutnya diserahkan ke BC Belawan dan selanjutnya dilakukan pembongkaran muatan kapal untuk pendataan serta pengusutan lebih lanjut.(Reporter Abu Hasan)

Perumahan di Jalur Hijau Diduga Tanpa IMB di Martubung Tak Tersentuh “Martil” TRTB Medan

Medan Labuhan Sanggahbuana.com – Pembangunan Perumahan Labuhan Square yang terletak di jalan KL.Yos Sudarso KM.14,5 tepatnya di Kelurahan Martubung (Simpang Darmen) diduga berdiri tanpa Izin Mendirikan Bangunan (IMB) hingga kini belum tersentuh martil dari Dinas Tata Kota Tata Ruang (TRTB) Kota Medan.

Sebab sesuai amatan Sanggahbuana.com Selasa (21/12/2010) di lapangan hingga kini belum tampak tertera plank Izin Bangunan Membangun (IMB) namun anehnya bangun tersebut tetap berjalan tanpa ada hambatan bahkan lokasi proyek perumahan merupakan jalur hijau terletak hanya beberapa meter dari Pinggir  Sungai Deli sehingga kuat dugaan proyek perumahan ini telah ada kerjasama dengan TRTB kota Medan maupun pihak Balai Sungai dan Muspika Medan Labuhan guna melenyapkan PAD dari sektor izin bangunan.(Reporter Abu Hasan)

Peringati Tahun Baru Islam, IKJM Dikukuhkan, Puluhan Anak Yatim Disantuni

Medan Marelan Sanggahbuana.com – Dalam  Rangka memperiingati tahun baru Islam atau 1 Muharram di bulan Syuroan ini, Ikatanan Keluarga Jawa Marelan (IKJW) mengelar kegiatan lomba masak nasi tumpeng serta menyantuni puluhan anak- anak yatim piatu di Marelan hingga Minggu dinihari (19/12/2010) di lapangan Pasar I Tengah Kecamatan Medan Marelan.

Sekaligus Ribuan Anggota IKJM dilantik langsung disaksikan ketua DPD Pujakesuma Drs Joko Susilo, Muspika Medan Marelan diwakili Camat Marelan Pulungan Harahap, Lurah Rengas Pulau Ahmad Bsc dan Lurah Tanah600 maupun tokoh pemuda Pancasila Muliadi dan tokoh masyarakat setempat.

Kegiatan pelantikan terasa berarti takkala kegiatan dirangkaikan dengan menyantuni sebanyak 55 anak yatim piatu serta ceramah agama atau tausiyah yang dibawakan Al Ustad H Paino sekaligus selaku penasehat IKJM.

Ketua IKJM Junaidi dalam kesempatan tersebut mengaku akan membawa IKJM menuju kesejahteraan para anggota, bahkan Junaidi menyebutkan, akan membuat kaya para anggota yang tergabung dalam IKJM.

Melalui kegiatan usaha bersama hingga kini pihak IKJM telah mengelola Koperasi Waserba alias Warung Serba Ada sekaligus akan mengembangkan budidaya jamur yang pangsa pasar dikirim ke Batam serta tak menutup kemungkinan diekspor.

“IKJM ini sifatnya independent bertujuan menjalin silaturahmi antar warga Marelan jadi tak sebatas hanya warga yang bersuku Jawa saja dengan motto 3S yakni Senyum Sapa dan Salam bukan ?Mangan Ora Mangan Asal Ngumpul, itu kiasan Jawa Kuno, sekarang itu tak zamannya lagi sebab mana ada orang mau kumpul bila tak mangan (makan), intinya, bila wong jawa ingin maju harus bersatu dan berusaha/bekerja,”ungkap Junaidi optimis.(abu Hasan)

Kapoldasu : “Bila Perlu, Polsek Tidak Perlu Dipagar Agar Pers Bebas Peroleh Informasi”

Deli Serdang Sanggahbuana.com – “Bila perlu, Polsek di Deliserdang ini tidak perlu dipasang pagar agar pers bebas memperoleh informasi,”demikian yang diungkapkan Kapolda Sumut Irjen.Pol.Oegroseno menaggapi pertanyaan peserta Workshop bedah “Jurnalisme Konflik”, Minggu (19/12/2010) di Arena Tembak Perbakin Komplek Cemara Percut Sei Tuan Deliserdang.

Pertanyaan yang dilontarkan wartawan Trans Corp Agus, antara lain seputar sejauh mana pers bebas meliput di area konflik. Sedangkan Kapoldasu menanggapi, bahwa pada dasarnya pers bebas meliput area konflik. Sebab, tanpa disadari tugas pers sebenarnya sangat membantu Kepolisian dalam mengungkap kebenaran.

Satu contoh kasus yang dipaparkan Oegroseno, yakni peristiwa penembakan di Jembatan Semanggi. Dimana, berdasarkan dokumentasi wartawan Kepolisian yang dapat mengungkap pelaku penembakan saat itu.

“Nah, menyangkut peliputan yang di Dolok Masihul, saya himbau pers boleh melakukan peliputan dengan catatan tetap menjaga keselamatan dan mengetahui batas-batas area mana yang bisa dimasuki karena konfliknya berbeda dengan peliputan area perang, dimana pers benar-benar dibekali perlengkapan perang,” tambah Oegroseno.

(Abu Hasan)

Merantau Dari Jawa Berhasil di Medan

Medan,SANGGAHBUANA

Kisah hidup manusia berbagai ragam ceritanya,ada yang menderita dahulu kemudian berhasil atas restu allah sang pencipta. Ada yang jadi petani ,buruh,pandai mengobat secara teradisional .Ada yang tak berhasil malah menjadi gelandangan .Tapi ada yang mendapat kenikmatan,berupa rejeki.

Begitu junga dengan Bapak Jainuddin Effendi Ketua LSM PSPK3i (Pembawa Swara Korupsi Kolusi Kriminal Indonesia) .Beliau lahir di jawa tepatnya di Purwokwrto limapuluh tahun yang lalu.

Dia merantau ke Sumatera Utara tahun 70an ke Desa Tuntungan Kecama tan  Parcurbatu kabupaten Deli Serdang dan bekerja sebagai pengangon lembu. Ketika dia mengangon lembu merasa ngantuk dan tertidur,dalam mimpinya bertemu dengan seseorang lelaki berjubah putih dan orang berjubah itu mengi kuti dia terus, Pak Jainuddin  merasa susah dan menolak orang  supaya jangan mengikutinya tapi orang berjubah putih tetap saja mengikutinya.”Aku akan bantu kau kutengok hidupmu susah “ kata orang berbaju putih tersebut “ gak usah takut aku makan nasi putih saja “ kata orang tersebut dan pak Jainuddin pun terjaga dari mimpinya.

Pada tahun 1979 usia pak Jainuddin 19 tahun ada orang lelaki suku jawa tinggal di daerah tuntungan sudah hilang selama 20 tahun tak pernah pulang kerumahnya. Keluarganya datang kerumah pak Jainuddin minta tolong sama pak Jainuddin untuk mencarikannya Suaminya yang sudah hilang selama 20 tahun.

Pak Jainuddin bingung ,mengatakan aku tak tahu gimana mencarinya.Tapi keluarga lelaki yang hilang selama 20 tahun tetap meminta tolong, maka saya bilang sama istrinya supaya membaca 2 kalimat sahadat tujuh kali sebelum tidur malam dan sebut nama suaminya yang hilang selama tiga hari berturut-turut . Keluarganya heran apa bias pak jainuddin.Saya bilang bias Insya Allah .

Rupanya baru dilaksanakan Istri yang hilang suaminya itu dua hari berturut-turut suaminya sudah pulang kerumah.Menurut cerita suaminya selama ini dia merantau tapi tak memberi kabar pada keluarganya selam 20 tahun.

Kemudian saya dimimpikan berjumpa dengn orang berjubah putih kembali  katanya akan datang seorang wanita yang punya penyakit diatas kantongn bayi diperutnya brikan obatnya ,betul beberapa hari kemudian saya kedatangan seorang wanita yang mempunyai sakit tumor diatas rahimnya ,maka orang tersebutpun  saya obati dengan air putih dan atas pertolongan allah wanita itu sembuh dari penyakitnya.

Semenjak itu saya berdatangan orang yang sakit dan mereka saya obati,Insya mereka sembuh.Sampai hari ini kat pak Jainuddin banyak pejabat yang berdatangan kerumah saya,ada polisi dari polda ada juga tentara,polisi militer.Ada yang penyakit gula Tumor ganas,gagal ginjal ,kolesterol ,jantung bocor ,empedu ada batunya .Dan semuanya hanya air putih

Malah ada yang lagi dirawat opname dirumah sakit Herna dan Rumah sakit Permata Bunda.Saya datang kesana permisi kepada kepala perawat ,saya beri mereka air putih insya allah mereka sembuh.

PAK Jainuddin mempunyai beberapa benda keramat sebuah keris ,batu cincin dan telur yang sudah jadi batu.(Barat)

Tersangka Penculik Anak Ditangkap

Labuhan Sanggahbuana.com – Seorang pemuda asal Jalan veteran Pancing Blok A Desa Laut Dendang Kecamatan Percut Sei Tuan menjadi tersangka penculikan anak atas korban bernama Ary (9) warga jalan Matita Platina Kelurahan Titipapan Kecamatan Medan Deli.

Informasi yang diperoleh Sanggahbuana Kamis (16/12/2010) di Mapolsekta Medan Labuhan menyebutkan, tersangka ditangkap petugas kepolisian Polsek Medan Labuhan setelah tersangka dipukuli massa di kawasan Kelurahan Martubung Medan Labuhan.

Dalam wajah lembam dan hidung bekecap darah, kedua tangan tersangka diborgol selanjutnya digiring di Mapolsekta Medan labuhan guna mempertangungjawabkan perbuatannya. Kanit Reskrim Medan Labuhan, Iptu M Oktavianus SH yang dikonfirmasikan membenarkan pihaknya mengamankan tersangka penculikan anak yang sebelumnya sempat dihakimi  massa hingga kini masih dalam proses pemeriksaan petugas.

Reporter Abu Hasan