Lugas dan Terpercaya
TwitterFacebookGoogle

DEPERTEMEN KESEHATAN PELABUHAN BELAWAN WASPADAI PENYAKIT IMPOR

Belawan Sanggahbuana.com – Pelabuhan Belawan yang merupakan Pintu Masuk maupun Keluarnya Kapal Kapal Asing yang juga merupakan pelabuhan terbesar ketiga di Indonesia selalu di singgahi sejumlah kapal barang antar Negara, sehingga sewajarnya pihak Departemen Kesehatan (Depkes) Pelabuhan Belawan Kelas I mewaspadai penyakit impor maupun ekspor yang berbahaya yang sudah menjadi isu penyakit dunia.

Kepala Depertemen Kesehatan Kelas I Pelabuhan Belawan Dr H Syahril Aritonang melalui Kabid Pengendalian Karantina dan Surveylans Efideneologi Dr H Masrip S.Mkes di sela – sela acara peresmian musholla Asyifa di lingkungan kantor (Depkes) Pelabuhan Belawan yang dijumpai wartawan Sanggahbuana.com Rabu 29/09/2010 mengatakan bahwa,

“Tugas yang di lakukan (Depkes) Pelabuhan Belawan adalah Pengendalian ataupun memutus mata rantai penyakit menular antar Negara baik itu penyakit impor maupun penyakit ekspor yang wajib dilakukan(Depkes)Pelabuhan adalah pemeriksaan kesehatannya pada setiap kapal yang tiba dan keluar dari Pelabuhan Belawan,”

Menurut Dr H  Masrip S.Mkes, Ada sejumlah penyakit impor yang senantiasa diwaspadai masuk ke Indonesia diantaranya penyakit SARS, H5N1 alias Flu burung, penyakit kolera dan Pes, makanya setiap kapal yang sandar di Pelabuhan wajib kita pemeriksa kesehatannya.

Depkes Pelabuhan juga senantiasa bekordinasi dengan instansi terkait seperti Karantina, Imigrasi dan Bea Cukai serta instansi kepelabuhan lainnya Adpel maupun KPLP.

“Hingga saat ini kondisi kesehatan di Pelabuhan Belawan masih terkendali serta belum ada ditemukan penyakit yang membahayakan, meski begitu kita senantiasa terus melakukan antisipasi sebab mencegah lebih baik ketimbang mengobati,” ujar Masrip

Selain peresmian Musholla Asyifa Depertemen Kesehatan Pelabuhan Belawan juga menyantuni Anak-anak yatim sekitar 40 orang dan selanjutnya acara dilanjutkan dengan acara Halal bin halah di jajaran Depertem tersebut. (Abu Hasan)

Putusan PKMA Dikangkangi, Eksekusi Lahan PT KIM II Semankin Tak Jelas

MEDAN DELI Sanggahbuana.com – Rencana eksekusi lahan PT KIM II Mabar seluas 46, 11 berdasarkan putusan hukum Peninjauan Kembali Mahkamah Agung (PKMA) semangkin tak jelas meski sebelumnya sempat tertunda lagi dan entah sampai kapan pelaksanaan eksekusi yang diharapkan kalangan petani penggarap itu terwujud.

Disatu sisi, pihak PT KIM beralasan masih melakukan perjuangan dan upaya perlawanan secara hukum atas keluarnya putusan PK Mahkamah Agung (MA) yang sarat dengan kejanggalan.

Sedangkan dari hasil penelusuran Sanggahbuana.com, Rabu (29/09/2010) di kawasan areal lahan seluas 46,11 Hektar yang terletak antara perbatasan Kota Medan dan Deliserdang itu ternyata aktivitas operasional sejumlah pabrik yang ada dilokasi HPL No 3 yang bersengketa itu masih berjalan normal.

Sebelumnya diketahui, berdasarkan putusan PK Mahkamah Agung (MA) Permasalahan tanah HPL No 3 milik PT KIM seluas 46 Ha berlokasi di KIM Mabar II yang dituntut masyarakat penggarap pasca terbitnya Putusan Peninjauan Kembali Mahkamah Agung (PK MA) itu dimenangkan pihak penggarap Legiman Cs bersama 70 KK penggarap.

Sedangkan Dirut PT Kawasan Industri Medan (KIM) Drs Gandhi D Tambunan Msi melalui kuasa hukumnya Rasuddin Gultom SH dan Luhut Simatupang SH meminta agar putusan MA tersebut dibatalkan sebab dapat mengancam hengkangnya para investor serta mengakibatkan penganguran secara besar-besaran terjadi di PT KIM ini, bahkan ia mensinyalir ada Markus hingga terbitnya PK MA tersebut.

Ia mengatakan Hak Pengelolaan HPL No 3 dan HPL No 10 milik termohon peninjauan kembali, berada diluar objek sengketa. Hal ini berarti tanah yang dikuasai oleh PT KIM (Persero) dengan HPL No 3 bukanlah tanah terperkara. (Abu hasan ).

Nelayan Kesulitan Cari BBM, BBM Subsidi di TPI Nelayan Indah Di Harapkan

Para Nelayan yang bertempat tinggaldi Nelayan Indah kec.Medan Labuhan dan Belawan mengharapkan agar pihak PT Aneka Kimia Raya (AKR) mendirikan pangkalan BBM solar khusus untuk kebutuhan para Nelayan yang berdiri di Tempat Pendaratan Ikan (TPI) di Kelurahan Nelayan Indah Kecamatan Medan Labuhan.

Hal itu diharapkan Ketua Kelompok Usaha Bersama Putra Nelayan Deli Bestari Nazaruddin Ismail pada Sanggahbuana.com, Rabu (29/09/2010) di Nelayan Indah Kec. Medan Labuhan.

Dilaporkannya,pasokan minyak solar dipasaran harganya sudah melambung mencapai Rp6000/liternya dari harga eceran tertinggi minyak solar sebesar Rp4500/liternya.

Akibatnya, kalangan nelayan Belawan dan Labuhan hingga kini banyak yang tak melaut bahkan terpaksa gunakan BBM oplosan dari kalangan pengecer gelap .

Guna mencari solusi akan kelangkaan BBM solar bersubsidi tersebut tokoh masyarakat nelayan itu berharap pada pihak pihak PT AKR maupun Dinas Pertanian dan Kelautan Kota Medan bisa merekomendasi berdirinya pangkalan khusus nelayan sehingga pasokan solar bersubsidi dapat terwujud hingga nelayan tak lagi kesulitan untuk melaut.Harapnya.(Abu Hasan).

HIMBAUAN KAPOLDA,BELUM SEPENUHNYA DIPATUHI BAWAHANNYA

Kapoldasu :

Petugas Bawa Senjata Laras Panjang Tanpa Seragam Teriaki Aja Teroris

Hamparan Perak Sanggahbuan.com – Kapoldasu Irjen Pol.Oegroseno dalam kunjungannya di Desa Sei Baharu Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang, Selasa siang (28/09/2010) menegaskan, petugas yang membawa senjata laras panjang, mulai sekarang harus mengenakan seragam, agar masyarakat tidak bingung dan resah, sehingga masyarakat dapat membedakan antara petugas dengan teroris.

Menurut Kapoldasu, selama ini masyarakat resah dan selalu mengira orang yang membawa senjata adalah petugas. “Petugas harus gunakan seragam kalau bawa senjata. Bila ada orang yang bawa senjata tapi tidak pakai seragam, teriakin aja orang itu teroris, atau laporkan aja dengan petugas,” terangnya.

Dalam sambutannya Kapoldasu juga mengatakan jika kedepannya yang perlu dilakukan yakni etika petugas Kepolisian yang harus ditingkatkan, karena saya lihat sudah lama itu ditinggalkan. “Kalau petugas punya etika yang baik kan enak jadinya,” tandas Oegroseno yang kala itu mendapatkan tepuk tangan yang meriah dari masyarakat.


(Abu Hasan)

POLISI BOYONG USTAD ARSAD KE MAPOLSEK HAMPARAN PERAK

Hamparan Perak Sanggahbuana.com – Pasca dibawanya seorang Ustad Arsad dari kediamannya Jalan Perintis Kemerdekaan Desa Hamparan Perak Kab.Deliserdang ke Mapolsek Hamparan Perak guna dimintai keterangan seputar aksi penyerangan kantor polisi pada beberapa hari lalu.

Pihak keluarga berencana akan menuntut balik  Polisi yang asal main bawa tersebut,dari pengakuan pihak keluarga yang berhasil ditemuai Sanggahbuana.com di kediamannya, menyebutkan, pihak keluarga yakin Arsad yang dikenal luas sebagai guru ngaji dan petani itu tak terlibat teroris, itu hanya fitnah belaka, saya yang tahu sehari-hari disini, suami saya orang yang sholeh, cetus Nurhasanah selaku istri Arsad.

Apalagi, orang kira keluarga kami terlibat teroris sebab sewaktu petugas polisi datang sempat menyedot perhatian warga sekitar hingga sempat membuat jalan lintas macet, bahkan belasan polisi bersenjata laras panjang dengan 4 mobil patroli dan sedan menyinggahi dan mengepung kediaman rumah kami tersebut.

“Ketika itu suami saya sedang menjemur pakaian sebab sudah banyak pakaianak-anak kami yang kotor, tapi tiba-tiba pagi itu muncul petugas polisir ame-rame sembari menerobos masuk kedalam rumah, tanya sana tanya sini sampai-sampai sebuah photo pakaian tentara yang diberi saudara kami pun mereka tanya, siapa itu mata-mata ya, ujar Nurhasanah sembari mengendong anaknya kala itu.

Menurut Nurhasanah, ia dan suaminya baru dua hari pindah dari rumah lamanya di kawasan Kebun Bundar Hamparan Perak ke rumah baru ini dengan sewa Rp 2juta pertahunnya, Saya pikir, belasan polisi tanpa surat perintah yang melintas disamping rumahnya itu hendak menangkap perampok, tapi ternyata malah rumah kami yang mereka kepung, bahkan sejumlah berkas ada dibawa polisi.

“Mereka bilang, Bapak hanya dimintai keterangan saja di Polsek Hamparan Perak, Ibu jangan khawatir, kalau ada apa-apa hubungi saja pak Hutahaean,petugas Polres Belawan,”ujar Bu NRZH menirukan ucapan petugas kepolisian yang datang tersebut.

Meski begitu, Ibu lima orang anak itu tetap saja khawatir akan keadaan suaminya yang dibawa polisi ke Mapolsekta Hamparan Perak, Ia berharap polisi tidak melakukan kesewenangan terhadap suaminya sebab suaminya sama sekali tak terlibat teroris, kesehariannya bekerja sebagai Ustad atau guru mengaji di sejumlah daerah Yakni Kampung Nelayan serta daerah Lainnya bahkan bekerja sebagai petani biasa, sesekali ada orang minta tolong berobat, ujarnya.

Terkait dengan itu Kapolsekta Hamparan Perak AKP Murdani yang dikonfirmasikan wartawan tak ingin banyak berkomentar sebab permasalahan ini masih tahap dimintai keterangan namun ia tak menyangkal adanya seorang warga yang dibawa ke Mapolsekta Hamparan Perak.”Pemanggilan itu hanya sebatas dimintai keterangan, kita hanya menindak lanjuti adanya informasi dari masyarakat apabila tak ada masalah, tidak sampai 1×24 jam akan kita kembalikan,”ungkap Kapolsekta singkat.(Abu Hasan)

Kapoldasu Ke Hamparan Perak Lagi, “Jangan Sampai Polisi Dibenci Masyarakat”

Hamparan Perak Sanggahbuana.com – Kapolda Sumut Irjen Pol Oegroseno, Selasa (28/09/2010) kembali mendatangi kawasan berdarah pasca penyerangan Mapolsekta Hamparan Perak yang telah menewaskan 3 personil polisi piket.

Tercatat sudah empat kali Kapoldasu mengadakan pertemuan dengan sejumlah tokoh masyarakat, tokoh pemuda, tokoh alim ulama di kawasan Hamparan Perak Kabupaten Deliserdang masing-masing di Desa Selemak, Desa Klumpang, Desa Hamparan Perak Simpang Beringin.

Menyusul, di halaman  kantor Desa Sei Baharu Kec. Hamparan Perak. Hal itu ia lakukan karena selama ini, Kapoldasu sadar merasa jajarannya belum terlalu dekat dengan masyarakat, khususnya yang berada di Hamparan Perak, Jangan sampai polisi dibenci masyarakat, harap Kapoldasu.

Dalam pertemuan di halaman Desa Sei Baharu itu turut dihadiri Kapolres Pelabuhan Belawan, AKBP Endro Kiswanto SH, Kapolsek Hamparan Perak AKP Murdani, Camat Hamparan Perak Rahmat Sejati, Kades Hamparan Perak Kholil Minawar, unsur Muspida Kec.Hamparan Perak, Ulama, Tokoh Masyarakat, dan Masyarakat.

Dalam pertemuan itu Kapolda mengaku, ia awalnya masuk menjadi polisi karena benci sama polisi sebab, selalu memanfaatkan situasi masyarakat yang buta dengan hukum, makanya saya masuk polisi untuk memperbaiki institusi polisi itu sendiri.

Pengakuan Kapoldasu tersebut cukup mendapatkan sambutan dan tepuk tangan meriah dari masyarakat, bahkan Kapoldasu yang dinilai layak menjadi Kapolri ini juga berulangkali menyebutkan, jangan ada lagi air mata darah di kantaor kepolisian.

“Polisi dan masyarakat harus bersatu, harmonis dan bergandeng tangan, tanpa masyarakat polisi tidak ada apa-apa nya, Kapoldasu juga ingin melaksanakan konsep ‘Satu Desa Satu Polisi’, hal itu dilakukan untuk menguatkan keamanan dari lapisan terkecil, karena jika di desa keamanannya sudah kuat, maka negara ini juga akan menjadi kuat.

Kapoldasu juga berharap jika masyarakat juga mau mendekatakan diri dengan pihak Kepolisian khususnya petugas yang berada di Polsek, masyarakat kiranya mau datang ke Polsek dan bercengkrama dengan petugas yang sedang berjaga sambil ngopi-ngopi, karena dengan demikian maka akan timbul rasa kebersamaan dan keakraban antara Polisi dengan masyarakat sehingga terjalin hubungan dengan baik.

“Sekedar ngopi-ngopi di Polsek kan enak, biar masyarakat dan Polisi akrab. Kalau bisa jangan sampai ada jarak polisi dengan masyarakat,” tuturnya.

(Abu Hasan|

GARA – GARA GAJI KURANG RP 10 RIBU KULI KASAR KENA TIKAM

Medan Labuhan Sanggahbuana.com – Hanya karena gara-gara uang gaji kurang 10 ribu dan diminta terus oleh Frengki Simamora (23) warga Kambes, Kelurahan Martubung, Kecamatan Medan Labuhan kepada Ornes (25) tak juga dibayar, maka kuli kasar ini menjadi sasaran sabetan pisau dapur oleh Ornes.

Dalam keadaan bagian tangan dan pundak terbeset pisau, kuli  kasar ini segera melaporkan kejadian itu ke Mapolsek Labuhan.

Keterangan yang diterima Sanggahbuna.com Selasa (28/09/2010) usai Frengki melaporkan kejadian itu mengatakan, sebatan pisau dapur hingga bagian pundak dan tangannya luka itu terjadi di gudang kontainer di depan Panti Jompo, Medan Labuhan. Kejadian itu di akibatkan, karena uang gaji diberikan Ornes berkurang 10 ribu.

Ceritanya, selama seminggu ini mereka sebanyak 6 orang mendapat borongan bongkar muat kontainer dengan ketetapan perhari Rp 50 Ribu perorang, ketika gaji hari Sabtu Frengki sedang pergi beli rokok gaji mereka telah diberikan pemilik berang kepada David, kemudian David yang terbur – buru pulang menitipkan gaji Frengki dengan Ornes yang sedang pergi beli rokok.

Sepulangnya itu, Ornes menyerahkan gaji Frengki, ketika dilihat Frengki ternyata gajinya kurang Rp 10 Ribu, ketika ditanya kembali kepada Ornes kenapa gajinya cuma Rp 40 Ribu, ternyata Ornes mengatakan kepada Frengki tanya aja dengan David.

Selama 2 hari Frengki tak jumpa dengan David, Senin (27/9) masuk kerja, Frengki menanyakan kenapa gajinya kurang Rp 10 Ribu, ternyata david mengatakan gaji yang diberikan Rp 50 Ribu tidak ada dikurangi, merasa ditipu dengan Orens, Frengki kembali mendatangi Ornes yang sedang berada di depan gudang.

Ketika ditanya soal uang Rp 10 Ribu itu, Ornes malah marah dan langsung mengeluarkan pisau dapur yang diselipkannya di pinggangnya, kemudian mengarahkan pisau dapur itu ke bagian tangan kiri dan pundak Frengki, takut kena tikam, Frengki langsung kabur langsung menuju Polsek Medan Labuhan untuk membuat laporan. “Aku tahu dia (Orenes) pakai pisau, aku langsung lari, takut kena tikamnya,” kata Frengki.(Abu Hasan).

“Saya Bukan Ustad Teroris”

Hamparan Perak – Sanggahbuana.com Pasca digrebek dan ditangkapnya guru ngaji (Ustad) Arsad dari kediamannya Jalan Perintis Kemerdekaan Desa Hamparan Perak Kab.Deliserdang ke Mapolsek Hamparan Perak Senin kemarin, Ustad Arsad berencana dalam 2 hingga 3 hari ini akan melaporkan balik polisi ke komisi Hak  Azasi Manusia (HAM) bila pencemaran nama baiknya tak segera dipulihkan.

Hal itu disampaikan Ustad Arsad melalui Sanggahbuana.com, Selasa (28/09/2010) di kediamannya pasca selama 7 jam lebih diperiksa di kantor polisi Hamparan Perak.

“Saya ini Uastad bukan  teroris, kenapa keluarga serta rumah saya diobrak abrik seperti sarang teroris, bahkan warga sekitar menduga saya ustad teroris,”cetusnya sembari menunjukan bukti-bukti bekas perabot yang diobrak abrik.

Seharusnya polisi bekerja professional jangan asal main grebek dan main tangkap, kalau sekedar meminta keterangan apakah tidak cukup melalui surat pemanggilan saja, ujarnya.

Apalagi, orang kira keluarga kami terlibat teroris sebab sewaktu petugas polisi datang sempat menyorot perhatian warga dan media massa sehingga sempat membuat jalan lintas macet, bahkan belasan polisi bersenjata laras panjang dengan 4 mobil patroli dan sedan menyinggahi dan mengepung kediaman rumah kami tersebut.

“Saat itu saya sedang menjemur pakaian sebab sudah banyak pakaian yang kotor dicuci, tapi tiba-tiba pagi itu seketika muncul petugas polisi rame-rame sembari mengepung dan menerobos masuk kedalam rumah,”ujarnya kesal

Terkait dengan itu, Kapolres Pelabuhan Belawan AKBP Endro Kiswanto SH yang ditanyai saat kunjungan Kapoldasu Irjen Pol.Oegroseno ke Desa Sei Baharu menegaskan, Ustad Arsad tak ada kaitannya dengan pelaku terorisme, ia sudah kita mintai keterangan dan telah dipulangkan, ujar Kapolres singkat.(Abu Hasan).

POKMASWAS DESAK KEJARI DAN POLRES PELABUHAN BELAWAN USUT RAIBNYA BARBUT KAPAL IKAN TRAWL ASING

Belawan Sanggahbuana.com Pasca Raibnya barang bukti (barbut) mesin dan peralatan belasan kapal ikan Asing yang bersandar di dermaga Pelabuhan Perikanan Samudra Belawan tepatnya di Gudang PT.Alsa, pihak dari Kelompok masyarakat Pengawas (Pokmaswas) Kota Medan diketuai Nazaruddin Ismail mendesak pihak Kejari Belawan dan Poldasu menangkap  maling pencuri Barang Bukti (Barbut) belasan unit kapal sitaan tersebut.

Padahal sebelumnya, Pokmaswas sudah mengingatkan agar sejumlah barang bukti yang ada diatas kapal diantaranya, kipas mesin, blong, mesin kapal, alat komunikasi serta Bahan Bakar Minyaknya jangan digelapkan.

Bahkan diharapkan barang bukti berupa kapal ikan Asing itu sebaiknya dihibahkan bagi kelompok masyarakat Nelayan agar masyarakat Nelayan bisa berusaha memanfaatkan kapal-kapal sitaan yang selama ini banyak terbengkalai serta hanya menjadi rongsokan sampah disetiap dermaga.

Hal itu disampaikan Nazaruddin pada wartawan Sanggahbuana.com Senin (27/09/2010) di Belawan menindak lanjuti pasca raibnya barbut mesin kapal asing yang terdampar digudang PT Alsa Gabion Belawan.

Sebagaimana diketahui, kondisi kapal asing tersebut saat ini sudah terbengkalai bahkan sudah banyak yang tenggelam karena tak diurus serta tak dijaga padahal pihak Kejari Belawan yang pernah dikonfirmasikan mengaku, barang bukti sitaan itu dititipkan pada pihak DKP melalui pihak P2SDKP dan akan dituntut keberadaannya pada persidangan, jika tidak pihak P2SDKP akan dilaporkan ke polisi.(Abu Hasan).

PANGLIMA TNI BARU ,JANJI BANTU POLISI BERANTAS TERORIS

Jakarta – Sanggahbuana.com Laksamana Agus Suhartono baru saja mendapat persetujuan DPR menjadi Panglima TNI menggantikan Jenderal Djoko Santoso. Laksamana Agus menjanjikan TNI akan membantu Polri memberantas teroris yang makin gencar.

“Kalau memang diperlukan bantuan TNI tentu bagus sekali, karena itu menjadi salah satu tugas TNI,” ujar Laksamana Agus kepada wartawan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Senin (27/9/2010).

Agus menuturkan, TNI akan bekerjasama penuh dengan Polri memberantas terorisme. Saat ini kedua instansi tengah meramu pola kerjasamanya.

“Sekarang sedang dibahas mekanismenya bagaimana dengan Polri,” terang Agus.

Agus berharap, DPR juga menyetujui badan khusus yang mengkoordinasikan Polri dan TNI dalam pemberantasan terorisme.

“Kan ada badan khusus nanti yang akan mengkoordinasikan,” terang Agus.

Agus Suhartono diajukan oleh Presiden SBY sebagai calon tunggal panglima TNI. Setelah diuji oleh Komisi I DPR, Agus mendapat penilaian positif dan disetujui untuk menggantikan Jenderal Djoko Santoso.red