Lugas dan Terpercaya
TwitterFacebookGoogle

PTPN.II Harus Tanggap Untuk Menyelesaikan

Terkait Eksekusi Lahan PT.KIM II Persero seluas 46,11 Ha

Medan, SB

Menyikapi eksekusi tanah (lahan) PT KIM II Medan, seluas 46,11 Ha, pihak Pemprovsu hanya berharap jangan sampai ada tindakan atau pelaksaan untuk melakukan eksekusi, karena PT KIM merupakan Sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) sebab Pemrovsu merupakan salah satu Pemegang Saham sebesar 30 %.

Jadi, sebelum dilaksanakanya Eksekusi lahan PT KIM II Medan, Pemprovsu akan melakukan langkah-langkah hukum yang dapat memberikan solusi terbaik bagi seluruh Masyarakat, Investor dan khususnya Pemerintah di Sumatera Utara. Jika hal ini tidak dapat kita jaga secara bersama-sama kerugian Sumatera Utara akan Sangat besar Sekali.

Demikianlah, Dikatakan Ristanto SH selaku Kepala Biro Pemerintahan Sumatera, saat ditemui Sanggah Buana On-line di ruang kerjanya, Selasa 27/04/10. lalu.

Salah Satu kerugian Sumatera adalah, para Investor akan takut menanamkan modalnya untuk melakukan kerjasama karena tidak adanya jaminan hukum pertanahan yang pasti, akhirnya Investor yang menginvestasi kan modalnya ke Sumatera Utara.akan tidak percaya, padahal Sumatera Utara terkenal kondusif, baik di Indonesia maupun di dunia Internasional, Ujar Kabiro Pemerintahan Sumut yang akrab Di panggil Tanto.

Bukan Hanya itu saja, bagaimana pula dengan nasib para Ribuan Buruh atau Karyawan pabrik, serta bagaimana pula nasib para masyarakat penggugat yang tuntutanya sudah ada Putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap yaitu Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia dalam tingkat Peninjauan Kembali tanggal 03 oktober 2007 nomor 94 PK/Pdt/2004, ujar Tanto.

Kalau menyangkut status tanah lahan PT KIM II Persero, Tanah tersebut di beli PT KIM dari PTPN II, dan tidak ada silang sengketa dari pihak ke 3 (tiga) karena dalam perjanjian jual beli ada Klausul dan tanah benar milik penjual, kalau ada pihak ke 3 (tiga) yang menggugat, PTPN II harus tanggap untuk menyelesaikan dan menghadapi karena ini tanggung jawab PTPN.II sebagai Penjual, tegas Tanto.

Mengenai surat penawaran PT KIM II persero, Kepada Masyarakat penggugat, agar penggugat menerima, lahan tanah yang di tuntut dapat diganti rugi dan sudah dijawab oleh penggugat melalui Kuasa Hukumnya , pihak Pemprovsu tidak mengetahui karena PT.KIM belum ada kordinasi ke Pemprovsu, ujar Tanto.

Saat Dirut PT.KIM II Gandhi Tambunan, kordinasi ke Pemprovsu, PT KIM keberatan karena pelaksanaan Konstatering tidak melibat kan pihak BPN, padahal pihak BPN lah yang lebih mengetahui dan lahan yang di gugat objeknya salah, itulah yang dikatakan Dirut PT. KIM II kepada Pemprovsu, ujar Tanto menambahkan.

Dalam hal ini, Pemprovsu hanya dapat menunggu perkembangannya, Sebab ini menyangkut permasalahan Hukum jadi kita tunggu saja hasil nya, ujar Tanto menambahkan.(imuh)

PENGEMBALIAN PENGELOLAAN PANTI ASUHAN AL WASHLIYAH P. BRAYAN MEDAN KEPADA YAYASAN AMAL DAN SOSIAL AL DJAMIJATUL WASHLIJAH AKTE 67 TAHUN 1955

Medan SB.

Isu besar pengembalian pengelolaan Panti Asuhan Al Washliyah P. Brayan Medan. Yayasan  Amal dan Sosial Al Djamijatul Washlijah Akte 67 / 1955 didirikan pada hari Rabu 20 April 1955 dengan para pendiri Yayasan : 1. H. Muhammad Nurdin, 2. Dumaeri Ilyas, 3. Aziz Hamid, 4. Aminah Nur, 5. Musa Nasution no Akte 67 tahun 1955 dengan Notaris Hasan Soetan Pane Paroehoem. Yayasan ini memiliki empat (4) Panti Asuhan yaitu : 1. Panti Asuhan Amal dan Sosial Al Djamijatul Washlijah Akte 67/1955  P.Brayan, 2. Panti Asuhan Amal dan Sosial Al Djamijatul Washlijah Akte 67/1955 Gedung Johor, 3. Panti Asuhan Amal dan Sosial Al Djamijatul Washlijah Akte 67/1955 Pinang Baris Medan Sunggal, 4. Panti Asuhan Amal dan Sosial Al Djamijatul Washlijah Akte 67/1955 Tanjung Pura Langkat. Pimpinan Panti Asuhan Al Washliyah P. Brayan semenjak tahun 1955 adalah H. M. Nurdin sekaligus Pimpinan Umum Yayasan Amal dan Sosial Al Djamijatul Washlijah Akte 67/1955 dari tahun 1955 sampai 1985. Karena H.M.Nurdin meninggal dunia pada tahun 1985 maka Pimpinan Panti Asuhan P. Brayan diangkatlah Abdurrahman sebagai Pimpinan Panti Asuhan sekaligus Pimpinan Yayasan dari tahun 1985 sampai dengan 1991.  Karena Abdurrahman meninggal dunia pada tahun 1991 maka Yayasan mengangkat Abdul Halim sebagai Pimpinan Panti Asuhan P. Brayan dari tanggal 17 Mei 1991 sampai dengan 2001. Karena Abdul Halim meninggal dunia pada tahun 2001 maka diangkatlah oleh Samadin oleh Yayasan sebagai Pimpinan Panti asuhan P. Brayan . Samadin memimpin Panti Asuhan Al Washliyah P. Brayan dari tahun 2001 sampai dengan 2003 . Karena Samadin meninggal dunia pada 2003 selanjutnya Hamzah diangkat sebagai Pimpinan Panti Asuhan Al Washliyah P. Brayan oleh Yayasan Amal dan Sosial Al Djamjatul Washlijah Akte 67/1955 pada tanggal 26 Maret 2003.

Permasalahan muncul ketika ditemukannya arsip photo copy SK pengangkatan Hamzah sebagai Pimpinan Panti asuhan P. Brayan oleh Pengurus Daerah Al Washliyah Kota Medan pada tanggal 5 oktober 2004. Yang sebelumnya seluruh Pimpinan Panti Asuhan di bawah naungan Yayasan ini (ada 4 Panti Asuhan) diangkat dan diberhentikan oleh Yayasan Amal dan Sosial Al Djamijatul Washlijah Akte 67/1955. Informasi ini perlu diketahui oleh seluruh masyarakat Sumatera Utara bahwa Pengurus yayasan yang mengangkat Hamzah sebagai Pimpinan Panti Asuhan P. Brayan yaitu Bapak Alm. Syariffuddin ST Pane meninggal dunia pada 1 oktober 2004. Karena itulah Hamzah berani meminta SK Pengangkatan dari PD Alwashliyah Kota Medan pada tanggal 5 oktober 2004. Sejak tahun 1955 sampai dengan sekarang Yayasan Amal dan Sosial Al Djamijatul Washlijah Akte 67/1955 masih eksis dan aktif meskipun mengalami beberapa kali perubahan komposisi kepengurusan. Yayasan ini sudah syah dimata hukum dan pemerintahan karena telah disesuaikan dengan UU Yayasan No : 16 tahun 2001 dan UU Yayasan No : 28 tahun 2004. Ini terbukti dengan terbitnya Surat dari Departemen Hukum dan HAM RI cq Dirjend. Administrasi Hukum dan Umum dengan No : AHU-AH.01.08-437 tanggal 27 Juli 2009.

Sebelumnya oleh Pengurus Yayasan ketiga Pimpinan Panti Asuhan (P.Brayan, Gedung Johor dan Pinang Baris) telah diajak untuk bergabung dan memilih apakah mau masuk menjadi Pengurus Yayasan atau tetap sebagai Pimpinan Panti Asuhan. Hal ini karena sesuai dengan UU Yayasan No : 16 tahun 2001 dan UU Yayasan No : 28 tahun 2004 melarang adanya rangkap jabatan. Tidak boleh lagi ada Pengurus Yayasan merangkap menjadi Pimpinan Panti Asuhan. Kepada Hamzah telah ditawarkan apakah menjadi Pengurus Yayasan atau tetap menjadi Pimpinan Panti Asuhan Al Washliyah P. Brayan Medan.

Sehubungan dengan telah syahnya Pengurus Yayasan ini oleh Pemerintah RI maka Pengurus Yayasan menata ulang Pimpinan Panti Asuhan di bawah lindungannya. Karena telah dilaksanakan tiga (3) kali pemanggilan kepada Hamzah selaku Pimpinan Panti Asuhan P. Brayan oleh Yayasan Amal dan Sosial Al Djamijatul Washlijah Akte 67/1955 untuk ditetapkan kembali sebagai Pimpinan Panti Asuhan P.Brayan tetapi pemanggilan tersebut tidak mau diindahkan (tidak mau dihadiri) oleh Hamzah. Maka selanjutnya Yayasan bersikap memutuskan untuk mengangkat H. Khairuddin LC sebagai Pimpinan Panti Asuhan Amal dan Sosial Al Djamijatul Washlijah Akte 67/1955 di Panti Asuhan P. Brayan Medan menggantikan Hamzah.

Kita berharap proses pergantian ini dapat berjalan damai dan sejuk dikarenakan Pengelolaaan Panti Asuhan  yang merawat/mendidik anak anak yatim/piatu/yatim piatu dan fakir miskin adalah merupakan ibadah kepada Allah SWT.

Pada tanggal 25 maret 2010 telah diupayakan penggantian Pimpinan Panti Asuhan Al Washliyah P. Brayan Medan secara baik baik dan kekeluargaan tetapi Hamzah tidak bersedia untuk digantikan. Upaya mediasi yang dilakukan melalui aparat Polsek Medan Labuhan antara Yayasan dengan Hamzah belum berhasil karena Hamzah mengaku tidak lagi diangkat oleh Yayasan tetapi dia mengatakan bahwa dia diangkat sebagai Pimpinan Panti asuhan P. Brayan Medan oleh PD Al Washliyah Kota Medan. Padahal berdasarkan hak dan hukum maka tidak satupun Pimpinan Panti Asuhan di bawah naungan Yayasan ini dapat diangkat dan diberhentikan oleh PD Al Washliyah Kota Medan. Sampai hari ini ke empat (4) Panti Asuhan tersebut di atas dari tahun 1955 tidak pernah diangkat dan diberhentikan oleh PD Al Washliyah Kota Medan kecuali munculnya SK Pengangkatan Hamzah dari PD Al Washliyah Kota Medan pada tahun 2004.

Dikarenakan alasan Hamzah tidak diangkat oleh Yayasan tetapi oleh PD Al Washliyah Kota Medan maka Yayasan pada tanggal 27 Maret 2010 di Jalan D.I. Panjaitan no 173 Medan mengadakan pertemuan dengan Pengurus Besar Al Jam’iyatul Washliyah yang diwakili oleh Ketua Umum K.H. Aziddin SE, M.Sc. Dan oleh PB Al Washliyah maka hasil pertemuan tersebut di bawa ke Jakarta dan di bahas oleh PB Al Washliyah di Jakarta. Alhamdulillah pada tanggal 30 Maret 2010 Pengurus Besar Al Jam’iyatul Washliyah mengeluarkan Surat dengan NO : INT-224/PB-AW/XIX/III/2010 yang ditandatangani oleh Ketua Umum K. H. Aziddin SE, M.Sc dan Sekretaris Jenderal Mashuril Khamis. Isi surat PB Al Washliyah tersebut agar tidak terjadi perselisihan dalam pengelolaan Panti Asuhan Al Washliyah P. Brayan Medan maka Pengelolaaan Panti Asuhan tersebut di ambil alih oleh PB Al Washliyah. Dan Selanjutnya PB AL Washliyah mengembalikan Pengelolaan Panti Asuhan tersebut kepada Yayasan Amal dan Sosial Al Djamijatul Washlijah Akte 67/1955.

Pada tanggal 23 April 2010 di Medan telah dilaksanakan Berita Acara Pengembalian Pengelolaan Panti Asuhan Al Washliyah P. Brayan yang ditandatangani oleh Ketua Umum PB Al Al Jam’iyatul Washliyah dan Ketua Yayasan Amal dan Sosial Al Djamijatul Washlijah Akte 67/1955.

Berdasarkan Surat PB Al Jam’iyatul Washliyah No: INT-224/PB-AW/XIX/III/2010 tanggal 30 Maret 2010 dan Berita Acara Pengembalian Pengelolaan Panti Asuhan Al Washliyah P. Brayan tanggal 23 April 2010 maka Ketua Umum PB Al Washliyah bersama rombongan dan didampingi oleh Ketua Yayasan bersama Pembina, Pengurus dan Pengawas Yayasan Amal dan Sosial Al Djamijatul Washlijah melaksanakan serah terimakan secara faktual di Panti Asuhan Al Washliyah P. Brayan pada hari Rabu tanggal 28 April 2010 jam 10. 00 Wib.  Tetapi tidak dihadiri oleh Hamzah meskipun telah dihubungi pada tanggal 27 April oleh Ketua Umum PB Al Washliyah melalui HP dan  Hamzah telah berjanji untuk menerima kedatangan Ketua Umum PB Al Washliyah pada hari Rabu tanggal 28 April 2010. Dikarenakan Hamzah tidak hadir dan terjadi sedikit perlawanan dari pihak Hamzah yang dimotori oleh Edwarsyah (dipanggil dengan nama Halim) maka Ketum PB Al Washliyah bersama rombongan dan Ketua Yayasan bersama rombongan melaporkan kejadian tersebut di atas kepada Polsek Medan Labuhan. Diterima oleh Kapolsek AKP Ruruh Wicaksono dan Wakapolsek Y. Harahap. Pada intinya hasil pembicaraaan pertemuan tersebut menganggap bahwa kejadian tersebut adalah masalah internal organisasi. Pihak Kapolsek Medan Labuhan siap mengamankan jika terjadi situasi keamanan diluar kendali. Bapak Kapolsek bersama Wakapolsek memberikan NO HP yang dapat dihubungi jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan.

Sejak hari Rabu tanggal 28 April 2010 sampai sekarang telah terjadi pengelolaan Panti Asuhan P. Brayan secara ganda atau dualisme karena Hamzah tidak mau menyerahkannya secara baik baik kepada pengurus baru yang dipimpin oleh Ustazd H. Khairuddin LC. Di masa kepemimpinan Hamzah Ustazd H.Khairuddin LC adalah sebagai Kepala sekolah Tsanawiyah sore di Panti Asuhan tersebut di atas.

PB Al Washliyah bersama Yayasan Amal dan Sosial Al Djamijatul Washlijah Akte 67/1955 mengharapkan Do’a dan Dukungan dari seluruh masyarakat agar pengembalian Pengelolaan dan penggantian Pimpinan Panti Asuhan ini dapat berjalan lancar dan sukses. Amiin.

(tim SB)

Jika PT. KIM Tidak di Eksekusi, Ganti Rugi Masyarakat..!!!

Medan, SB

Penundaan Eksekusi PT. Kawasan Industri Medan (KIM) Persero, pada tanggal 30 Maret 2010 lalu sangat mengecewakan para masyarakat yang sudah tergabung dalam kelompok Tani Manunggal Mabar karena proses perjuangan sudah sangat lama yaitu sejak tahun 1969.Hingga terbitnya putusan PK Mahkamah Agung tanggal 03 oktober2007, pihak masyarakat masih tetap mematuhi dan tunduk kepada peraturan perundang-undangan yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Namun,,,! Sampai kapan kami terus menunggu hak kami dapat kami miliki tanpa ada interpensi dari pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Padahal sudah ada Putusan Pengadilan yang telah berkekuatan tetap, yaitu Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia dalam tingkat Peninjauan Kembali (PK) tanggal 03 Oktober 2007, Nomor: 94 PK/Pdt/2004, jo. Putusan Mahkamah Agung Republik Indonesia dalam tingkat Kasasi, tanggal 06 Desember 2001, Nomor: 3011 K/Pdt/200, jo Putusan Pengadilan Tinggi Medan tanggal: 21 September 2000, Nomor: 256/Pdt/2000/PT.Mdn, jo. Putusan Pengadilan Negeri Lubuk Pakam, tanggal: 09 Maret 2000, Nomor: 67/Pdt.G./1999/PN.LP.

Demikianlah dikatakan Supono selaku Anggota Kelompok Tani Manunggal Mabar yang didampingi Emmy Sihombing. SH selaku Kuasa Hukum Kelompok Tani Manunggal Mabar, saat di temui Sanggah Buana On-line di Medan, Kamis 22/04/10.

Dalam hal ini para masyarakat sangat kecewa atas sikap Pengadilan Negeri Lubuk Pakam yang telah mengeluarkan surat penundaan Eksekusi PT KIM Persero Nomor: W2.U4.524/Pdt/04.01/III/2010 tanggal 29 Maret 2010 perihal Pemberitahuan Pengunduran Pelaksanaan Eksekusi dalam perkara No. 06/Eks/2009/67/Pdt.G/1999/PN.LP, ujar Emmy Sihombing. SH menambahkan.

Sebelumnya..! pada tanggal 18 Maret 2010 kami sudah rapat koordinasi oleh Aparat Keamanan mengenai persiapan pelaksanaan Eksekusi dan telah di sepakati pada tanggal 30 Maret 2010 lahan PT. KIM Persero Seluas 46,11 Ha akan di Eksekusi jika sampai tanggal tanggal 29 Maret 2010 Pihak PT.KIM Persero, tidak memiliki itikad baik dalam arti mengganti rugi lahan masyarakat Kelompok Tani Manunggal Mabar sebesar Rp.450.000/ Meter, ujar Emmy Sihombing.

Tapi kenyataannya lain, gara-gara Buruh PT KIM Medan II, para Investor beserta Kaum Buruhnya melakukan unjuk rasa damai langsung Pihak Pengadilan Negeri Lubuk Pakam langsung menanggapi dan mengeluarkan surat penundaan Eksekusi sampai 1(satu) Bulan  terhitung dari tanggal 29 Maret 2010 – 29 April 2010. ujar Emmy Sihombing.

Lanjut Emmy..! yang lebih mengherankan, kenapa para pengunjuk rasa melibatkan Investor dan Para buruhnya, kenapa tidak pihak PT KIM saja. Seharusnya Para Investor dan Burunya, unjuk rasa ke PT KIM karena Mereka sudah di bohongi oleh PT KIM, sebab Investor Membeli Tanah dari PT KIM yang bersengketa dengan Masyarakat atau pihak PT KIM unjuk Rasa ke PTPN II karena PT. KIM membeli lahan Tanah tersebut dari PTPN II.

Jadi, langkah kami tetap mengacu kepada Putusan PK Mahkamah Agung tanggal 03 Oktober 2007 Nomor : 94 PK/Pdt/2004. Pihak PT. KIM harus Mematuhi, jika tidak biarlah hukum yang akan memutuskan. Dan jika PT KIM keberatan untuk di Eksekusi silahkan PT KIM membayar Ganti Rugi Kepada Masyarakat, Karena PT. KIM sudah pernah mengirim surat kepada saya selaku Kuasa Hukum Masyarakat Kelompok Tani Manunggal Mabar agar kami mau di ganti Rugi dan kami sudah memberikan jawaban melalui surat juga. Yang isinya kami setuju asalkan PT.KIM membayar ganti rugi sebesar Rp.450.000/Meter. tegas Emmy Sihombing.

Melalui Telepon Selularnya, P Simanjuntak Selaku Humas PT KIM kepada Sanggah Buana On-line mengatakan, kami (PT. KIM) tidak setuju dan  tetap bertahan serta hal ini tidak boleh terjadi karena tidak dengan Fakta Hukum, sebab PK tersebut di luar HPL.

Bukan kami tidak mematuhi atau menghormati keputusan PK tapi janganlah dipaksakan seperti yang dilakukan Juru Sita Pengadilan Lubuk Pakam. Tuntutan masyarakat tersebut adalah diluar HPL kami. Ujar Simanjuntak. (imuh)

Bupati Buka POPKAB DS Tahun 2010 1.050 Siswa Ikuti Popkab DS 2010

Lubuk pakam(SANGGAH BUANA)

Bupati Deliserdang Drs  Amri Tambunan membuka secara resmi Pekan Olahraga Pelajar Kabupaten (Popkab) Deliserdang tahun 2010 di Lapangan Alun-Alun Pemkab Deliserdang di Lubuk Pakam, Senin(5/4) sore, yang diikuti ribuan siswa SD/MI,SMP/MTs,SMA/SMK/MA se-kabupaten Deliserdang.

Bupati yang hadir bersama Wakil bupati H Zainuddin Mars, juga dihadiri Ketua DPRD Deliserdang Hj Fatmawati, Muspida Deliserdang, Ketua KONI Deliserdang Drs H Erwin Nurdin Pelos, sejumlah pimpinan SKPD, Ketua TP-PKK Ny Ir Hj Anita Amri Tambunan, Ketua GOPTKI Ny Hj Asdiana Zainuddin Mars, Camat se-Deliserdang serta para Kacabdidikpora se-Deliserdang dan undangan lainnya.

Dalam kesempatan itu Bupati mengatakan olahraga merupakan salah satu sektor pembangunan yang terus menerus mendapat perhatian dari pemerintah maupun masyarakat, bahkan dunia olahraga selalu dijadikan sebagai salah satu tolok ukur maju mundurnya suatu bangsa di dunia yang terus berlomba mengejar prestasi diseluruh event antar bangsa.

Penanganan sektor olahraga harus dilakukan secara bersama-sama dengan semangat kebersamaan menggunakan manajemen dan teknologi modern dengan menggali bibit-bibit olahraga sejak usia dini. Dan salah satu diantaranya melalui Popkab yang diselenggarakan hari ini, kata bupati.

Bupati mengakui bahwa untuk melahirkan seorang atlit yang tangguh tidak semudah membalikkan telapak tangan.Kita tidak bisa hanya mengandalkan bakat alam yang selama ini menjadi tumpuan. Karena bangsa-bangsa lain di dunia telah memadukan antar keduanya yakni talenta yang dimiliki dan polesan tehnologi.

Pada kesempatan itu Bupati menekankan Melalui momentum Popkab 2010, kita menabuh “genderang perang” terhadap narkoba. Karena narkoba musuh kita semua, tegas bupati seraya mengingatkan seluruh peserta agar bertanding dengan penuh semangat dan junjung tinggi sportivitas olahraga.

Begitu juga kepada para wasit dan juri agar bertindak adil dan benar. Berikan penilaian seobjektif mungkin agar tercipta kondisi dan semangat berkompetisi  yang sehat sesama atlit, harap bupati.            Sebelumnya Koordinator Panpel Popkab 2010 Deliserdang Drs H Asli Rambe,SH, MPd menjelaskan kegiatan diikuti 1.428 peserta terdiri dari 1.050 atlit/pelajar dari tingkat SD/MI,SMP/MTs serta SMA/SMK/MA se-Deliserdang didampingi 378 pelatih dan offisial berlangsung 5 s/d 12 April 2010.Olahraga yang dipertandingkan cabang atletik,pencak silat, catur, tenis meja, sepakbola mini dan bola voli mini.Pembukaan Popkab diawali dengan senam ria dilakukan seribuan siswa TK se-Deliserdang, penekanan tombol serine oleh bupati Deliserdang Drs H Amri Tambunan beserta Unsur Muspida dan pelepasan balon oleh peserta.(LINCE)

Bupati DS : Pembangunan Di Bidang Mental Spritual Perlu Ditata.Kembali.

Lubuk Pakam (SANGGAH BUANA )

Pembangunan di bidang mental spritual bagi bangsa ini harus ditata kembali dan merevitalisasinya melalui berbagai lembaga yang ada baik yang bersifat formal maupun non formal sehingga pada gilirannya nanti akan terwujud suatu keseimbangan hidup antara fisik dan mental.

Hal itu dikemukakan Bupati Deli serdang Drs H.Amri tambunan pada sambutan tertulisnya yang dibacakan Staf ahli bidang kemasyarakatan Ir Zulkifli Nasution pada acara Maulid Nabi Muhammad SAW, gabungan Badan KB dan Pemberdayaan Perempuan,Dinas Kesehatan serta Badan RSUD Deli Serdang, Selasa (6/4) di balairung Pemkab Deli serdang,Lubuk Pakam.

Lebih jauh Bupati mengatakan hilangnya sandaran moral spritual akan menjadikan bangsa kita lemah dan rapuh, tidak memiliki kekuatan apa-apa mudah terguncang, gampang terprovokasi oleh hasutan dan hujatan yang muncul dari sebagian kelompok masyarakat.

Padahal sandaran inilah yang akan membuat kita kukuh serta tangguh menghadapi berbagai cobaan dan tantangan dalam membangun bangsa dan negara, termasuk membangun daerah di kabupaten Deli serdang , tegas Bupati.

Bupati Berharap hal-hal seperti ini harus dipetik dari setiap kali memperingati kelahiran seorang pemimpin Umat, utusan Allah Nabi Besar Muhammad SAW. Untuk melakukan langkah-langkah kongkrit bagi upaya perbaikan bangsa dan umat ke depan , ini adalah tugas dan tanggungjawab bersama, seraya mengajak untuk terus melakukan hal-hal yang terbaik bagi diri sendiri , keluarga dan bagi bangsa dan negara.

Sementara penceramah Al ustadz Drs H Syahrial Azhar Lubis dalam tausiyahnya menguraikan 4 sifat yang dapat membuat eksis dalam kehidupan yaitu Berbuat benar dan jujur , pandai bersyukur pada Allah dengan apa yang ada, waspadai rasa malu serta barbudi pekerti mulia terutama terhadap orang tua, suami atau isteri dan kepada anak sendiri.

Ketua Panitia Dwi Hariono,SE menjelaskan tema yang diusuing pada peringatan Maulid Nabi Besar Muhammad SAW 1431 H ini adalah ’ Dengan Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, kita tingkatkan keluarga berkwalitas yang Islami” Tampak hadir pada acara ini Ka Kementerian Agama Deli Serdang Drs H Adlin Damanik MAP, Ketua PA. H Abdul Hamid Pulungan SH. Kaban KB dan PP. Dr Rita Aswati Dahlan Mars,Kaban RSUD Dr Aida Harahap Mars, Kadis Kesehatan,dan sejumlah pejabat pemkab Deli Serdang.(LINCE)

487 SK CPNS di Deli Serdang Diserahkan

Lubuk Pakam, (SANGGAH BUANA)

Bupati Deli Serdang Drs.H.Amri Tambunan di wakili PL.Asisten III. H.Irham Dinni Nasution S.Sos, Kamis (1/4) di Balairung Pemkab Deli Serdang menyerahkan 487 SK CPNS Formasi 2009 kepada masing-masing Formasi Umum 383 orang, Honorer 63 orang dan Formasi Khusus 41 orang.

Bupati dalam sambutan tertulisnya mengatakan ‘’pengangkatan saudara sebagai Pegawai Negeri Sipil masih harus melalui proses yang panjang, diantaranya melalui penilaian prestasi kerja telah menunjukkan kecakapan dalam melaksanakan tugas, menunjukkan sikap prilaku yang baik, serta lulus dalam pendidikan dan pelatihan Pra Jabatan yang akan saudara ikuti nantinya.

Karenanya, meskipun selama masa percobaan saudara akan diberi gaji hanya sebesar 80% dari gaji pokok Pegawai Negeri Sipil, saya minta saudara tetap dapat bekerja dengan sebaik-baiknya dengan memegang prinsip PD2LT yaitu prestasi, disiplin, didikasi,loyalitas dan tidak melakukan perbuatan tercela.

Pahami tugas pokok dan fungsi saudara, kuasai peraturan dan perundangan yang berlaku dan pelajari potensi yang dimiliki baik yang dapat menjadi peluang dan hambatan dalam menjalankan tugas-tugas saudara.

Acara yang berlangsung hikmad tersebut turut dihadiri SKPD,sejumlah Camat jajaran Pemkab Deli Serdang. (LINCE)

Peluncuran Penang Fair in Medan CITY 2010

Sanggahbuana,Medan 29-03-2010

Hubungan kerja Lndonesia Malaysia Pulau Penang in Medan city diresmikandi Gulung Sun Plaza Sogo Medan Sumatera Utara berlangsung sukses.Acara peresmian Penang Fair in Medan City dihadiri para usahawan dari negri tetangga serumpun Malaysia pulau Penang di Medan Sumatera Utara bersama pengusaha dalam negeri sangat meriah dan disambut baik.

adapun peluncuran Medan fair in Medan City banyak meluncurkan produk-produk dari Penang seperti  kulinev,alesisiril,pariwisata,proporty dan banyak produk dari penang untuk Indonesia di daerah Sumatera Utara,juga akan menggundang pengusaha Kota Medan untuk bekerja sama dalam membagun dunia usaha oleh Negeri Malayaa pulau Penang to Indonesia.

Acara tersebut dihadiri oleh Yan Tuan Lim Guan Eng ketua Mentri pulau penang Malaysia dan memberikan pidato ucapan terima kasih kepada negeri tetangga Indonesia daerah Sumatera Utara atas jalinan kerjasama dunia usaha pulau Penang  Malaysia.

Antara peluncuran Penang  Fair in Medan City 2010 ini juga dihadiri oleh utusan yang ditunjuk oleh Gubenur Sumatera Utara menyucapkan kepada wartawan hubungan kerja sama yang baik  ini harus dijalin kedepan.

di temui wartawan sanggahbuana news  dilain tempat Gubenur Sumatera Utara mengucapkan terimakasaih kepada negeri tetanga Pulau penang Malasyia atas peluncuran kerja sama yang dijalin dibidang usaha ini dapat memberikan hal yang positip untuk kemajuan daerah dan mampu memberikan lapangan kerja masyrakat umumnya dalam jangka panjang.

untuk dunia usaha malaysia yang menunjuk Kota Medan daerah Sumatera Utara,di sampaikan olehYab Tuan Lim Guan Eng  ketua Mentri,Malaysia pulau penang bahwa negara Indonesia negara tetanga yang dekat dan untuk potensi wilayah sangat baik dibidang logistik juga merupakan faktor pendukung bahan-bahan yang ada di Kota Medan bisa dikatakan cukup baik untuk produk-produk yang di kelolah dari teknologi negri pulau Penang Malaysia,di tahun depan pulau penang Malaysia juga akan meluncurkan produknya ke luar negeri.

terpilinya negara Indonesia daerah Sumatera Utara untuk pulau penang diucapkan ketua menteri pulau penang hubungan kerjasama di bidang usaha ini sanggat-sanggat provit untuk massa kedepan dunia usaha melibatkan Indonesia dan malaysia sebagai negara tetangga dan serumpun di ibaratkan seperti persaudaraan abang dan adik dari sisi kedekatan.

(uddin/zull)