Lugas dan Terpercaya
TwitterFacebookGoogle
CyberChimps Slider

Responsive iFeature Slider

The New Touch Friendly iFeature 5 Slider now responds to any mobile touch device.

CyberChimps Blueprint

Responsive Design

With iFeature Pro 5 and touch friendly responsive design you can now control your website on any device.

CyberChimps Help

Excellent Support

Need help? Read the instructions and please visit our dedicated Pro Support Forum

Oknum Polisi Viral Yang Konsumsi Sabu Ternyata Melakukannya Dirumah Pengedar

 

SanggahBuanaNews.com-Oknum Provost Polsek Medan Helvetia, Bripka HG yang videonya viral di media sosial (medsos) karena menghisap sabu dikabarkan sudah dua tahun mengkonsumsi narkoba.

“Oknum yang nyabu sudah lama sebagai pemakai narkoba, sejak dirinya bertugas di Polsek Medan Barat (tahun 2016),” kata Kasi Propam Polrestabes Medan, Kompol M Arifin kepada wartawan, Senin (27/8/2018).

Arifin menyebutkan, saat ini Bripka HG masih dalam pemeriksaan di ruang penyidik Propam Polrestabes Medan.

“Dari hasil pemeriksaan, dia mengaku hanya memakai narkoba dan bukan sebagai pengedar,” tuturnya.

Diutarakan Arifin, saat dilakukan tes urine hasilnya positif mengkonsusmi narkoba.

“Dia mengkonsumsi narkoba di rumah rekannya yang diduga pengedar narkoba,” akunya.

Sebelumnya, telah beredar di media sosial facebook dengan akun bernama Thomas yang memposting adanya seorang oknum anggota Polri berpakaian dinas lengkap sedang menggunakan sabu. Belakangan, diketahui oknum aparat itu bertugas di Polsek Medan Helvetia.

Petugas Polsek Medan Helvetia yang mendapat informasi lalu menindaklanjuti bersama Polrestabes Medan menjemput Bripka HG di rumahnya, Jalan Setia Kelurahan Pulo Brayan Bengkel Baru Kecamatan Medan timur.

Polsek Medan Helvetia Amankan Pengemis Berpura-pura Cacat

SanggahBuanaNews.com-Kepolisian Sektor Medan Helvetia(Polsek Medan Helvetia)melakukan pengaturan arus lalu lintas di Jalan Asrama simpang Pondok Kelapa pada sabtu malam.Selain itu Juga dilakukan penertiban pengemis disekitaran Plaza Manhattan.

Kapolsek Medan Helvetia Kompol Hj.Trila Murni.SH ikut mengatur arus lalu lintas bersama Kanit Lantas Polsek Medan Helvetia Ipda Iwan Hermawan.SH.Para pengemis yang ditertibkan kemudian dibawa ke pos polantas simpang Pondok Kelapa.

Setelah arus lalin lancar Kapolsek bersama jajarannya menginterogasi para pengemis.Selain itu,ia juga membelikan mereka makanan dan minuman serta diberi uang.

“Jangan meminta-minta lagi di persimpangan lampu merah,karena bisa terjadi kecelakaan.”Himbau Kapolsek.

Andre(20)yang merupaka pengemis berpura-pura cacat mengaku sudah mengemis di Pondok Kelapa selama 3 tahun.Ia mengaku tinggal di Jalan Sambu.Perhari ia bisa dapat Rp.50.000-Rp.80.000.Uang tersebut diberikannya kepada ibunya yang sudah menjanda.Setelah menerima nasihat dari ibu Kapolsek kedepannya ia takkan mengulanginya lagi.

Pangdam I Bukit Barisan Sambangi Mapolda Sumut

SanggahBuanaNews.com-Kedatangan Pangdam I/BB yang didampingi Asintel, Asops, Aslog dan Kapendam I/BB disambut langsung Kapolda Sumut, Brigjen Pol Agus Andrianto beserta para perwira utama Polda Sumut di Ruang Perjamuan, lantai II, Gedung Utama Polda Sumut dengan penuh kekeluargaan.

Dalam kunjungan tersebut, Pangdam I/BB menyatakan pentingnya merawat sinergitas TNI-Polri yang sudah terjalin baik selama ini.

“Mengawali kerja saya di Sumut ini, saya melakukan kunjungan silaturahmi ke Polda Sumut sebagai salah satu wujud sinergitas tersebut,” kata Mayjen TNI MS Fadhilah, Senin (3/9/2018).

Sementara itu, Kapendam I/BB Letkol Inf Roy Sinaga mengatakan kedatangan Pangdam I/BB untuk menjalin silaturrahmi karena baru menduduki jabatan di wilayah Sumut.

Kapolda Sumut, Brigjen Pol Agus Andrianto pada sambutannya pihaknya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pangdam I/BB yang telah melakukan kunjungan silaturahmi tersebut. Kapolda juga sangat sepakat dengan sinergitas TNI-Polri.
“Kita sangat senang dengan sinergitas yang selama ini sudah terjalin. Apabila kita bersama, kita yakin bisa menjadikan negara Indonesia semakin kuat dan berdikari,”katanya.

Terpisah, Kapolda Sumut, Brigjen Pol Agus Andrianto menyatakan pihaknya memberikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pangdam I/BB yang telah melakukan kunjungan silaturahmi tersebut.

Kapolda juga sangat sepakat dengan sinergitas TNI-Polri.

Ke depan sebagai bentuk sikap merawat sinergitas itu, Kapolda Sumut juga akan melakukan kunjungan balik ke Kodam I/BB.

“Kita akan melakukan kunjungan balik ke Kodam I/BB. Karena dengan silaturrahmi bisa meningkatkan hubungan sinergitas menjadi lebih hangat dan dengan silaturrahmi bisa memperpanjang usia,”ujarnya.

Ia mengaku, pihaknya juga akan membuat sinergitas semakin erat dimulainya apabila pihaknya ingin ke daerah dan akan melakukan kunjungan ke Batalyon yang ada di daerah seperti Korem dan Kodim.

Ke depan sebagai bentuk sikap merawat sinergitas itu, Kapolda Sumut juga akan melakukan kunjungan balik ke Kodam I/BB.

4 Poin Putusan Polri Terkait #2019GantiPresiden

SanggahBuanaNews.com – Polri menerbitkan surat edaran (SE) kepada seluruh jajaran anggota yang menjabat direktur intelejen dan keamanan (Dirintelkam) di tingkat kepolisian daerah (Polda) terkait sejumlah aksi massa yang pro dan kontra dengan Presiden Joko Widodo .

Arahan tersebut diterbitkan dalam bentuk Surat Telegram bernomor STR/1852/VIII/2018 tertanggal 30 Agustus 2018 dan ditandatangani oleh Kepala Badan Intelijen Keamanan (Baintelkam) Polri, Komisaris Jenderal Lutfi Lubihanto.

Dalam surat telegram, ada empat massa aksi yang pro dan kontra terhadap Jokowi, yakni #2019GantiPresiden, #2019TetapJokowi, #Jokowi2Periode, dan #2019PrabowoPresiden.

Dalam surat edaran itu, gerakan #2019GantiPresiden merupakan bentuk penyampaian pendapat di muka umum sebagaimana diatur dalam Undang-undang Nomor 9 Tahun 1998 yang wajib diberitahukan secara tertulis kepada Polri.

Penyelenggara aksi #2019GantiPresiden juga dinyatakan wajib serta bertanggung jawab pada empat hal yaitu menghormati hak-hak orang lain, menghormati aturan-aturan moral yang diakui hukum, menaati hukum dan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku, menjaga dan menghormati keamanan dan ketertiban umum, serta menjaga keutuhan persatuan dan kesatuan bangsa.

Sementara, untuk gerakan #2019TetapJokowi, #Jokowi2Periode, dan #2019PrabowoPresiden dinyatakan Polri sebagai kegiatan yang mengarah kepada politik sebagaimana diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 60 Tahun 2017.

Polri menyatakan, ketiga kegiatan itu wajib memberitahukan secara tertulis kepada Polri dan pemohon wajib melengkapi persyaratan yang harus dipenuhi sebagaimana tertuang dalam Pasal 19 PP No. 60/201

Mabes Polri Laksanakan Press Release Terkait Pengadaan Senjata

SanggahBuanaNews.com– Sabtu (30/09/2017) Kadiv Humas Polri Irjen Pol Setyo Wasisto bersama Dankorps Brimob Polri Irjen Pol Murad Ismail memberikan tanggapan atas terhambat atau tertundanya proses di Bandara Soekarno – Hatta.

“Seperti diketahui sejak tadi siang banyak yang menanyakan dan meminta konfirmasi serta mengklarifikasi tentang adanya barang yang terhambat atau tertunda prosesnya di bandara Soekarno-Hatta. Saya nyatakan bahwa barang yang ada di bandara Soekarno-Hatta yang dinyatakan senjata, adalah betul milik polri dan adalah barang yang sah”. Ungkap Irjen Pol Setyo wasisto.

Jenderal Bintang Dua tersebut menambahkan, “Semuanya sudah sesuai dengan prosedur, mulai dari perencanaan kemudian proses lelang dan proses berikutnya sampai dengan di review oleh staf Irwasum dan BPKP. Sampai dengan pengadaannya, pembeliannya oleh pihak ketiga dan proses masuk ke Indonesia”.

Secara Bersamaan Dankorps Brimob Polri Irjen Pol Murad Ismail memberikan pernyataan bahwa, tugas pokok Brimob adalah tugas Kepolisian khusus menangani kasus berintensitas tinggi (terorisme, bahan peledak). Tugas pokok Brimob tidak sama dengan Polisi pada umumnya. Peran Brimob itu adalah membantu, melengkapi, melindungi, dan memperkuat tentara dalam menghadapi musuh negara.

Pegawai KUA Medan Belawan Dibui 1 Tahun Karena Pungli

SanggahBuanaNews- Nurma, SPdI, PNS di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Medan Belawan divonis 1 tahun penjara akibat pungutan liar pada penerbitan Buku Nikah pasangan pengantin baru. Terdakwa juga dihukum dengan denda Rp 50 juta subsider  1 bulan kurungan.
 
Putusan terhadap wanita ini dibacakan oleh majelis hakim yang diketuai Syafril Batubara dalam persidangan yang digelar di Ruang Cakra VI PN Medan, Senin (3/9/2018).
 
Nurma dinyatakan bersalah melanggar Pasal 12 huruf e UU No. 20 tahun 2001 tentang Perubahan Atas UU No. 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tipikor jo Pasal 65 ayat (1) KUHP
 
“Menyatakan terdakwa bersalah melakukan korupsi,” ucap ketua majelis hakim Syafril Batubara dihadapan terdakwa dan penuntut umum.
 
Menyikapi putusan ini, terdakwa dan penuntut umum menyatakan pikir-pikir. Sebelumnya oleh JPU Akbar Pramadhana, terdakwa dituntut 1 tahun 2 bulan penjara dengan denda Rp50 juta subsider 2 bulan kurungan.
 
Dalam berkas dakwaan disebutkan, Nurma diciduk dalam operasi tangkap tangan (OTT) Subdit III/Tipikor Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Poldasu pada Februari 2018 silam.
 
Dugaan pungli ini berawal saat saksi Dedek Sumarna dan Juliani pada tanggal 05 Februari 2018 di kantor KUA kec. Medan Belawan  bertemu dengan terdakwa dengan tujuan kedatangan tersebut untuk mengurus penerbitan Buku Nikah atas nama adiknya yang bernama Suryani yang sudah melaksanakan pernikahan siri pada tanggal 29 Januari 2018 dengan Faisal. Keduanya menanyakan berapa biaya pernikahan jika pasangan gadis dan bujangan, dan dijawab oleh terdakwa biaya nikah dan penerbitan buku nikah sebesar Rp. 700 ribu.
    
Kedua saksi memberitahukan kepada terdakwa bahwa adiknya  yang bernama Suryani dan suaminya (Faisal) masing masing telah pernah menikah dengan orang lain dan sudah bercerai dibawah tangan, dan memberitahukan bahwa keduanya yaitu Suryani dan Faisal telah menikah siri pada tanggal 29 Januari 2009.  Kedua saksi memohon kepada terdakwa agar terdakwa dapat memproses akad nikah atas nama Suryani dan faisal di KUA serta menerbitkan surat nikah dari Kantor Urusan Agama Kecamatan Medan Belawan.
 
Atas permohonan tersebut terdakwa bersedia membantu asalkan saksi Dedek Sumarna dan Juliani menyiapkan uang tunai Rp. 2 juta. Sempat terjadi negosiasi harga, namun terdakwa tidak mau jika biaya tersebut diturunkan lagi mengingat pasangan ini berstatus Janda dan Duda. 
 
Bahwa permintaan uang sebesar Dua Juta Rupiah tersebut oleh terdakwa N dimaksudkan agar terdakwa bisa mengurus proses Akad Nikah di KUA dan penerbitan surat/Buku Nikah, mengingat bahwa pasangan (Suryani dan Faisal) berstatus Janda dan Duda cerai maka seharusnya keduanya menunjukkan dan melampirkan bukti Surat Cerai yang diterbitkan oleh Kantor Pengadilan Agama setempat, namun terdakwa akan  menyimpangi persyaratan bukti surat/ akta Cerai tersebut, jika para saksi tidak memberikan uang sebesar Rp. 2 juta tersebut, maka terdakwa tidak akan memproses Akad Nikah di KUA dan tidak menerbitkan Surat/Buku Nikah dari Kantor Urusan Agama Kecamatan Medan Belawan atas nama saksi Suryani dan Faisal.
 
Dan akhirnya saksi Dede Sumarna dan Juliani terpaksa menyetujui permintaan terdakwa atas biaya sebesar Rp. 2 juta dan disepakati untuk proses akad nikah di KUA Kec. Medan Belawan dan penyerahan buku nikah direncanakan pada Hari Kamis tanggal 08 Februari 2018
 
Kemudian saksi kembali datang menemui terdakwa di kantor KUA Kec. Medan Belawan dan menyerahkan dokumen persyaratan akad nikah dan penerbitan buku nikah, dan pada saat setelah menerima dokumen persyaratan tersebut, terdakwa menuliskan status jejaka pada nama Faisal di Kartu Keluarganya dan menuliskan status perawan pada nama Suryani di kartu Keluarganya, hal ini dilakukan oleh terdakwa agar membuat seolah olah pasangan tersebut adalah Jejaka dan Perawan, karena jika dituliskan Duda dan Janda maka diperlukan adanya bukti surat Cerai dari Kantor Pengadilan Agama setempat.
 
Kemudian pada usai urusan administrasi, terdakwa memberi pesan kepada saksi untuk melunasi yang sebesar Dua Juta Rupiah.
 
Bahwa selanjutnya pada Rabu tanggal 14 Februari 2018 sekitar pukul 11.00 Wib, saksi Dedek Sumarna dan Juliani mendatangi terdakwa di kantor Urusan Agama kec. Medan Belawan sambil membawa amplop berisikan uang Rp. 2 juta setelah bertemu dengan terdakwa, saksi Juliani menyerahkan uang tersebut kepada terdakwa Nurma. Nurama mengatakan untuk proses akad nikah dan penyerahan buku nikah bias dilakukan pada hari ini juga di KUA Kec. Medan Belawan, namun tiba-tiba datang petugas Kepolisian dan meringkus terdakwa berikut mengamankan barang bukti Uang Dua Juta Rupiah.
 
Bahwa setelah dilakukan pemeriksaan dan penggeladahan ditemukan uang sebesar Rp. 4.2 juta di laci meja terdakwa yang ternyata sebelumnya terdakwajuga telah meminta dengan paksa dan menerima sejumlah uang dari para calon mempelai atau orang tua dari calon mempelai dalam pengurusan pernikahan.

Satu-satunya Kapolsek Wanita di Babel Ini Sandang Status Polisi Teladan

Sanggahbuananews.com – Walau dalam statusnya hanya seorang perempuan, Diana Yanmiraty, mampu menjadi pemimpin teladan.

Dia bahkan satu-satunya wanita yang dipercaya menjabat Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) di Jajaran Polda Bangka Belitung, tahun 2018 ini.

Perempuan berpangkat AKP ini yang merupakan kelahiran Kupang,Nusa Tenggara Timur ini berhasil meraih cita-citanya

Sesuai jabatan yang ia emban, Kapolsek Bukit Intan Pangkalpinang,  Diana berusaha mengayomi masyarakat.

Sedari kecil sudah mengalir darah kepemimpinan didalam dirinya

Ketika masih SD,ia sudah memberanikan diri menjadi ketua kelas atau ketua kelompok.

Ketekunan dan kegigihannya sejak kecil terus membawanya hingga tamat sekolah menengah atas.

Ditahun 2005 berkat usaha dan jiwa kepemimpinannya ia berhasil menjadi Taruni Akpol(Akademi Kepolisian)

Saat itu, bungsu enam bersaudara ini merupakan perwakilan taruni asal Kupang.

“Memang dari kecil saya suka tampil untuk memimpin. Jadi ketua kelas, ketua kelompok ataupun ikut kegiatan di tempat ibadah. Saya pun pemikirannya harus bisa masuk di Akpol pada saat itu. Sebab bagi saya, jika ingin menjadi seorang pemimpin di situlah tempat yang dipilih. Dan syukur, itu memang jalan yang diberikan Tuhan kepada saya,” Ujar Polwan kelahiran 1987 itu, begitu optimis.

Hingga akhirnya, tiga tahun mengenyaam pendidikan di Akpol, Diana resmi menjalankan tugas.

Tugas pertamanya di Propinsi Bangka Belitung, tak langsung menjadi Kapolsek, namun merintis dari awal.

Hingga karir mengantarkannya pada posisi lebih baik, Tahun 2017 lalu, ia dilantik menjadi Kapolsek Bukit Intan hingga Tahun 2018 ini.

Selama menjadi Kapolsek, Diana menerapkan sikap disiplin kepada anggotanya.

Tak heran, jika pada HUT ke 72 Bhayangkara, ia dinobatkan sebagai polisi teladan tingkat Pama pada peringkat pertama dan mendapatkan penghargaan Kapolda Bangka Belitung, Brigjen (Pol), Syaiful Zachri.

“Saya merasa itu (disiplin) kewajiban dan tugas yang harus dikerjakan. Kerjakan sebaiknya, tanggung jawab, berdoa, ikhlas. Dan biarkan hasilnya Tuhan yang tentukan,” katanya seraya menyebutkan disiplin menjadi kunci kesuksesan dalam bertugas.

Walau tangguh dalam menjalankan tugas, namun Diana tetaplah seorang manusia biasa.

Penyuka kuliner jenis ikan ini, kadang merindukan masa-masa berkumpul bersama keluarga.

Apalagi sejak Tahun 2005 ia berpisah dengan  keluarga lantaran mengikuti pendidikan, hingga saat ini ditempatkan di pulau yang jauh dari kampung halaman.

Di sela-sela kesibukannya sebagai Kapolsek, ibu dua anak ini, menyadari satu sisi ia adalah sosok seorang istri bagi suaminya.

Ia berusaha menjaga hubungan keharmonisan keluarga, walau tugas negara, sedang diemban.

“Setiap pagi ngurus anak-anak dan suami dulu. Sebelum kerja, ke pasar dan masak. Apalagi kalau ada waktu luang, saya selalu membagikan waktu untuk keluarga. Karena yang terpenting itu kualitasnya menurut saya,” kata Diana seraya menyebutkan, kesempurnaan seorang pemimpin tidak akan berarti, jika tidak dibangun dari keluarga.

Polda Sumut Bakal Rilis 5 Kasus Kejahatan,5 Pelaku Tewas Ditembak

Sanggahbuananews.-Selain akan merilis kasus pembunuhan driver angkutan online pada Senin (25/9/2017) hari ini, ternyata Polda Sumut juga akan memaparkan kasus kejahatan lainnya yang berhasil terungkap di depan ruang jenajah RS Bhayangkara Medan. Bahkan dikabarkan 5 pelaku dari kasus yang diungkap itu ditembak mati.

Informasi ini seperti disampaikan oleh Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Rina Sari Ginting yang disampaikannya melalui aplikasi pesan Whatsapp.

” Sabar ya,, sebenarnya ada 5 kasus yang mau di release,” ujarnya dalam pesan itu.

Rina merinci adapun kasus yang bakal dirilis antara lain sabu 3 kilogram dimana dua tersangkanya tewas, kemudian perampokan supri taksi online dengan jumlah 2 tersangka yang juga tewas, kasus pembununan driver ojek online dengan satu tersangka tewas serta kasus pencurian kendaraan bermotor di Polsek Medan Area dan kasus pembongkaran rumah d Polsek Percut Seituan.

“Rencana hari ini release lgs Bapak Toba 1,” terangnya.(ap)

Polda Sumut Rilis Kasus Jaringan Internasional Seberat 66,478 Kilogram

Sanggahbuananews.- Direktorat Reserse Narkoba Polda Sumatera Utara kembali berhasil mengungkap jaringan pengedar sabu-sabu internasional, Malaysia – Aceh – Medan. Dari pengungkapan itu, polisi berhasil menyita barang bukti sebanyak 66,478 kilogram atau lebih kurang senilai Rp66,47 miliar! Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol Paulus Waterpauw didampingi Direktur Reserse Narkoba, Kombes Pol Hendri Marpaung, Kabid Humas Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja, Kasubbid Penmas Bid Humas, AKBP MP Nainggolan, dalam keterangannya pada konferensi pers terkait kasus tersebut di halaman kantor Ditres Narkoba Polda Sumatera Utara, Selasa (31/7/2018) membeberkan kronologis pengungkapan. Penangkapan pertama dilakukan pada hari Rabu (25/7/2018) sekira jam 06.00 Wib. Saat itu, personel Unit 1 Subdit III Ditres Narkoba Polda Sumut mendapat informasi dari masyarakat bahwa ada dua orang laki-laki sedang sabu di Jalan Pelabuhan Kelurahan Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan, Kota Medan. Polisi kemudian meindaklanjuti kebenaran informasi dengan melakukan pemantauan terhadap dua laki-laki yang disebutkan. Tiba di lokasi, petugas akhirnya melihat dua orang mengengdarai sepeda motor Honda Scoopy warna hitam, BK 4064 AFU. Personel Unit 1 Subdit III Ditresnarkoba Polda Sumut kemudian mengehentikan sepeda motor yang dikendarai AR (27), warga Desa Sembrawa, Kecamatan Perlak Timur, Aceh Timur dan HS, (27), warga Jalan Sunggal Gang Delima, Desa Sunggal, Kecamatan Medan Sunggal, Medan. Selanjutnya, polisi melakukan pemeriksaan terhadap barang bawaan keduanya. Dari hasil pemeriksaan ditemukan masing-masing 5 kemasan plastik merk “Guan Ying Wang” warna kuning dan hijau yang berisi sabu masing-masing seberat 1.000 gram. Sehingga berat keseluruhan adalah 10.000 gram atau 10 kilogram. Hasil interogasi terhadap tersangka HS, bahwa masih ada sabu di Jalan Pertamina, Kelurahan Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan Kota Medan. Selanjutnya terhadap tersangka dan barang bukti diamankan dan dibawa ke Mako Ditresnarkoba guna proses sidik lanjut. Selain barang bukti sabu-sabu, polisi juga mengamankan 2 unit handphone dan sepeda motor Honda Scoopy warna hitam, BK 4064 AFU. Selanjutnya, berdasarkan keterangan yang diperoleh dari HS, polisi dari Unit 1 Subdit III Ditresnarkoba Polda Sumut kemudian melakukan pengembangan ke Jalan Pertamina, Kelurahan Bagan Deli, Kecamatan Medan Belawan, Medan, Rabu (25/7/2018) pukul 07.00 Wib. Dari sana polisi meringkus 3 pria dan selanjutnya menggeledah rumah milik tersangka MS. Hasilnya, ditemukan masing-masing 5 bungkus Teh China “Guan Ying Wang” dalam kemasan kuning dan hijau berisi sabu seberat masing-masing 1.000 gram, sehingga berat keseluruhan 10.000 gram atau 10 kg. Selanjutnya, para tersangka, masing-masing MS (32), warga Jalan Pertamina, Kelurahan Bagan Deli, SL (38), warga Jalan Sektor Bengkel, Kelurahan Kampung Jawa, Aceh Timur dan BSH (35), warga Desa Gonting Julu, Kecamatan Huristak, Padang Lawas, diamankan ke Mapoldasu. Dari ketiga orang tersebut, polisi juga mengamankan 3 unit ponsel sebagai barang bukti tambahan. Penangkapan ketiga, personel Unit 1 Subdit III Ditresnarkoba Polda Sumut mendapat informasi bahwa akan ada mobil Toyota Avanza warna silver yang membawa sabtu akan melintas dari Baganbatu menuju Kota Medan. Menindaklanjuti informasi tersebut, petugas kemudian berangkat menuju Kecamatan Air Batu, Asahan. Di sana polisi kemudian melihat mobil Toyota Avanza warna silver sesuai ciri-ciri yang disebutkan sedang melintas. Petugas kemudian membuntuti mobil tersebut mobil hingga akhirnya masuk dan parkir di Hotel Buluh Pagar. Selanjutnya seorang laki-laki yang turun dari mobil tersebut check-in ke hotel. Pada saat laki-laki tersebut masuk ke dalam kamar hotel, petugas yang sebelumnya membuntuti langsung membuka pintu kamar hotel. Di sana ditemukan bungkusan goni yang di dalamnya jerigen. Dari dalam jerigen terseebut ditemukan 8 bungkusan plastik warna hijau teh China “Guan Ying Wang”. Setelah diperiksa, berisi Sabu dengan berat total 7.478 gram. Dari pengakuan laki-laki tersebut, sabu itu akan diantar kepada pembeli yang berada di Medan. Masih di hari yang sama, dilakukan pengembangan di Jalan Setia Budi Pasar I Kelurahan Tanjung Sari, Kecamatan Medan Selayang. Dari sana polisi melakukan penangkapan terhadap SR yang akan menjemput sabu tersebut. Selanjutnya kedua tersangka, NS (43), warga Jalan Kasan Samud, Lingkungan II, Kelurahan Bagelan, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebingtinggi dan SR (27), warga Jalan Karya Darma, Dusun III, Kelurahan Tanjung Morawa B, Deli Serdang beserta barang bukti diboyong ke Mako Ditresnarkoba untuk diproses lebih lanjut. Selain kedua pria tersebut, polisi juga mengamankan 4 unit HP, 1 mobil Toyota Avanza warna silver, BK 1573-YD, 1 unit sepeda motor Yamaha Mio warna putih, BK 5914-ADJ Masih di hari yang sama, Rabu (25/7/2018), sekira pukul 17.00 Wib, Unit 2 Subdit 2 Dit Res Narkoba Polda Sumut mendapat informasi bahwa akan ada pengiriman narkoba antar provinsi dari Aceh ke Medan. Mendapat informasi tersebut, personel Unit 2 Subdit 2 bergerak menuju perbatasan Medan- Aceh, tepatnya di Besitang. Setelah menunggu seharian, Kamis (26/7/2018) sekira jam 19.30 Wib petugas melihat seorang yang mencurigakan mengendarai motor BL 1305 FU. Melihat itu, petugas kemudian menghentikan kendaraan tersebut. Setelah memeriksa barang bawaan di dalam tas ransel mereka, didapati 4 bungkus plastik dalam kemasan warna kuning merk “Guan Ying Wang” yang berisi sabu dengan berat keseluruhan 4 kg. Ketika diinterogasi, kedua tersangka mengaku mereka masih menyimpang barang serupa di daerah Langsa. Tak membuang waktu, petugas langsung menuju tempat penyimpanan mereka di Desa Baroh, Langsa Lama, Kecamatan Langsa, Kota Langsa, Aceh. Barang itu disembunyikan di semak-semak di lokasi kolam/tambak udang tempat mereka bekerja sehari-hari sebanyak 35 bungkus plastik dalam kemasan warna kuning merk “Guan Ying Wang”, berisi sabu dengan berat total 35 kg. Namun, pada saat akan ditangkap, kedua tersangka mencoba melarikan diri. Setelah tembakan peringatan tak diindahkan, petugas melakukan tindakan tugas dan terukur menembak kaki kiri. Keduanya kemudian diamankan dan selanjutnya dibawa ke RS Bhayangkara Medan untuk perawatan. Setelah selesai pengobatan kedua tersangka dan barang bukti di bawa ke Mapolda Sumut untuk di proses lebih lanjut. Para tersangka adalah IR alias O (31) dan ZA alias Z (23), keduanya wara Dusun Menasah, Desa Tanjung Keramat, Kecamatan Banda Mulia, Kabupaten Aceh Tamiang. Selain menyita sabu seberat 39 kg dari kedua pria tersebut, polisi juga mengamankan 2 unit handphone, 1 sepeda motor Yamaha Bison BL 3503 FU. “Total barang bukti dari pengungkapan 4 kasus ini adalah, sabu-sabu sebanyak 66.478 gram (66,47 kg). Selain itu kita juga mengamankan 11 unit ponsel, 2 unit sepeda motor dan 2 mobil,” sebut Kapolda. Para tersangka dijerat pasal 114 ayat (2) dan atau pasal 112 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika dan pasal 114 ayat (2) dan atau pasal 111 ayat (2) jo pasal 132 ayat (1) UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika. “Ancaman hukuman, pidana mati, penjara seumur hidup atau paling singkat penjara 6 tahun dan paling lama 20 tahun dan denda paling sedikit Rp1 miliar dan paling banyak Rp10 miliar.(mp)

Polda Sumatera Utara PRESS RELEASE Pemusnahan Barang Bukti Narkoba

Sanggahbuananews.com – Polda Sumatera Utara,Kapolda Sumut IRJEN Pol Paulus Waterpauw laksanakan Press Release Pemusnahan Barang Bukti Narkoba Hasil Tangkapan Dit Narkoba Polda Sumut kurun waktu November 2017-Januari 2018,bertempat di Halaman Dit Resnarkoba Mapolda Sumut,Kamis (1/2/2018) pukul 11.30 wib.
Hadir juga dalam press release tersebut,Wakapolda Sumut,Irwasda,Para Pejabat Utama Polda Sumut,Personil Dit Resnarkoba Polda Sumut,JPU Kejatisu, Ibu Irma Hasibuan,JPU Kejatisu, Ibu Halinda Hasan,Kabid Pemberantasan BNN, AKBP Agus Halimudin,Kepala Seksi Kefarmasian Dinkes, Ibu Nelly Murni dan Ahli Madya BPOM Medan, Denny S. Purba.

Press release oleh Kapolda Sumut
berjumlah 37 kasus,jumlah tersangka,Laki-laki : 65 orang (4 tersangka MD) dan Perempuan : 2 orang.
Jumlah barang bukti,Shabu : 70,79 kg (1,90 kg disisihkan ke Labfor),Ganja : 112 kg (471 gram disisihkan ke Labfor),Pil ecstasy : 2.280 butir (88 butir disisihkan ke Labfor) dan Pil Happy Five : 600 butir (24 butir disisihkan ke labfor)
Penyampaian Kapolda Sumut IRJEN Paulus Warterpauw,Selamat kepada Dit Resnarkoba beserta jajaran yang telah berhasil mengungkap banyak kasus kejahatan narkoba di Prov. Sumut, sebagai tanggung jawab dalam pemberantasan kejahatan dan penyelamatan generasi Bangsa.
Press release ini adalah hasil pengugkapan kasus kejahatan narkoba selama 3 bulan dari bulan November 2017 hingga Januari 2018.
Kita ada bukan kita tidak ada. Polda Sumut selalu hadir dalam melindungi dan menjaga situasi kamtibmas di Prov. Sumut.
Terimakasih kepada masyarakat yang telah membantu Polda Sumut dalam memberantas kejahatan Narkoba di Prov. Sumut
Tingkatkan sinergitas dan saling melengkapi dalam rangka penegakkan hukum di negara Indonesia ini.
Arahan Kapolda Sumut IRJEN Pol Paulus Waterpauw kepada para Tersangka penyalah guna Narkoba, Para tersangka yg sudah disidik oleh Polri, agar instrospeksi diri dan bertobat dengan tidak lagi menjadi pengedar narkoba, bahwa yang telah dilakukan adalah salah, karena dapat merusak diri sendiri, keluarga dan masyarakat.
Bersyukur karena masih diberikan kesempatan untuk bertobat dan memperbaiki diri, dan berterima kasih kepad Polrena sudah diselamatkan dari kejahatan.
Agar membantu Polri dalam mengungkap jaringan narkoba yang masih ada.(amps)
Sumber berita: KOMBES Pol Rina S Ginting Kabid Humas Polda Sumatera Utara.