Lugas dan Terpercaya
TwitterFacebookGoogle
CyberChimps Slider

Responsive iFeature Slider

The New Touch Friendly iFeature 5 Slider now responds to any mobile touch device.

CyberChimps Blueprint

Responsive Design

With iFeature Pro 5 and touch friendly responsive design you can now control your website on any device.

CyberChimps Help

Excellent Support

Need help? Read the instructions and please visit our dedicated Pro Support Forum

Ijazah Kades Sei Litur Diduga Palsu

Ormas Laskar Merah Putih Sumut Bentuk Tim Investigasi

Langkat / Sumut, Sanggah Buana News

Pemilihan Kepala Desa Sei Litur Tasik Kecamatan Sawit Seberang Kabupaten Langkat Propinsi Sumut tahun 2009 lalu, di duga ada permainan politik yang dilakukan pihak panitia pemilihan Kepala Desa. Permainan Politik tersebut tentunya ada yang dirugikan dan ada juga yang di untungkan.Pihak yang dirugikan pastinya akan melakukan keberatan, namun keberataan tidak begitu saja di terima karena pihak panitia pemilihan Pilkades belum tentu bersikap adil.

Hal ini terjadi pada Safari,S (66) yang digugurkan panitia Pemilihan Pilkades, sebagai calon Kepala Desa Sei Litur Tasik Kecamatan Sawit Seberang tanpa ada penjelasan secara tertulis. Sedangkan Sawon yang juga tidak memiliki persyaratan lengkap dinyatakan lulus sebagai calon tunggal Kades Sei Litur Tasik.Berdasarkan Keputusan Panitia Pemilihan Pilkades Sei Litur Tasi No.141-/PAN/SLT/XI/2009 Tanggal 14 November 2009  Saat ini Sawon sudah menjadi Kepala Desa Sei Litur Tasik Kec, Sawit Seberang. Padahal Sawon tidak memiliki Ijazah  Sekolah Menengah Pertama (SMP) di YAPEKSI Sawit Seberang.

Demikianlah yang dikatakan Safari.S saat di temui Wartawan di rumah temannya di Desa Banyurip Kecamatan Sawit Seberang Kabupaten Langkat, Kamis 22 September 2016.

Untuk menguatkan keberatan atas putusan Panitia Pilkades Sei Litur Tasik, saya mendatangi Kantor Kepala Sekolah SMP YAPEKSI Sawit seberang dan saya langsung bertemu dengan Kepala Sekolah SMP YAPEKSI Drs. Iskandar Muda.Beliau pernah di datangi Sawon beberapa Waktu lalu ketika hendak mengikuti Pilkades dan Sawon meminta agar Kepsek melegalisir ijazah Sawon, ujar Safari, S.

Karena Sawon tidak menunjukkan Ijazah Asli maka Saya menolaknya. dan saya meminta agar Sawon membawa teman seangkatannya kira-kira 10 orang yang tamat dari SMP Yapeksi Sawit Seberang pada tahun 1976 lalu. Namun Sawon tidak juga membawa teman seangkatannya, akan tetapi beberapa hari kemudian Sawon datang lagi dengan membawa Surat keterangan Hilang dari Polsek Padang Tualang. atas dasar Surat keterangan tersebut akhirnya saya melegalisir Photo Copy Ijazah Sawon, kata Safari mengulangi perkataan Kepala Sekolah Yapeksi.

Menanggapi hal ini ketika ditemui wartawan di Medan, Ketua Harian Markas Daerah LASKAR MERAH PUTIH (LMP) Sumut, Wahyudi SPi, tidak tinggal diam dan akan membentuk TIM investigasi kepihak terkait di Kabupaten Langkat dan akan meminta kepada pihak Polres Langkat untuk bekerja sama mengusut kecurangan Pemilihan Kades Sei Litur Tasik Kecamatan Sawit Seberang Labupaten Langkat pada tahun 2009 lalu. Jika terbukti ada kecurangan dan pemalsuan Ijazah, pelaku harus di hukum menurut aturan hukum yang berlaku tanpa ada pandang Bulu.

Saat kami turun ke Kabupaten Langkat Nanti, saya beserta TIM Markas Daerah Laskar Merah Putih (LMP) Sumut akan mengajak IKATAN WARTAWAN KRIMINAL NASIONAL (IWAKANAS) agar tidak ada simpang siur berita atau data karena kita harus sama-sama mengawasi kinerja Aparatur Negara baik di tingkat yang paling bawah maupun di tingkat paling atas. Indonesia Sudah Merdeka, tapi…! apakah rakyat sudah benar-benar merasakan Kemerdekaan Republik Indonesia ini…? katanya.

Kami juga selalu membuka pintu lebar-lebar untuk menerima dan menindak lanjuti segala pengaduan masyarakat, terkait kinerja aparatur negara yang tidak memihak rakyat atau melakukan kecurangan dalam Tugas Pokok maupun fungsi (TUPOKSI) Aparatur Negara atau Pemerintah. Jabatan bukan sesuatu yang kekal melainkan Amanah maka dari itu marilah kita sama-sama mengawasi agar Pemimpin-pemimpin kita dapat melakukan tugasnya secara Amanah tanpa memikirkan kepentingan pribadi agar nantinya tidak merugikan orang banyak, katanya kembali.(red)-

Di Duga Pungli

Masyarakat Medan Mengeluh, Biaya Pengurusan SIM Membengkak.

Copy of willy satlantasMedan/SB/BI : sepertinya warga Medan yang ingin melakukan pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM) di Satlantas Polresta Medan tak kunjung berhenti mengeluh, pasalnya, ada kabar oknum Satlantas Polresta Medan diduga masih juga melakukan praktek nakalnya, yakni pungutan liar alias Pungli dalam proses pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM/red).

Kabar adanya dugaan pungli atau dana siluman ini dikenakan pada jalur proses pengurusan perpanjangan SIM A dan C sebesar Rp. 50.000, yakni ketika masyarakata akan mengajukan pengurusan SIM yang biayanya membengkak. Begitu juga untuk proses jalur pengurusan perpanjangan SIM A dan C yang hilang pun tidak luput dari praktek pungli, pasalnya proses pengerjaannya juga di kenakan biaya rekomendasi sebesar Rp. 25.000.

Banyaknya pungutan biaya pengurusan Surat Izin Mengemudi yang dikeluhan masyarakat tersebut sebab, biaya yang di pungut tidak tercantum dalam Undang Undang PP No. 50 thn 2010 tentang biaya tarif pengurusan perpanjangan SIM, namun sayang, praktek pungli ini sudah berlangsung lama, tanpa ada pengawasan dari pihak yang berwenang.

Keluhan ini disampaikan oleh salah seorang pemohon yang namanya enggan di cantumkan, hendak mengajukan perpanjangan SIM yg ia miliki. ” Mahal juga biaya pengurusan perpanjangan SIM hilang yang masih aktif masa berlakunya di sini bang, sampai Rp. 250.000 biayanya”, ujarnya kesal.

Terkait adanya dugaan tak sedap kabar tersebut, tentu membuat citra jajaran kepolisian pada umumnya dapat tercoreng. Beberapa waktu silam, pada Rabu, 30 September 2015 yang lalu, Mabes Polri telah melakukan penertiban di Satlantas Polres Medan itu, namun oknum yang melakukan praktek pungli tampaknya tak peduli dengan penertiban itu.

Diharapkan kepala Satlantas Polresta Medan dapat segera bertindak terhadap mereka para oknum yang melakukan praktek nakal ini dapat segera ditindak, agar masyarakat tidak lagi terbebani biaya yang tidak jelas dalam pengurusan SIM. Tentunya dapat menjalankan aturan dan tata terib berlalu lintas dengan mengantongi SIM yang sesuai dengan syarat dan peruntukkannya.

Lain pengurusan perpanjangan lain pula ceritanya untuk penerbitan SIM jenis lainnya, lantas bagaimana dengan biaya proses pengurusan SIM tersebut ? awak media ini akan menelusurinya. (Willy/Sb/BI).

Terkait Penangkapan Polisi Gadungan

Polisi Dinilai Tidak Responsif Laporan Masyarakat

Untitled

(Kiri) Serka Marsudhi anggota Babinsa Sunter Jaya Koramil Tanjung Priok Kodim 0502/ JU Ditemui Bersama Mitra Kodim 0502/ JU Di Jalan Kedondong Jakarta Utara (8/12).(Foto Dok : BI/SB : Agung)

ok2

Suhada dan Arif mitra Kodim 0502/ JU saat memberikan keterangan di Makodim 0502/ JU (4/12) (Foto Dok : BI/SB : Agung)

Jakarta Utara/BI/SB : Penyergapan Parsiman polisi gadungan oleh anggota Babinsa Sunter Jaya Koramil Tanjung Priok Kodim 0502 Jakarta Utara pada Senin sore, (4/12) lalu menyisakan tanda Tanya atas kinerja Kepolisian Negara Republik Indonesia.

Pasalnya, sebelumnya pihak korban dan awak media ini sudah melaporkannya ke Mabes melalui Divisi Intel, Divisi Humas, Divisi Propam dan Polda Metro Jaya melalui Unit Propam dan SPK.

Namun laporan yang disampaikan atas adanya aksi polisi gadungan yang sudah meresahkan ini sepertinya kurang begitu di respon oleh pihak kepolisian.

Sebelumnya, ketika menemui anggota kepolisian di divisi Humas Mabes Polri, AKBP Junedi, laporan yang disampaikan ini sepertinya sangat susah di responnya, bagaimana tidak, beliau memberikan penjelasan yang terkesan tidak responsive, padahal dikhawatirkan, Parsiman yang dilaporkan ini keburu tidak berada di lokasi yang di sampaikan.

Ironisnya lagi, pihak kepolisian dari Polsek Taman Sari yang mendapat laporan pada Selasa malam (1/12) sudah berada di hotel Cavila dan berjanji akan membawa mobil sedan putih Suzuki Exsover, namun hingga dini hari anggota polisi yang kabarnya menurut keterangan Suhada adalah Waka Polsek dan anggota Provost tak kunjung datang, padahal pihak kepolisian saat itu sudah menerima barang bukti berupa 4 butir peluru bernomor AD 97 dan catatan data-data.

Suhada bersama rekannya kemudian mendatangi Polsek Taman Sari, disana mereka hanya diarahkan agar membuat laporan ke Polsek dimana lokasi TKP berada, kecewa dengan jawaban tersebut akhirnya mereka meninggalkan Polsek Taman Sari.

“kami kecewa pak, ternyata kami ditinggal tidur oleh polisi, padahal kami sudah menunggu beberapa jam mengharapkan janji kalau polisi akan datang” ujar Arief dan Suhada bernada kecewa pada awak media ini. “Kalau sudah begini bagaimana masyarakat bisa percaya dengan polisi kita pak, bisa-bisa masyarakat akan bertindak sendiri-sendiri nantinya, masyarakat melapor tetapi pihak Kepolisian sepertinya tidak responsif terhadap laporan kita”, ungkap Arief lagi

Awal diketahuinya keberadaan Parsiman bermula ketika Suhada mendapat informasi bahwa Parsiman masih berada di hotel Cavila di kawasan Pasar Baru Jakarta Pusat. Tak mau kehilangan buruannya, Suhada bersama puluhan teman-temannya yang di motori noleh Arief yang juga Mitra Kodim 0502/ JU menuju Hotel tersebut, namun tak berhasil menemui Parsiman, hanya menemui 1 unit mobil sedan putih yang biasa di gunakan oleh Parsiman.

Merasa jenuh dan di bola-bola ketika menyampaikan laporan, akhirnya Mitra Kodim 0502/ JU ini menyampaikan laporannya kepada Serka Mashudi anggota Babinsa Sunter Jaya Koramil Tanjung Priok Kodim 0502 Jakarta Utara, hingga akhirnya Parsima berhasil di sergap.

Jika benar adanya hal tersebut, kondisi ini sangat disesalkan, Polri yang seharusnya menjadi Pengaman dan pengayom khusus sebagai fungsi di bidang Kamtibmas, hendaknya ini menjadi catatan bagi para petinggi jajaran Polri khusunya Kapolri bagaimana seharusnya jajarannya menyikapi laporan dari masyarakat. (agung/ BI/SB)

 

Babinsa Sunter Jaya Koramil Tg. Priok Kodim 0502/JU Bekuk Polisi Gadungan

Belasan Peluru Diduga Aktif dan Senpi Rakitan Disita

ok

3

Sejumlah Barang Bukti Yang Berhasil Diamankan Dari Polisi Gadungan. (Foto Dok : BI/SB : Agung)

DSC_0174 - CopyJakarta Utara/BI/SB : Aksi Parsiman (Inzet kanan) menjadi polisi gadungan untuk mengelabui dan menjerat mangsanya tergolong nekat.

Dengan mobil yang dikenderainya yang diduga bodong berkeliaran di kota Jakarta dengan membawa belasan peluru, senjata api rakitan yang di kabarkan aktif dan barang bukti lainnya yang di duga digunakan untuk aksi kejahatannya.

Hebatnya lagi, sampai-sampai korbannya sempat takut untuk melaporkan Parsiman, yang menggunakan nama palsu seperti yang ada di seragam dinas Polri yang di temukan di dalam 1 unit mobil sedan putih Suzuki Exsover B 1433 BFS yang turut di sita oleh polisi.

Parsiman alias Heriyanto yang kabarnya licin dan banyak mengenal oknum anggota polisi ini, Senin sore, (4/12) sekitar pukul 16 wib berhasil di bekuk oleh Serka Marsudhi anggota Babinsa Sunter Jaya Koramil Tanjung Priok Kodim 0502 Jakarta Utara atas pengaduan korbanya Suhada (38) warga Sunter Jaya.

Penyergapan dilakukan di rumah seorang pengusaha di daerah Sunter. Sore itu korban dan teman-teman melaporkan kepada serka Marsudhi bahwa parsiman yang diketahui polisi gadungan telah membawa kabur sepeda motor merek Mio miliknya.

Parsiman yang diketahui sedang berada di Sunter Agung Blok N dilumpuhkan dan di tangkap kemudian di gelandang di Makodim 0502 JU, di sana mobil yang berhasil diamankan kemudian di geledah dan ditemukan sejumlah barang bukti yang diyakini di gunakan untuk beraksi.

Barang bukti yang berhasil diamankan diantaranya adalah, 2 pucuk senjata api rakitan, 3 pucuk senjata api replica, belasan peluru, kunci motor dan mobil, plat nomor kenderaan, baju seragam polisi, ID Card anggota polri atas nama Heriyanto, kartu nama, ATM, BPKB mobil dan motor. “Tersangka bohong, ternyata bukan pecatan polisi tapi oknum polisi gadungan,” ucap Stefie. Komandan Kodim 0502/JU Letkol Arm Stefie Jantje Nuhujanan. Polisi gadungan ini kemudian diserahkan ke polres Jakarta Utara untuk menjalani pemeriksaan dan pengembangan lebih lanjut. (agung/bi/sb)

 

Awas !!!

Persimpangan Jalan Palmerah-Slipi

Mengintai Korban

Jakarta/BI/SB

Lubang control air yang berada di jalan Palmerah persimpangan Slipi Palmerah kembali mengambil korban penggunaan jalan, Bustomi (56), warga Setia Budi Jakarta Barat Minggu malam sekita pukul 23.50 wib terjatuh dari sepeda motornya setelah terjebak lubang yang tak jauh dari persimpangan jalan tersebut.

Malam itu Bustomi yang hendak pulang ke rumahnya melintas di jalan pamerah simpang Slipi, namun nahas, sepeda motor yang dikenderainya terseok-seok dan jatuh setelah melindas lubang pengontrol air yang berada persis di tengah jalan, akibatnya Bustomi mengalami cidera dengan luka yang cukup lumayan. Sementara sepeda motornya mengalami kerusakan dan kaca spionnya pecah.

Melihat Bustomi yang jatuh dan terseret itu, beberapa pengguna jalan lainnyanya menolongnya, dan menepikan sepeda motornya. kepada awak media ini, pria paruh baya ini sangat menyesalkan adanya lubang yang membahayakan jiwa pengguna jalan, “seharusnya PU Bina Marga tau kedalaman lubangnya, kalau begini harusnya saya bisa menuntut Ahok” keluhnya, sambil meringis kesakitan.

Kejadian yang menimpa warga Setia Budi ini ternyata bukan baru kali ini terjadi, hal ini dikatakan beberapa pengojek yang mangkal di sekitar persimpangan Palmerah Slipi, “bukan kali ini saja mas orang yang jatuh gara-gara lubang itu, banyak juga” bebernya seorang pengojek pada awak media.

Setidaknya benar apa yang di ungkapkan oleh Bustomi, harusnya pihak PU tau seberapa dalam lubang tersebut. Hendaknya pihak PU saat melakukan pengerjaan jalan melakukan upaya agar lubang yang ada tidak membahayakan bagi pengguna jalan, bukan main tinggal saja setelah usai mengerjakan jalan.

Mustahil pihak PU tidak mengetahui kalau jalan yang telah diselesaikan terdapat lubang. Paling tidak pihak PU berkordinasi kepada pihak yang berwenang membidangi perawatan jalan. Pihak Pemda di minta melek untuk hal-hal seperti ini, bukan tidak mungkin, kondisi jalan dan kejadian seperti ini ada di tempat lain.

Apa Pemda harus menunggu kejadian seperti sampai benar-benar mengambil korban jiwa pengguna jalan ?.

(gung/BI/SB)

STOP PRESS !!

STOP PRESS !!

Copy of adril

Dengan ini diberitahukan kepada khalayak, bahwa nama :

N A M A :  A D R I L (Foto)

Terhitung Sejak pemberitahuan ini di sampaikan yang bersangkutan tidak lagi menjadi anggota SK. Buser Indonesia. Segala tindaktanduknya yang mengaku dan mengatasnamakan Surat Kabar Buser Indonesia tidak menjadi tanggung jawab kami.

Bahwa Wartawan/ Redaksi TU Buser Indonesia memiliki Kartu Tanda Pengenal/ ID Card yang masih berlaku dan namanya tertera pada Box Redaksi.  

Kepada Instansi Pemerintah/ TNI/ POLRI dan Khalayak jika menemui hal-hal di luar tersebut diatas agar segera melapor ke Redaksi TU atau Pihak yang berwajib

Demikian kami sampaikan.

SURAT KABAR BUSER INDONESIA

P e m r e d/ Pimp.Umum

AGUNG PUTRO SUHENDRO

Mesin Boiler PT Musim Mas Terbakar

D.Serdang : Mesin boiler industri minyak kelapa sawit milik  PT Musim Mas yang terletak di Kawasan Industri Medan (KIM) II Percut Sei Tuan Kabupaten Deliserdang, Jumat malam (24/7) sekira pukul 21.15 WIB meledak dan terbakar.

Akibat kejadian tersebut sempat terjadi kobaran api, namun dengan cepat dapat dipadamkan oleh para pekerja.  dalam kejadian tersebut tidak ada korban jiwa, sementara kerugian diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah.

Informasi dihimpun  wartawan,  di lokasi kejadian, Sabtu (25/7) menyebutkan, malam itu pekerja di industri pengolahan minyak sawit tersebut tengah melakukan aktivitasnya masing-masing, namun Tiba-tiba terdengar suara ledakan keras yang diiringi kobaran api mesin boiler industri berorientasi ekspor itu.

Sejumlah pekerja pun segera bergotongroyong memadamkan api yang mulai membesar. Dalam waktu singkat api berhasil dipadamkan walau dengan peralatan pemadam kebakaran yang ada di perusahaan tersebut.

Hingga kemarin belum diketahui apa penyebab meledak dan terbakarnya mesin boiler tersebut. Namun informasi di lapangan menyebutkan mesin boiler meledak dan terbakar karena kondisi mesin yang terlalu panas saat sedang dioperasikan.

Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Bambang G. Hutabarat yang dihubungi wartawan melalui sambungan selular, Sabtu kemarin membenarkan adanya kejadian tersebut.

Yang meledak dan terbakar adalah mesin boiler PT Musim Mas. Boilernya sempat terbakar tapi sudah dapat dipadamkan para pekerja,” kata AKP Bambang sembari menambahkan penyebab meledak dan terbakarnya boiler masih dalam penyelidikan.
Salah seorang unsur pimpinan di PT Musim Mas, Hendra Leo yang dihubungi melalui sambungan selular membenarkan salah satu mesin boiler meledak dan terbakar, Jumat (24/7) malam.

Kobaran api tidak sempat membesar. Apinya pun dan segera dapat dikuasai pekerja. Tidak ada korban jiwa dalam kasus tersebut dan kerugian pun hanya puluhan juta karena kebabakarannya tidak besar” kata Leo.

Sanggahbuananews/Buser Indonesia

 

PT PELINDO I MEDAN GELAR BUKA PUASA BERSAMA DENGAN KAUM DHUAPA DAN ANAK YATIM .

IMG_0775

IMG_0774

General Manager PT Pelabuhan Indonesia I Cabang Belawan saat memberikan bingkisan kepada kaum dhuafa dan farkir miskin. (Foto Dok : Rep)

 Medan : Sebanyak 1000 orang kaum dhuapa dan parkir berbuka puasa bersama dengan PT Pelindo I Medan bertempat di halamam parker Penumpang atau di Jalan Stasiun 1 Belawan  Juma’at (10/07) petang , dalam acara berbuka puasa bersama ini dibagikan paket sembako oleh GM PT Pelindo I Cabang Belawan Sahat Prawira .

Acara berbuka Puasa bersama ini dilaksanakan oleh PT Pelabuhan Indonesia I ( Persero ) Cabang Belawan , Belawan Interbational Container Terminal ( BICT ), Terminal Peti Kemas Domestik Belawan ( TPKDB) , Unit Galangan Kapal (UGK) ,Rumah Sakit Pelabuhan Medan ( RSPM) dan PT Prima Indonesia Logistik (PIL) dengan para pegawai , mitra kerja  , stakeholder , intansi terkait Pelabuhan Belawan seperti  Otoritas Pelabuhan , Syahbandar , Polres Pelabuhan Belawan , Asosiasi dan Perusahan Pelayaran .

Melalui kegiatan ini diharapkan dengan berbagi kita tingkatkan kualitas Iman dan Taqwa yang disampaikan ketua panitia buka Puasa bersama ini  Badan Dakwah Islamiyah (BDI ) Pelindo I Medan  oleh M Natsir.

Dalam sambutannya General Manager PT Pelabuhan Indonesia I ( Persero ) Cabang Belawan , Sahat Prawira mengatakan Pelindo I mengucapkan terima kasih kepada uapaya upaya yang telah dilakukan baik oleh Intansi Intansi lingkungan Pelabuhan , Ormas Ormas yang ada di Belawan dalam menunjang kegiatan oprasional ke Pelabuhanan di Belawan sebagai pintu gerbang perekonomian Wilayah Sumatera bagaian Utara yang dilaksanakan oleh Cabang/ Unit Usaha dari PT Pelindo I yang ada di Belawan.

Salah satunya bentuk tanggung jawab social perusahan ini diwujudkan dengan penyerahan bingkisan lebaran dan santunan kepada kaum dhuafa dan farkir miskin . Penyerahan santunan bantuan lebaran kepada k dhuafa dan farkir miskin yang ada disekitar lingkungan kerja Pelabuhan Belawan juga sebagai bentuk wujud syukur dan kepedulian perusahan terhadap lingkungan sekitar.

Penyerahan bingkisan lebaran dan santunan ini diberikan kepada kaum dhuafa dan farkir miskin yang bersal Kelurahan Belawan I, Kelurahan Belawan II, Belawan BahaGIA , Belawan Bahari , Sicanang dan Bagan Deli Kecamatan Medan Belawan.

Penyerahan santunan lebaran ini diserahkan secara simbolis oleh General  Manager PT Pelabuhan I Indonesia I Cabang Belawan  Sahat Prawira kepada para kaum dhuafa dan farkir miskin yang dii damping M Nasir selaku ketua panitia berbuka puasa bersama dan Paramujaya selaku ketua Badan Dakwah Islamiyah (BDI) .

Belawan , Sanggahbuananews/Buser Indonesia .